TABANAN, OborDewata.com – Untuk mewujudkan visi Bupati Tabanan menjadikan “Tabanan Era Baru : Aman, Unggul, Madani (AUM) Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berancana” Disdik Tabanan membuat gebrakan baru. Bahkan program ini merupakan yang pertama kalinya di Bali dengan menggandeng Bank BPD Bali Cabang Tabanan dalam implementasi keuangan pengelolaan dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) dan BOP (Bantuan Operasional Pendidikan). Diawali dengan melakukan Sosialisasi Peran Bank BPD Bali Cabang Tabanan sebagai Agregrator SIPLAH (Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah) di Ruang Rapat SMPN 1 Kediri selama 3 hari, hingga pada Rabu (1/2/2023) yang diikuti oleh pimpinan satuan pendidikan kepala sekolah, pimpinan lembaga Paud seKabupaten Tabanan.
Kerja sama dengan Bank BPD Bali ini dilakukan guna mendukung dan memajukan tugas pendidikan di Kabupaten Tabanan, sekaligus mensukseskan program pemerintah daerah termasuk juga program nasional, berupa transfer dana pusat ke daerah yang transfaran. Tentunya dalam proses ini sudah sesuai amanat dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi dengan petunjuk teknis pelaksanaan BOP dan BOSP. Seperti disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Dharma Utama terkait pengelolaan program nasional, yaitu dana BOP dan BOSP yang diberikan kepada daerah melalui dana pusat non fisik, guna meningkatkan layanan pendidikan, sekaligus juga meminimalkan biaya pendidikan bagi masyarakat, sehingga optimalisasi pelaksanaan pelayanan pendidikan di Tabanan bisa menjadi maksimal.

Perlu diketahui dalam pengelolaan dana tersebut, pihaknya mengedepankan 5 prinsip, yaitu efesiensi, efektifitas, fleksibelitas, akuntabilitas, dan transparansi dimana pelaksanaanya tersebut sudah berdasarkan Permendikbud No.63 tahun 2023 sebagai petunjuk teknis pelaksanaan dana BOP dan BOSP. “Untuk menjaga pelaksanaan tersebut harus sesuai dengan 5 prinsip, jadi kita berupaya membangun sistem dalam pelaksanaannya. Di mana dalam pengelolaan manajemen sekolah yang didukung oleh anggaran tersebut, kami (Dinas Pendidikan Tabanan, red) menggandeng stake holder yang mendukung pelaksanaan program tersebut, dengan didukung juga oleh Inspektorat dan Kejaksaan ikut serta dalam mengawasi dana Bos tersebut, sedangkan dalam transaksi keuangannya kita menggandeng Bank BPD Bali Cabang Tabanan,” ungkapnya.
Hal ini disampaikan, ketika ditemui diruang kerjanya usai menghadiri sosialisasi SIPLAH, bersama Wakil Kepala Bisnis Bank BPD Bali Cabang Tabanan, Anak Agung Bagus Dharma Putra, SE., MM., pada Rabu (1/2/2023). Pihaknya juga mengakui telah mempercayakan Bank BPD Bali Cabang Tabanan dalam transaksi keuangan pengelolaan program nasional, yaitu dana BOP dan BOSP mengingat peran dan kontribusi bank daerah Bali ini, sangat mendukung pembangunan di Bali dan Tabanan. Bahkan pemerintah daerah juga berkerja sama dengan Bank BPD Bali, begitu juga desngan KAS Daerah yang juga telah lama menggunakan rekening Bank BPD Bali, sehingga pihaknya berharap nantinya sekolah-sekolah di Tabanan juga memakai rekening Bank BPD Bali untuk bertransaksi dalam operasional, baik transaksi keuangan belanja pegawai, pengadaan barang dan jasa sekolah bertransaksi dengan menggunakan Bank BPD Bali, karena ada efisiensi dana transfer yang tidak terbebani.
