DENPASAR, OborDewata.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ngurah Rai (UNR) menggelar acara Yudisium Sarjana ke-45 dengan suasana penuh hikmat sekaligus unik di Hotel Aston, Denpasar. Ada pemandangan menarik dalam perhelatan ini, jajaran peserta dan panitia tampak mengenakan ikat kepala bernuansa Merah Putih pada Jumat (14/8/2026) .
Simbol ini menegaskan kesiapan para lulusan kampus berjuluk “Kampus Pejuang” tersebut untuk melangkah ke masyarakat dengan jiwa nasionalisme yang kuat, kompetensi tinggi, serta komitmen menjunjung nilai-nilai kearifan lokal Tri Hita Karana.
Pada yudisium kali ini, FEB UNR meluluskan sebanyak 125 mahasiswa Program Studi Manajemen. Dengan bertambahnya lulusan baru ini, total alumni FEB Universitas Ngurah Rai hingga tahun 2026 tercatat mencapai 3.517 orang.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi akademik dan keaktifan mahasiswa selama masa studi, FEB UNR juga menyerahkan penghargaan kepada para Mahasiswa Terbaik.
Lulusan Terbaik Berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK):
I Nyoman Triana – IPK 4,00
I Dewa Ayu Agung Raka Nirmala Ekayanti – IPK 4,00
Kadek Intan Dwigita Cahyani – IPK 3,99
Mahasiswa Terbaik Berdasarkan Poin SKKE (Satuan Kredit Kegiatan Ekstrakurikuler):
Kadek Oka Sanjaya – 1.195,00 Poin (Tempat Lahir: Denpasar)
Dekan FEB UNR, Dr. Putu Gede Denny Herlambang, S.T., M.M., menyampaikan bahwa Yudisium ke-45 ini mengusung tema bernilai filosofis mendalam, yakni “Sā Vidyā Yā Vimuktaye – Merdeka dalam Ilmu, Unggul Berkarya, dan Berdampak bagi Indonesia Berdaulat.”
“Sā Vidyā Yā Vimuktaye bermakna bahwa ilmu pengetahuan adalah jalan menuju pembebasan—membebaskan manusia dari ketidaktahuan, membuka cara berpikir, dan memberikan kemampuan menghadapi perubahan,” ujar Dr. Denny Herlambang dalam laporkannya.
Ia menambahkan bahwa tema tersebut diwujudkan dalam tiga pilar utama. Merdeka dalam Ilmu: Terus belajar dan berpikir kritis.
Unggul dalam Karya: Mengubah ilmu pengetahuan menjadi inovasi, prestasi, dan solusi nyata.
Berdampak bagi Indonesia Berdaulat: Memanfaatkan ilmu untuk kemajuan masyarakat, memperkuat perekonomian, dan berkontribusi bagi bangsa.
Dr. Denny juga berpesan agar para yudisiawan senantiasa menjaga integritas dan nama baik almamater. “Jika suatu saat saudara berhasil, jangan lupa berbagi. Jika mengalami kegagalan, jangan takut untuk bangkit lagi. Ketika diberikan pilihan antara yang mudah dan yang benar, pilihlah yang benar,” imbaunya.
Sementara itu, Rektor Universitas Ngurah Rai, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.M., M.Hum., memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium beserta para orang tua yang telah memercayakan pendidikan putra-putrinya di UNR.
Prof. Tirka Widanti menekankan pentingnya kemampuan adaptasi di tengah dinamika global dan pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Gelar sarjana ini bukanlah akhir, melainkan pijakan awal. Dunia di luar sana bergerak sangat cepat. Dinamika global menuntut Adik-adik semua untuk menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Jangan cepat berpuas diri, jadikan ilmu ini sebagai modal untuk berkarya, berwirausaha, menciptakan lapangan kerja, dan membawa solusi bagi persoalan ekonomi di sekitar kita,” pangkas Rektor UNR.
Sebagai bentuk implementasi nyata dari tema yudisium, acara ini juga melibatkan kolaborasi aktif dengan para alumni FEB UNR yang telah berhasil membangun usahanya sendiri. Sinergi ini diharapkan dapat memotivasi para lulusan baru untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan membawa dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. tra/dx





















