Ekonomi Bisnis

Menuju Pariwisata dan Transportasi Hijau, PT Sentrik Persada Nusantara Siapkan Jalin Sinergi BPD Bali Lahirkan Skema KUR Khusus Transportasi Hijau

918 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Upaya percepatan transisi energi menuju transportasi ramah lingkungan di Bali menemui tantangan klasik: skema pembiayaan. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis antara pendiri Raditya Holdings, I Made Sudiana, S.H., M.Si., dengan jajaran Bank BPD Bali di Denpasar, Rabu (4/2/2026).

​Raditya Holdings, melalui PT Sentrik Persada Nusantara, kini tengah memperkuat ekosistem kendaraan listrik (EV) standar Eropa di Bali. Namun, Sudiana menilai untuk mewujudkan Bali “hijau” solusi perbankan bisa menjadi Solusi terbaik. Pasalnya, dengan salah satu program KUR milik perbankan daerah, yakni Bank BPD Bali bisa menjadi nilai keberpihakan perbankan dalam membangun ekonomi daerah melalui transportasi lokal.

​”Kalau kita bicara persyaratan KUR, mekanismenya masih normatif. Ada tuntutan uang muka dan jaminan tambahan. Ini bertentangan dengan misi percepatan konversi yang diharapkan pimpinan daerah,” ujar mantan Wakil Bupati Badung tersebut.

​Menurutnya, pengemudi lokal yang berpendapatan harian tidak bisa disamakan dengan debitur korperasi. Ia menekankan beberapa poin krusial untuk perubahan:

​Penghapusan/Minimalisasi Uang Muka: Agar masyarakat kecil bisa langsung beralih tanpa beban modal awal yang besar.

​Perpanjangan Tenor: Sudiana mendorong tenor kredit lebih dari 5 tahun agar angsuran bulanan sesuai dengan kemampuan bayar mitra.

​Fleksibilitas Jaminan: Meminta agar BPKB kendaraan dapat menjadi jaminan utama yang diakui secara penuh.

​Sudiana menegaskan bahwa Bank BPD Bali memiliki tanggung jawab moral dan kebijakan yang lebih besar dibanding bank komersial biasa. BPD harus hadir sebagai instrumen pendukung kebijakan Gubernur Bali dalam membangun ekonomi hijau.

​”Bukan hanya sekadar menyuruh konversi. Kalau orang disuruh tapi tidak punya uang, bagaimana caranya? BPD harus punya tanggung jawab membantu pimpinan daerah, bukan hanya berorientasi keuntungan,” tegasnya.

​Menanggapi hal tersebut, Kepala Bank BPD Bali Cabang Badung, I Made Adhitya Pranajaya, S.E., M.M., menyatakan bahwa pihaknya mulai membuka ruang untuk opsi yang lebih adaptif.

​Opsi Jaminan: Sedang dikaji skema penggunaan BPKB dengan coverage asuransi sekitar 70%.

​Tahap Kajian: Usulan ini akan digodok lebih lanjut di tingkat kantor pusat untuk memastikan prinsip kehati-hatian tetap terjaga namun tetap progresif.

​Melawan “Penjajahan Ekonomi” lewat Aplikasi Tri Hita

​Selain urusan kendaraan, Raditya Holdings tengah menyiapkan senjata digital bernama Aplikasi Tri Hita yang akan diluncurkan pada 26 Februari 2026. Aplikasi ini dirancang untuk merebut kembali pasar transportasi Bali yang saat ini didominasi platform luar negeri.

​Sudiana memperingatkan bahwa ekonomi Bali saat ini sedang dalam cengkeraman oligarki yang meminggirkan pemain lokal.

“Kita sedang berjuang melawan penjajahan ekonomi. Jangan sampai pemerintah hanya euforia menarik modal asing, sementara masyarakat lokal dilepas dalam kondisi tarung bebas. Itu tidak bijak,” tutupnya. tra/ama