Oleh: Pengamat Sosial dan Politik, Prof.Dr Tadjuddin Nur Effendi, M.A.
Saat kampanye yang disampaikan Gibran pada debat Cawapres pada tanggal 7 Januari 2024 menyatakan bila terpilih jadi wakil Presien maka selama pemerintahannya dalam 5 tahun akan membuka 19 juta lapangan pekerjaan melalui program hilirisasi, pemerataan pembangunan, transisi energi hijau, ekonomi kreatif, dan UMK. Dari jumlah 19 juta itu, lima juta disebut sebagai peluang kerja bersumber dari program green jobs. Setelah melalui hiruk pikuk masa kampanye.
KPU mengumumkan pemenang Pemilu tahun2024 adalah pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2024 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, untuk masa jabatan 2024–2029. Tanggal tersebut menjadi awal pemerintahan Prabowo–Gibran bekerja. Selama 2 tahun bekerja apa yang terjadi dengan penciptaan peluang kerja. 19 juta adalah target 5 tahun maka selama dua tahun paling tidak Kabinet Merah Putih diharapkan menciptakan 7,6 juta pekerjaan. Apakah target itu dapat memenuhi harapan?
Program Hilirasi dan peluang kerja
Dinyatakan dalam kampanye “19 juta lapangan pekerjaan itu diciptakan melalui program hilirisasi, pemerataan pembangunan, transisi energi hijau, ekonomi kreatif, dan UMK. Dari jumlah 19 juta itu, lima juta disebut sebagai peluang kerja bersumber dari program green jobs”.
Pekerja yang terserap berasal dari investasi nasional 2.194.496 orang. Tapi masih perlu dipertanyakan apakah jumlah 2194.496 juta pekerja tersebut berasal dari hilirisasi dan ekonomi hijau? Menurut Kementerian Investasi/BKPM, data yang tersedia sampai September 2026 itu adalah realisasi investasi naional. Apalagi kontribusi hilirasi sektor mineral terhadap investasi hanya 32,2% dari investasi nasional. Sumber: (Kementerian Ivestasi dan Hilirisasi/BKPM).
Green jobs dan peluang Kerja
Dalam orasi kampanye ditegaskan bahwa dari jumlah 19 juta itu, lima juta disebut sebagai peluang kerja bersumber dari program green jobs.Berarti dalam dua tahun target green jobs menciptakan peluang kerja 7,6 juta Namun sampai 31 Oktober 2026, target penciptaan 7,6 juta lapangan kerja hijau (Green Jobs) belum dapat dinyatakan terealisasi. Pemerintah masih menyampaikan angka tersebut sebagai proyeksi kebutuhan dan potensi pekerjaan, bukan jumlah pekerja baru yang sudah berhasil direkrut.Ada perbedaan penting antara target, proyeksi, dan realisasi. Untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun, angka realisasi penyerapan pekerja harus menjadi ukuran utama.
Target dan proyeksi Green Jobs?
Berdasarkan publikasi Bappenas dan Kemnaker tahun 2026:
Indikator Jumlah Keterangan
Tenaga kerja hijau 2025 4 juta Estimasi tenaga kerja yang sudah berada dalam kategori green jobs
Proyeksi Kemnaker 2026 3,88 juta Potensi/jumlah tenaga kerja hijau
Proyeksi Bappenas 2029 5,01–5,32 juta Skenario moderat hingga tinggi
Proyeksi peluang 5–10 tahun 5,3–9 juta Potensi pekerjaan baru
Pekerjaan yang dapat ditransformasikan Lebih dari 72 juta Pekerjaan yang sudah ada dan dapat menjadi lebih ramah lingkungan
Sumber: Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia (Bappenas, 2025), Outlook Ketenagakerjaan 2026 (Kemnaker), dan keterangan pemerintah September 2026.(Kementerian PPN/Bappenas)
Bagaimana Realisasi penyerapan tenaga kerja pada 2026? Belum tersedianya laporan realisasi nasional yang mengungkap secara terintegrasi berapa orang yang benar-benar memperoleh pekerjaan baru dari program Green Jobs. Data yang tersedia masih berupa proyeksi(Sumber Kementerian PPN/Bappenas). Dengan demikian, angka 3,88 juta tidak boleh langsung dianggap sebagai realisasi penyerapan pekerja baru.
Sebenarnya Bapenas telah menetapkan 8 sektor sebagai perioritas program yang dapat menyerap pekerja dari berbagai jurusan lulusan perguruan tinggi tapi hanya sebatas rencana belum ada realisasi.
Program MBG dan peluang kerja
PadaJuni 2025 berdasarkan proyeksi BGN 30 dapur. Pada tanggal 15 Desember 2025 berdasarkan laporan BGN 741.985 orang bekerja langsung di SPPG.Pada tanggal 30 Januari Bappenas BGM penyerap 1,4 juta orang. Kemudian pada tanggal 20 Oktober 2016 BGN mengatakan MBG menyerap pekerja 07.027998 0rang (sumber siaran pers resmi BGN dan Bappenas).
