• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Tempat Petapa Moksa, Kini Banyak Warga Malukat Tanpa Busana

Astra by Astra
Minggu, 25 Mei 2025
in Sosial Budaya
0
Tempat Petapa Moksa, Kini Banyak Warga Malukat Tanpa Busana
Salah satu pura tempat malukat unik dan sakral adalah di Pura Telaga Waja Tegalalang Gianyar Bali. Pura ini terbangun pada abad ke-10 Masehi. 
72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BALI, OborDewata.com – Tradisi malukat atau pembersihan di Bali, sudah melekat sejak dahulu kala. Apalagi banyak sumber mata air suci di Bali dan berada di berbagai pura.

Salah satu pura tempat malukat unik dan sakral, adalah di Pura Telaga Waja, Tegalalang, Gianyar, Bali. Pura ini terbangun pada abad ke-10 Masehi.

Awalnya pura ini, adalah tempat pertapaan. Bahkan selama ratusan tahun, para petapa bertapa hingga mencapai moksa atau kelepasan. Moksa adalah menyatunya atman dengan Brahman (Tuhan).

Pada zaman kuno, dalam kitab Negarakertagama yang Mpu Prapanca tulis pada abad ke-13 Masehi. Tersebut bahwa pusat pertapaan Talaga Dhwaja.

Penahdanya (penanda) terdapat sebuah relief segel, dengan bentuk mirip huruf H. Naskah Negarakertagama sudah terkenal di nusantara, khususnya sejak zaman Majapahit.

Sehingga Pura Telaga Waja ini, merupakan tempat malukat yang sangat utama dan sakral. Bagi para pamedek yang datang, wajib tidak melanggar dresta (aturan) yang ada di pura ini.

Baca Juga :  8 Pentingnya Sarjana dalam Rumah Tangga, Koster Atensi

Yaitu, tidak boleh mandi atau malukat ke kolam suci, yang di atasnya dan kini sudah terpagari. Tempat mandi dan malukat, adalah pancoran solas (Eka Dasa Tirtha), pada pelataran bawah.

Kemudian uniknya, jika malukat tidak mengenakan pakaian apapun alias telanjang bulat. Serta wanita haid dan warga yang cuntaka tidak boleh masuk.

Jika kalian ingin ke sembahyang dan malukat ke sini, membawa canang 20-25 buah lalu mebanten di area jembatan dan beberapa area yang ada canangnya baru ke area malukat.

Sementara saat Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, agar membawa pejati karena akan ada pemangku di pura.

Persiapkan fisik, karena ada ratusan tangga yang akan kita lewati. Serta jangan lupa membawa air dan pakaian ganti. Ikuti aturan dan tidak melakukan hal ceroboh di area suci.

Dan malukat mulai dari arah paling utara atau kiri baru ke selatan atau kanan dari pintu masuk tangga. (SHA)

Baca Juga :  Usai Saraswati Lanjut Pagerwesi, Usai Turun Ilmu Pengetahuan, Pagari dalam Diri
Tags: balimalukatPura Telaga Wajatanpa busanaTegalalang
Previous Post

2 Kejadian Ambulan Kecelakaan di Gianyar & Denpasar

Next Post

Murid SD Cipta Dharma, Putu Kanaya Cita Torehkan Sejarah Manis

Related Posts

Mogi Amor Ing Acintya Made Taro, Maestro Dongeng Bali
Sosial Budaya

Mogi Amor Ing Acintya Made Taro, Maestro Dongeng Bali

Kamis, 23 Juli 2026
​Tutik Kusuma Wardhani: Dari Aksi Bersih Lingkungan HUT 25 Demokrat hingga Esensi Gizi Seimbang
Sosial Budaya

Tutik Kusuma Wardhani: From Democratic Party’s 25th Anniversary Cleanup to the Essence of Balanced Nutrition

Sabtu, 11 Juli 2026
Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Dukung Penuh Duta Tabanan Tampil Memukau di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026
Sosial Budaya

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Dukung Penuh Duta Tabanan Tampil Memukau di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026

Sabtu, 11 Juli 2026
Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026, Bangli dan Denpasar Suguhkan Spiritualitas serta Kekuatan Tradisi Bali
Sosial Budaya

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026, Bangli dan Denpasar Suguhkan Spiritualitas serta Kekuatan Tradisi Bali

Kamis, 2 Juli 2026
Bupati Sanjaya Apresiasi Kemegahan Gong Kebyar Wanita Duta Tabanan di PKB XLVIII 2026
Sosial Budaya

Bupati Sanjaya Apresiasi Kemegahan Gong Kebyar Wanita Duta Tabanan di PKB XLVIII 2026

Selasa, 30 Juni 2026
Prajaniti Akhiri Rangkaian Syukuran 58 Tahun dengan Gerakan Penanaman Pohon di PAJP Bekasi
Sosial Budaya

Prajaniti Akhiri Rangkaian Syukuran 58 Tahun dengan Gerakan Penanaman Pohon di PAJP Bekasi

Senin, 29 Juni 2026
Next Post
Murid SD Cipta Dharma, Putu Kanaya Cita Torehkan Sejarah Manis

Murid SD Cipta Dharma, Putu Kanaya Cita Torehkan Sejarah Manis

  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.