• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Riset Mendalam di Samsat Badung, Membongkar Akar Masalah Birokrasi Daerah

Obor Dewata by Obor Dewata
10/01/2026
in Ekonomi Bisnis
0
Ket foto: I Wayan Surnantaka

168
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Bawa Semangat #SOYAKINBISA ke Denpasar

Tiga Fraksi DPRD Tabanan Sepakati Ranperda APBD 2027, Bupati Sanjaya Tekankan Pengelolaan Anggaran Berorientasi Masyarakat

Oleh: Mahasiswa Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana, I Wayan Surnantaka.

DENPASAR, OborDewata.com – Di balik antrean wajib pajak, layar digital pelayanan, dan target pendapatan daerah yang terus dipacu setiap tahun, terdapat persoalan mendasar yang kerap luput dari perhatian publik dan pengambil kebijakan: kondisi psikologis dan keterikatan kerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai ujung tombak pelayanan. Sebuah riset akademik mendalam yang dilakukan di Kantor Samsat Badung mengungkap fakta yang tidak sederhana, bahkan cenderung mengkhawatirkan, tentang bagaimana birokrasi daerah bekerja di bawah tekanan target dan tuntutan publik.

Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana, I Wayan Surnantaka, memotret secara komprehensif hubungan antara sumber daya pekerjaan, modal psikologis, dan keterikatan kerja pegawai Samsat Badung. Penelitian ini bukan sekadar membaca angka kinerja, tetapi menelusuri kondisi batin, motivasi, serta daya tahan mental aparatur yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat dan beban target pendapatan asli daerah (PAD).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan kerja pegawai Samsat Badung berada pada skor rata-rata 3,29 dari skala 1–5, masuk kategori cukup kuat. Namun, angka ini menyimpan ironi. Dalam konteks organisasi pelayanan publik strategis yang menopang PAD Kabupaten Badung, tingkat keterikatan tersebut dinilai belum memadai. Terlebih, riset pendahuluan yang dilakukan sebelumnya menunjukkan skor keterikatan kerja sempat berada pada angka 2,01, mencerminkan kondisi yang jauh lebih lemah.

Keterikatan kerja dalam penelitian ini dipahami sebagai kondisi psikologis positif yang ditandai oleh tiga dimensi utama, yakni vigor, dedication, dan absorption. Dimensi dedication atau rasa bangga, makna, dan keterlibatan emosional terhadap pekerjaan menjadi aspek tertinggi. Pegawai pada umumnya masih memandang pekerjaannya sebagai tugas penting bagi masyarakat dan negara. Namun, dimensi vigor atau energi kerja justru menjadi yang terlemah. Artinya, banyak pegawai menjalankan tugas tanpa semangat optimal, tanpa daya juang tinggi, dan cenderung bekerja secara mekanis.

Kondisi ini berimplikasi serius. Pegawai yang kurang memiliki energi kerja cenderung mudah lelah secara mental, kurang proaktif, dan tidak terdorong untuk memberikan pelayanan melampaui standar minimum. Dalam konteks pelayanan pajak kendaraan bermotor, situasi ini dapat berdampak langsung pada kualitas layanan, kepuasan wajib pajak, hingga capaian target pendapatan daerah.

Penelitian ini melibatkan seluruh 118 pegawai ASN dan PPPK Samsat Badung dengan metode sensus, sehingga mencerminkan kondisi organisasi secara menyeluruh. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM), sebuah metode yang mampu mengungkap hubungan kausal antarvariabel laten secara mendalam.

Dari sisi sumber daya pekerjaan, skor rata-rata berada pada angka 3,30, masuk kategori cukup tinggi. Sumber daya pekerjaan dalam penelitian ini tidak dipahami secara sempit sebagai fasilitas fisik semata, tetapi mencakup dukungan atasan, dukungan rekan kerja, kejelasan peran, kecukupan waktu dan staf, peluang pengembangan karier, pemanfaatan teknologi, serta otonomi kerja.

