KLUNGKUNG, OborDewata.com – Bank BPD Bali Cabang Klungkung terus tancap gas memajukan bisnis dan pelaku usaha lokal di Bali. Salah satunya dengan memberikan Kredit Usaha dan Investasi kepada salah satu UMKM, Dian’s Rumah Songket dan Endek yang beralamat di Desa Gelgel, Klungkung sebesar Rp2,5 miliar. Pemberian Kredit Bank BPD Bali ini kepada Dian’s Rumah Songket dan Endek, sebagai bentuk nyata motivasi perbankan daerah untuk memajukan UMKM lokal mengembangkan bisnisnya. Kepala Bank BPD Bali Cabang Klungkung, I Made Adhitya Pranajaya, SE., MM., mengakui pada awalnya Dians Rumah Songket dan Endek diberikan KUR Rp500 juta pada tahun 2019. Kemudian usaha Dian’s Rumah Songket dan Endek ini, makin terus berkembang hingga kembali membuka usaha berupa Restoran Dian’s Garden.
Untuk itulah, Bank BPD Bali Cabang Klungkung di tahun 2021 terus mensupport untuk kembali memberikan bantuan modal melalui Kredit Investasi sebesar Rp2 miliar. Pasalnya, Bank BPD Bali Cabang Klungkung melihat usaha Dians Rumah Songket dan Endek tersebut sangat maju dan terus berinovasi dalam pengembangan bisnis. “Prospek Dian’s Rumah Songket dan Endek sangat bagus. Apalagi dengan adanya Pergub dari Gubernur Bali yang mewajibkan berpakaian endek, sehingga kami (Bank BPD Bali Cabang Klungkung, red) semakin percaya diri memberikan Kredit Investasi. Sebab bisnis penjualan kain endek di Dian Rumah Songket ini semakin meningkat, ditambah lagi ada event G20 yang terus semakin meningkatkan omsetnya,” ujarnya, ketika ditemui, pada Kamis (2/2/2023).

Pihaknya sangat berharap kepada pengusaha lokal di Kabupaten Klungkung, agar bisa mengikuti jejak dan langkah Dian’s Rumah Songket dan Endek dengan mengambil layanan keuangan Bank BPD Bali guna mengembangkan bisnisnya. Apalagi suntikan modal Bank BPD Bali telah memberikan kucuran modal usaha dan investasi kepada Dians Rumah Sonket dan Endek sebesar Rp2,5 miliar. “Sejatinya Owner dari Dians Rumah Songket ini, merupakan Ketua HIPMI Klungkung, sehingga diharapkan bisa membawa gerbongnya untuk bisa menggunakan fasilitas dan bersinergi Bank BPD Bali Cabang Klungkung dengan HIPMI,” jelasnya. Di sisi lain, Owner Dian’s Rumah Songket dan Endek, I Putu Agus Aksara Diantika membenarkan telah diberikan penambahan modal kredit dari Bank BPD Bali Cabang Klungkung.
Pihaknya mengakui suntikan modal Bank BPD Bali ini, sangat membantu untuk mengembangkan usahanya. Bahkan, bukan hanya fasilitas permodalan saja yang diberikan, tetapi Bank BPD Bali Cabang Klungkung juga memberikan fasilitas promosi kepada Dian’s Rumah Songket dan Endek yang bertujuan agar usaha miliknya ada perputaran transaksi. “Tiyang sangat terbantu sekali dengan mendapatkan fasilitas dari Bank BPD Bali Cabang Klungkung, dan sangat membantu memotivasi kami,” bebernya, seraya menambahkan sebagai pengusaha lokal sudah pasti memerlukan permodalan, sehingga sudah merasa cocok dengan pelayanan Bank BPD Bali Cabang Klungkung, karena prosesnya cepat, tidak ribet, dan suku bunga yang cukup rendah.
Karena itulah, ia memutuskan untuk bersinergi dengan Bank BPD Bali Cabang Klungkung untuk pengembangan usahanya. Hal itu terbukti dari usahanya bisa memproduksi selama perbulan mencapai 500 buah kain endek, dan 125 kain songket. “Waktu pandemi penjualan tiyang sangat menurun hingga 50 persen, dan syukur tiyang tidak merumahkan karyawan. Tapi saat pandemi penjualan songket justru meningkat, dan berjalan waktu hingga 2022 kami berniat untuk mengembangkan bisnis, maka saya langsung ke Bank BPD Bali Cabang Klungkung,” bebernya. Selaku Ketua Umum HIPMI Klungkung menegaskan jangkuan marketnya masih di regional Indonesia, sedangkan untuk Bali sendiri di 2022 penjulannya masih 80 persen, namun sebelum pandemi penjualannya di luar Bali mencapai 70 persen.
“Kita dalam segi marketing juga mengandalkan digital marketing secara online dan sangat mendominasi mencapai 60 persen, sedangkan ofline hanya 40 persen saja,” paparnya. Dikatakan, dalam pengembangan bisnis sudah memilik 4 usaha. Dan saat ini yang masih berfokus pada pengembangan Dian’s Garden, yaitu bisnis restoran dengan memilik lapangan yang luas. Disadari respon masyarakat Klungkung juga sangat positif sekali. “Dian’s Restoran ini kami buat, karena melihat Klungkung kurang ada tempat yang respentatif, dan kita meyediakan tempat dengan menonjolkan makanan khas lokal, diantaranya Serombotan dan menu olahan ikan, seperti Opokan. Dan kita juga terus berinovasi mengembangkan madu Kele-Kele dan perkebunan Alpokat,” ucapnya.

Sementara itu, Founder Dian’s Rumah Songket dan Endek, I Ketut Murtika menceritakan awal berdiri usaha Songketnya diawali hanya dengan modal menggadaikan motor Vespa. Pada mulanya hanya menggunakan satu unit mesin tenun tradisional yang diawarisi oleh ibunya. “Usaha niki sebenarnya usaha turun temurun, dan saya mengawali dari modal minus dengan menggadaikan motor Vespa, dan sekarang tiyang memiliki mesin tenun hingga mencapai 60 lebih yang awalnya hanya ibu saja yang mengerjakan songket. Sekarang tiyang memiliki karyawan lebih dari 60 orang yang rata-rata para pegawainya tinggal di sekitar tempat usaha tiyang,” ungkapnya sambil menambahkan mengawali usaha tenun songket, hingga berjalannya waktu terus berinovasi membuat kain endek yang bahan bakunya dari luar Bali. “Kalau harga kain di tiyang dari harga 1 juta hingga harga Rp20 jutal, karena segi bahan baku dan design yang menentukan harga dan kualitas kain,” pungkasnya. sathya/ama/*