Dharma Utama menegaskan, dalam pengelolaan dana Bos pihaknya mengedepankan transaksi digital untuk mencegah terjadinya kebocoran dan hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, pihaknya bersama Bank BPD Bali Cabang Tabanan merancang pola kerjasama transaksi keuangan dalan mengelola dana BOS dan BOSP. “Jadi dengan berkerjasama dalam pengelolaan dana BOP dan BOSP maupun pengadaan barang dan jasa dengan Bank BPD Bali, bisa meminimize keuangan,” ujarnya, seraya menambahkan, dalam pengelolaan dana BOP dan BOSP sudah tersistem melalui SIPLAH yang nantinya sebagai sistem transaksi yang utamanya dalam pengadaan barang dan jasa di sekolah, sehingga diharapkan kerja sama dengan Bank BPD Bali Cabang Tabanan dalam pengelolaan dana nasional bisa menggunakan sistem digitalisasi dalam bertransaksi transfer dana pusat ke daerah untuk transaksi dana BOP dan BOSP.
“Saya mengharapkan transaksi digital bisa dikedepankan terkait dana BOP dan BOSP. Dan saya juga menekankan asas akutanbilitas, sehingga tidak ada lagi pemborosan, kerugian negara, penyalahgunaan wewenang yang terjadi dalam operasional pengelolaan dana BOP dan BOSP. Dan kita tetap memohon arah dan petunjuk kepada stake holder yanhg terkait agar penggunaan dana BOP dan BOSP bisa akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan tidak terjadi kebocoran,” tegasnya. Kerja sama Dinas Pendidikan Tabanan dengan Bank BPD Bali Cabang Tabanan bisa menjadi role mode terbaru, sebab ada kemudahan transaksi pengelolaan dana BOP dan BOSP. Selain itu, pihaknya juga berharap kepada para penyedian barang dan jasa terkait sudah memiliki rekening Bank BPD Bali. “Ini sangat penting kepada para penyedian barang dan jasa terkait SIPLAH diharapkan sudah memiliki Rekening Bank BPD Bali untuk memudahkan kontrol kami dalam mengedepankan asas akutanbilitas menjadi lebih mudah,” ucap Dharma Utama.
Sementara itu, Wakil Kepala Bisinis Bank BPD Bali Cabang Tabanan, Anak Agung Bagus Dharma Putra, SE., MM., mengatakan pihaknya sangat menyambut positif kerja sama dengan Dinas Pendidikan Tabanan yang sudah mempercayakan Bank BPD Bali dalam melakukan transaksi digital dana BOP dan BOSP, serta pengadaan barang dan jasa di sekolah. Dijelaskan Gung Dharma peran serta Bank BPD Bali selaku perbankan adalah penyedia layanan transaksi keuangan yang menyediakan berbagai kanal pembayaran untuk mempermudah penerimaan pendapatan secara non tunai yang bersumber dari pembayaran pajak, maupun retribusi ataupun yang bersumber dari dana BOP memiliki akses yang luas, seperti halnya mampu mencatat seluruh transaksi, meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, dan mendukung perencanaan ekonomi yang lebih akurat.
“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Kadis Pendidikan, di mana seluruh sekolah dalam proses pengadaannya, agar melalui program SIPLAH dan vendor wajib menunjuk rekening Bank BPD Bali dan menggunakan QRIS Bank BPD Bali sebagai salah satu alat transaksi yang bertujuan untuk efisiensi dan mengurangi biaya transfer, beneft lainnya ke depannya akan meningkatkan jumlah rekening DPK, dan secara tidak langsung akan membentuk sebuah ekosistem. Dimana peluang bagi perbankan BANK BPD Bali dapat membantu pembiayaan dari sisi permodalan bagi rekanan UMKM sekolah,” jelasnya. Hal yang sama dikatakan Kabid DJA Bank BPD Bali Cabang Tabanan, Made Dwi Pramana menjelaskan untuk mekanisme SIPLAH akan segera dilaksanakan, dan memiliki aplikasi BliBli SIPLAH, sehingga ke depannya rekanan akan didaftarkan di BliBli SIPLAH yang nantinya pembayaran tersebut bisa langsung di market place tanpa biaya. “Nanti kalau ke depan sudah berjalannya aplikasi BliBli SIPLAH di dalam menunya sudah ada menu transaksi yang menggunakan rekening Bank BPD Bali,” jelasnya. sathya/ama/ksm



