Nasional

Kagama Bali Gelar Dharma Santi Nyepi, Tanamkan Jiwa Toleransi

350 Views

BADUNG, OborDewata.com –  Bertepatan dengan Bulan Ramdhan dan perayaan Paskah, serta perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945, maka dari itu momen suci tersebut dijadikan momentum Kagama Bali untuk menggelar kegiatan Dharma Santi pada Minggu (9/4/2023) bertempat di Sanggar Kagama, Dalung, Badung. Dikatakan Ketua Pengda Kagama Bali IGN Agung Diatmika, dengan adanya momen suci keagamaan tersebut pihaknya dalam menggelar Dharma Santi menanamkan rasa toleransi, untuk bisa memiliki jiwa melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara secara harmonis.

Disela-sela sambutannya Agung Diatmika mengatakan, pihaknya dalam menggelar Dharma Santi di Dalung dengan menjunjung tinggi toleransi, dirinya akan membuat Monumen Kebangsaan, Keragaman Beragama. Hal ini dilakukan sebagai bentuk implementasi, bahwa di Dalung sendiri warga Hindu sudah sejak dahulu berdampingan dengan semeton beragama Kristen. Sehingga pihaknya berharap kedepannya keharmonisan beragama dan budaya baik itu dengan Muslim, Kristen, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu tetap terjaga.  

“Jadi acara Dharma Santi yang bertepatan dengan momen suci kita merayakan dengan keberagaman dan toleransi umat beragama di Bali,” ujarnya.

Diakui Agung Diatmika sejak masa kuliah, para alumni Kagama sudah terbiasa dengan suasana keberagaman dari sisi agama, etnis dan lainnya. Hal itu menjadi gambaran dari wajah Indonesia yang multukultural namun disatukan oleh rasa kebersamaan sebagai sebuah bangsa. Tentu saja, kata dia, hal itulah yang harus dijaga sebagai modal dasar untuk mewujudkan cita-cita kemakmuran dan keadilan sosial. “Jangan sampai perbedaan menjadi pertentangan,” tegasnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Umum Kagama, Ganjar Pranowo dalam live streamingnya mengatakan, pagelaran momen suci seperti buka puasa bersama, perayaan Paskah dan Dharma Santi merupakan sudah menjalankan nilai keragaman budaya, maka dari itu Ganjar sangat mengapresiasi Pengda Kagama Bali yang terus aktif menjaga nilai luhur NKRI. “Kagama yang selalu menjunjung tinggi persaudaraan dan harus selalu memberikan manfaaat banyak untuk orang lain, dan Kagama Pengda Bali sangat mengispirasi dengan menghadirkan para tokoh agama untuk bisa merayakan secara bersama-sama, dan ini bisa menjadi pioner dan contoh kepada yang lain,” ungkapnya.

Dalam acara Dharma Santi pun ditampilkan berbagai bentuk kesenian yang dimiliki komunitas keagamaan. Antara lain tarian sambutan dari Wanita Hindu Dharma Dalung, tradisi Mekidung dari Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Badung dan kesenian Hadrah dari Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama Kuta Utara, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Sementara Dharma Wacana disampaikan dr Wayan Mustika dan sambutan mewakili Umat Islam oleh Umar Ibu Khattab (mantan Ketua Ombudsman Bali) serta akan ada sambutan mewakili komunitas Kristiani. Selain itu akan ada sambutan dari Pengurus Pusat (PP) Kagama Bali Ganjar Pranowo secara streaming. sathya