Hukum

Tak Terima Putus, Motif Turis Nekat Cekik Pacarnya di Pedungan

1324 Views

BALI, OborDewata.com – Misteri tewasnya perempuan berinisial AS (26) yang jasadnya membusuk di dalam kamar kos Jalan Mekar II, Pedungan, Denpasar Selatan akhirnya terkuak.

Di balik tindakan keji pelaku, MZ (25), seorang WNA asal Singapura, polisi berhasil mengungkap motif utama yang memicu tragedi berdarah ini.

Iklan
QRIS CB THAILAND-INBOUND BANK BPD

Bukan karena masalah ekonomi, melainkan perkara penolakan mengakhiri hubungan asmara yang berujung pada hilangnya nyawa secara tragis.

Penyidik Polresta Denpasar mengungkapkan, bahwa pelaku dan korban telah menjalin hubungan asmara selama kurang lebih satu tahun.

Iklan

Sebelum pembunuhan sadis itu terjadi pada Jumat (10/7) dini hari, keduanya terlibat pertengkaran hebat di dalam kamar kos.

“Motif sementara karena pelaku ingin memutuskan hubungan dengan korban, namun korban tidak menerima keputusan tersebut sehingga terjadi pertengkaran di antara keduanya,” jelas Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widiarta saat konferensi pers.

Rasa frustrasi dan amarah pelaku yang tak terkontrol memuncak, hingga ia tega menganiaya korban secara brutal. Dalam pemeriksaan awal, MZ mengakui secara dingin bahwa dirinya mencekik leher korban selama kurang lebih 15 menit hingga AS benar-benar kehabisan napas dan meninggal dunia.

Hasil autopsi dari RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah memperlihatkan betapa fatalnya kekerasan fisik yang korban alami akibat menolak putus. Luka memar di bibir kiri, dahi, pelipis, serta resapan darah di kulit leher kiri.

Terjadi patah tulang lidah bagian pangkal kiri korban, yang mengonfirmasi kuatnya tekanan cekikan tangan pelaku pada leher korban.

Setelah korban tewas, pelaku menyembunyikan jasad korban di kamar sebelah dengan timbunan selimut serta boneka-boneka sebelum akhirnya berhasil polisi ringkus di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai hanya dalam waktu 3 jam setelah pelaporan. (*)