Temuan menarik muncul pada dimensi dukungan rekan kerja yang memperoleh skor tertinggi. Ini menunjukkan bahwa secara horizontal, hubungan antarpegawai relatif solid. Pegawai saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan dan menghadapi tekanan pelayanan. Namun, ironi muncul pada dimensi otonomi kerja yang justru menjadi aspek terlemah. Pegawai merasa ruang diskresi dalam pengambilan keputusan masih sangat terbatas, terbelenggu prosedur, hierarki, dan regulasi yang kaku.

Kondisi ini mencerminkan wajah birokrasi klasik yang masih kuat di lingkungan pelayanan publik daerah. Pegawai berada di garis depan, tetapi tidak sepenuhnya diberi kepercayaan untuk mengambil keputusan cepat dan solutif. Akibatnya, pelayanan menjadi lambat, inovasi terhambat, dan rasa memiliki terhadap pekerjaan ikut melemah.

Namun, penelitian ini tidak berhenti pada analisis struktural. Salah satu temuan terpenting adalah peran modal psikologis sebagai variabel kunci. Modal psikologis pegawai Samsat Badung berada pada skor rata-rata 2,88, mencerminkan kondisi psikologis yang cukup, tetapi belum kuat. Modal psikologis terdiri dari empat dimensi utama, yakni hope, self-efficacy, optimism, dan resilience.

Source: Primary Data processed, 2025

Dimensi hope atau harapan terhadap pencapaian target dan masa depan organisasi menjadi aspek terkuat. Pegawai masih memiliki harapan bahwa kinerja organisasi dapat membaik. Namun, self-efficacy atau kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan kerja, khususnya berinteraksi dengan wajib pajak dan menyelesaikan masalah kompleks, relatif lebih rendah. Ini menunjukkan adanya keraguan internal yang dapat menggerus kualitas pelayanan jika tidak ditangani secara serius.

Analisis statistik menunjukkan bahwa sumber daya pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap modal psikologis. Lingkungan kerja yang suportif mampu memperkuat optimisme, ketangguhan, dan kepercayaan diri pegawai. Sebaliknya, keterbatasan sumber daya dan tekanan kerja yang tinggi berpotensi melemahkan kondisi psikologis aparatur.

Lebih jauh, modal psikologis terbukti berpengaruh signifikan terhadap keterikatan kerja. Pegawai dengan modal psikologis yang kuat cenderung lebih terlibat secara emosional dan kognitif dalam pekerjaannya, lebih tahan terhadap tekanan, dan lebih mampu memberikan pelayanan berkualitas. Modal psikologis juga terbukti memediasi secara parsial hubungan antara sumber daya pekerjaan dan keterikatan kerja.

Temuan ini menegaskan bahwa perbaikan sistem dan fasilitas kerja saja tidak cukup. Tanpa penguatan aspek psikologis, investasi organisasi tidak akan menghasilkan keterikatan kerja yang optimal. Dalam konteks ini, penelitian memperkuat relevansi Job Demands–Resources Theory yang menekankan keseimbangan antara tuntutan kerja dan ketersediaan sumber daya.

Bagi Samsat Badung, temuan penelitian ini menjadi cermin sekaligus peringatan. Target PAD yang tinggi, tekanan publik, serta tuntutan pelayanan cepat harus diimbangi dengan kebijakan pengelolaan SDM yang manusiawi dan strategis. Penguatan kepemimpinan suportif, peningkatan otonomi kerja, pelatihan berkelanjutan, serta program pengembangan modal psikologis pegawai perlu ditempatkan sebagai prioritas.

Lebih luas, penelitian ini menjadi kritik diam-diam terhadap arah reformasi birokrasi yang selama ini terlalu menitikberatkan pada sistem, digitalisasi, dan indikator kinerja, tetapi abai terhadap kondisi manusia yang menjalankannya. Pelayanan publik yang berkualitas tidak akan lahir dari aparatur yang lelah secara mental dan bekerja tanpa keterikatan emosional.

