MATARAM, OborDewata.com – Eksistensi Bank BPD Bali ditengah Pandemi bertekad untuk menggerakan ekonomi kerakyatan. Hal tersebut dibuktikan dengan, Bank BPD Bali Cabang Mataram yang sudah menyalurkan kredit KUR per Januari 2022 hingga Juni terealisasi Rp20,85 Milyar. Ini dibuktikan, ketika melakukan kunjungan UKM binaan Bank BPD Bali Cabang Mataram, dimana dalam kunjungan tersebut yang dipimpin langsung oleh Kepala Divisi umum, Ida Bagus Gede Ary wijaya Guntur, SE., MM., melakukan kunjungan langsung ke UD. Sarinah Jaya yang memproduksi kripik dan dodol berbahan umbi-umbian, yang marketnya hingga ke Lombok hingga sampai NTT, dan Bali.
ketika dikunjungi Pemilik UD. Sarinah Jaya, Ni Wayan Murniatini mengatakan, produk andalannya berupa dodol nangka sudah sangat terkenal hingga keluar Lombok, sedangkan sekarang dalam pengembangannya, pihaknya dalam pengembangannya membuat produk berbahan ketela dengan berbagai varian rasa, salah satunya keripik singkong rasa Ayam Taliwang serta banyak lagi varian rasa yang dibuat oleh UD. Sarinah Jaya.
“Saat ini kami baru membuat terobosan terbaru, seperti rangginang, serta banyak lagi dan bahkan pemasaran kami sudah sampai Bali, Sumbawa, Dompu,” jelasnya Sabtuu (25/6/2022).
Diakuinya Muniartini, menjadi binaan Bank BPD Bali Cabang Mataram, sejak tahun 2018. Dan dirinya dalam pengajuan KUR sudah melakukan sebanyak dua kali, dimana KUR yang pertama diajukan ketika sedang masa Pandemi, sehingga usaha miliknya sangat terbantu atas pemberian kredit KUR Bank BPD Bali.
“Pinjaman saya yang kedua kemarin sesuai kebutuhan produksi saja, sebesar Rp 50 juta. dan kedepanya saya akan mengembangkan usahannya lagi,” paparnya.
Sementara Kepala Cabang Mataram Bank BPD Bali.. mengatakan, saat ini dalam penyaluran KUR di Mataram lumayan cukup banyak, bahkan penyalurannya diawal tahun 2022 hingga Juni 2022 penyalurannya sudah mencapai Rp. 20,85 milyar lebih. sedangkan target yang diberikan oleh kantor pusat Bank BPD Bali sampai Desember 2022 Rp21,5 milyar. “jadi kita sudah hampir mendekati 100 persen dipertengahn tahun,” jelasnya.
Hal yang sama dikatakan, Pemilik Angel Farm, Tony menjelaskan dirinya menjadi binaan Bank BPD Bali semenjak tahun 2016, dengan mengajukan kredit sebesar Rp 1 milyar. Pengajjuannya tersebut digunakan untuk memperluas usaha penetasan hewan unggas, bahkan pemasarannya sendiri sudah mencapai Bima dan Dompu. dalam proses penetasan dalam seminggu Angel Farm melakukan dua kali, tergantung pesanan pasar bahkan dalam sekali pihaknya bisa melakukan penetasan telur hingga 5000.
“Saya tertarik mengajukan kredit di dengan Bank BPD karena bunga murah. dan sekarang saya terkena penyesuain bunga bank, bahkan saya sampai ditawarkan oleh bank lain dengan iming-iming bunga rendah, tapi saya tetap bertahan di Bank BPD Bali karena prosedur Bank BPD Bali sangat gampang. dan saya berharap Bank BPD Bali bisa menurunkan bunga kreditnya lagi,” pungkasnya. sathya



