Angka-angka tersebut berbeda karena waktu pelaporan dan cakupan perhitungannya tidak selalu sama. Karena itu, angka 1,4 juta pada Januari 2026 tidak boleh langsung dibandingkan dengan angka 1,03 juta pada Oktober 2026 sebagai bukti bahwa pekerjaan berkurang tanpa penjelasan metodologi.Apa arti angka tersebut bagi penciptaan lapangan kerja?Sekretariat Negara memuat pernyataan Presiden Prabowo pada 2026 bahwa sekitar 22.000 dapur MBG dapat menciptakan 1 juta pekerjaan. Jika jumlah penerima manfaat mencapai 82 juta orang, pemerintah memperkirakan potensi penciptaan 3–5 juta lapangan kerja, termasuk rantai pasok pangan. Angka 3–5 juta itu merupakan proyeksi, bukan realisasi yang sudah terbukti dilapangan.
Berdasarkan keterangan resmi pemerintah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap sekitar 1,03 juta tenaga kerja per 20 Oktober 2026, menurut Badan Gizi Nasional (BGN). Angka ini merupakan jumlah tenaga kerja yang dilaporkan terlibat dalam program, bukan otomatis jumlah pekerjaan formal baru yang seluruhnya tercipta. Namun, untuk menyatakan bahwa MBG telah menciptakan satu juta pekerjaan baru, pemerintah perlu menunjukkan berapa orang yang sebelumnya menganggur, berapa yang memperoleh pekerjaan tetap, berapa yang menerima upah, dan berapa yang benar-benar merupakan tambahan pekerjaan baru.
Untuk menilai prestasi MBG penciptaan pelueang kerja secara objektif, ada tiga hal yang perlu dibedakan dalam penciptaan peluang kerja,
• Pekerjaan langsung: pegawai dapur SPPG, juru masak, ahli gizi, dan petugas operasional.
• Pekerjaan tidak langsung: petani, peternak, nelayan, pemasok bahan pangan, dan pengemudi distribusi.
• Pekerjaan baru bersih: pekerjaan tambahan setelah dikurangi pekerjaan yang sudah ada, pekerjaan yang tergantikan, serta kemungkinan pekerja yang hanya berpindah dari usaha lain.
KDMP dan Peluang Kerja
Berdasarkan data pemerintah, jumlah tenaga kerja yang diproyeksikan dapat diserap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai sekitar 1,4–1,6 juta orang apabila target 80.000 koperasi beroperasi secara penuh.Namun, angka tersebut perlu dibedakan antara target penciptaan lapangan kerja dan pekerja yang benar-benar sudah bekerja.
Data tenaga kerja terbaru (Oktober 2026)
Menurut laporan salahsatu media nasional penyerapan tenaga kerja terbaru tanggal 20 Oktober 2026:
Indikator Jumlah
Target awal rekrutmen manajer 30.000 orang
Peserta menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi 28.624 orang
Manajer menandatangani kontrak kerja (PKWT) 26.911 orang
KDKMP siap beroperasi 10.070 unit
Bangunan koperasi selesai 28.662 unit
Dengan demikian, angka paling konkret untuk penyerapan tenaga kerja formal yang dapat diverifikasi adalah 26.911 manajer yang telah menandatangani kontrak kerja. Ini belum berarti seluruhnya sudah aktif bekerja di koperasi yang beroperasi.
Target penyerapan tenaga kerja KDMP menurut beberpa sumber
Sumber pemerintah Proyeksi tenaga kerja
Seskab, September 2025 400.000
Menko Perekonomian, September 2025 681.000–1 juta
Menkop, September 2025 1 juta lebih
Menko Pangan, Februari 2026 1,6 juta
Bakom, Juni 2026 1,4 juta lebih
(sumber Sekretariat Kabinet Republik Indonesia)
Ada tiga persoalan penting perlu dievaluasi dalam peyerapan pekerja di KDMP
1. Realisasi: Berapa pekerja yang benar-benar sudah bekerja, bukan sekadar direkrut atau menandatangani kontrak?
2. Pekerjaan lokal: Berapa warga desa yang memperoleh pekerjaan sebagai karyawan koperasi?
3. Keberlanjutan: Apakah koperasi mampu membayar gaji pekerja setelah dukungan pemerintah selama masa transisi dua tahun berakhir?
Sampai saat ini Pemerintah telah menyiapkan dan mengontrak puluhan ribu manajer, tetapi belum dapat menyamakan angka proyeksi 1,4–1,6 juta dengan penyerapan tenaga kerja aktual.Untuk evaluasi janji penciptaan 19 juta lapangan kerja Prabowo-Gibran, angka 26.911 manajer ini jauh lebih relevan sebagai indikator awal realisasi dibandingkan target 1,6 juta.
Kesimpulan dan saran
Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam dua tahun ini belum dapat memenuhi target 7,6 juta peluang kerja dari program Hilirisai, Green jobs MBG, KDMP. Sebenarnya ada peluang cukup besar untuk menyerap pekerja terutama para pengangguran yang jumlahnya sekitar 7 juta (termasuk 1 juta sarjana menganggur). Ada indikasi tercipta peluang kerja. Tetapi pemerintah belum dapat menunjukkan berapa ribu atau berapa juta pekerjaan baru yang benar-benar tercipta dalam dua tahun ini.
Data berbagai laporan melaporkan data target, proyeksi, perkiraan, realisasi campur aduk. Maka perlu dipertanyakan apakah pemerintah benar-benar serius menunaikan janji seperti dalam orasi saat kampanye menciptakan 19 juta peluang kerja. Kalau serius maka manajemen data perlu dibenahi dan ditingkatkan. (*)

