Jika birokrasi daerah ingin benar-benar bertransformasi, maka pembangunan mental ASN harus menjadi agenda utama. Tanpa itu, pelayanan publik hanya akan berjalan rutin, kaku, dan jauh dari harapan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
Obor Dewata

Obor Dewata

Related Posts

Tingkatkan Layanan Hukum dan Imigrasi Bali, Gubernur Koster Dorong Integrasi Pusat dan Daerah
Ekonomi Bisnis

Tingkatkan Layanan Hukum dan Imigrasi Bali, Gubernur Koster Dorong Integrasi Pusat dan Daerah

09/10/2026
Dari Tukang Batu Alam ke Peternak, KUR BRI Bantu Budiasa Tambah Penghasilan
Berita

Dari Tukang Batu Alam ke Peternak, KUR BRI Bantu Budiasa Tambah Penghasilan

07/10/2026
Dari Tukang Batu Jadi Pengusaha, Mudiarsa Kembangkan Usaha Berkat KUR BRI
Ekonomi Bisnis

Dari Tukang Batu Jadi Pengusaha, Mudiarsa Kembangkan Usaha Berkat KUR BRI

05/10/2026
Perkuat Permodalan, KUR BRI Dukung Usaha Batu Alam Mudiarsa Berkembang
Ekonomi Bisnis

Perkuat Permodalan, KUR BRI Dukung Usaha Batu Alam Mudiarsa Berkembang

05/10/2026
OJK Meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026–2030
Ekonomi Bisnis

OJK Meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026–2030

04/10/2026
OJK Cabut Izin BPR Pasarraya Kuta, LPS Siapkan Proses Likuidasi
Ekonomi Bisnis

Dinilai Tidak Sehat, OJK Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

30/09/2026
Next Post
Pemkab Klungkung Studi Tiru Digitalisasi Retribusi Pariwisata ke Jakarta

Pemkab Klungkung Studi Tiru Digitalisasi Retribusi Pariwisata ke Jakarta

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Bawa Semangat #SOYAKINBISA ke Denpasar

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Bawa Semangat #SOYAKINBISA ke Denpasar

09/10/2026
Tiga Fraksi DPRD Tabanan Sepakati Ranperda APBD 2027, Bupati Sanjaya Tekankan Pengelolaan Anggaran Berorientasi Masyarakat

Tiga Fraksi DPRD Tabanan Sepakati Ranperda APBD 2027, Bupati Sanjaya Tekankan Pengelolaan Anggaran Berorientasi Masyarakat

09/10/2026
Tingkatkan Layanan Hukum dan Imigrasi Bali, Gubernur Koster Dorong Integrasi Pusat dan Daerah

Tingkatkan Layanan Hukum dan Imigrasi Bali, Gubernur Koster Dorong Integrasi Pusat dan Daerah

09/10/2026
Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia

Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia

09/10/2026
Currently Playing
Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Bawa Semangat #SOYAKINBISA ke Denpasar

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Bawa Semangat #SOYAKINBISA ke Denpasar

09/10/2026
Tiga Fraksi DPRD Tabanan Sepakati Ranperda APBD 2027, Bupati Sanjaya Tekankan Pengelolaan Anggaran Berorientasi Masyarakat

Tiga Fraksi DPRD Tabanan Sepakati Ranperda APBD 2027, Bupati Sanjaya Tekankan Pengelolaan Anggaran Berorientasi Masyarakat

09/10/2026
Tingkatkan Layanan Hukum dan Imigrasi Bali, Gubernur Koster Dorong Integrasi Pusat dan Daerah

Tingkatkan Layanan Hukum dan Imigrasi Bali, Gubernur Koster Dorong Integrasi Pusat dan Daerah

09/10/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d