• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Dengan Motor, Ku Tatap Masa Depan

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
Rabu, 5 Oktober 2022
in Sosial Budaya
0
Dengan Motor, Ku Tatap Masa Depan
Kadek Agus Leo (foto: ist)
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kehidupan bagaikan berkendara di atas motor pada lajur searah dengan laju yang berbeda-beda, antara motorku dengan pengendara lainnya. Fungsi spion untuk melihat ke belakang, apa saja yang sudah ku lalui dan sudah seberapa jauh perjalanan ini ku tempuh.

Terkadang tempat indah yang sudah terlewati ingin ku singgahi kembali. Namun, lajur satu arah yang ku sebut dengan waktu tak menyediakan lajur, untuk putar balik kembali ke tempat itu. Sesaat diri ini tersadar bahwa melihat spion terus menerus akan menghambat laju kehidupan yang terus berjalan.

Ya, aku sudah kalah momentum dengan yang lain. Kecepatan motorku mungkin sudah kalah, dengan pengendara motor baru yang baru dicetak oleh pabrik sekolah ternama. Kadang terlintas kata-kata yang sering diucapkan orang bahwa “Bukan Soal Motornya, Tapi Siapa yang Mengendarai” namun, rasanya pembalap yang hebat pun takkan bisa melaju kencang dengan motor tua. Pada akhirnya, kesadaran membuyarkan lamunan di tengah perjalanan yang panjang ini, bahwa kita harus menikmati proses perjalanan ini.

Baca Juga :  Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Generasi Tabanan Gemar Membaca

Tak peduli kita hanya bisa melaju pelan, setidaknya bisa menikmati perjalanan dengan tujuan yang sama di atas lajur searah dengan pengendara lainnya. Besi tuaku takkan ku paksakan untuk berpacu dengan yang lain. Mungkin orang lain dengan laju yang kencang takkan menikmati perjalanan mereka, takkan melihat sisi kiri maupun kanan. Memang itu bagus untuk segera menuju ke tempat yang diimpikan. Tapi, dengan besi tua ini, dengan tamparan kenyataan bahwa diri ini harus bersikap realistis, ku kira tak ada salahnya menikmati proses perjalanan panjang.

“Boleh istirahat ketika lelah, namun jangan pernah berhenti untuk lanjut melaju” (karya: Kadek Agus Leo)

Previous Post

Bupati Sanjaya Apresiasi Kreasi Mekendang Tunggal Seniman Muda Tabanan

Next Post

Tol Cikampek Lengang, Jumlah Kendaraan Mengarah ke Trans Jawa Turun 6 Persen

Next Post
Tol Cikampek Lengang, Jumlah Kendaraan Mengarah ke Trans Jawa Turun 6 Persen

Tol Cikampek Lengang, Jumlah Kendaraan Mengarah ke Trans Jawa Turun 6 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[embedyt] https://www.youtube.com/embed?listType=playlist&list=PL5Tsb8nnC5-P8mrpfvhq6BXUN-eU39a64&layout=gallery[/embedyt]
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.