Ekonomi Bisnis

Komisi III DPRD Badung Gelar Raker, Bahas Masalah Distribusi Air

853 Views

BADUNG, OborDewata.com – Mengatasi masalah distribusi air, Komisi III DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan menghadirkan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung di Ruang Rapat Gosana, Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Senin, 6 April 2026.Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Badung, I Made Ponda Wirawan, didampingi Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung, I Wayan Sandra, Sekretaris I Komisi III DPRD Badung, I Made Suryananda Pramana, Sekretaris II Komisi III DPRD Badung, I Made Retha, beserta Anggota Komisi III DPRD Badung lainnya.

Selain itu, hadir pula, Dewas Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Ketut Gede Sunarta, Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa bersama jajaran Manajemen Perumda Air Minum Tirta Mangutama.

Pada kesempatan tersebut, I Made Ponda Wirawan menyatakan Raker Komisi III DPRD Badung bersama Perumda Air Minum Tirta Mangutama membahas distribusi air untuk membangun reservoar di perumahan dengan memanfaatkan fasum.

Menurutnya, pembangunan reservoar ini berkerjasama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung.

“Perumda Air Minum Tirta Mangutama dapat membangun reservoar di perumahan-perumahan dengan pemanfaatan fasum yang telah diserahterimakan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung. Ini untuk menyediakan sekaligus meningkatkan jangkauan pelayanan dalam hal penyediaan air bersih,” kata Ponda Wirawan.

Ketersediaan air bersih seringkali terjadi pemadaman aliran air kepada pelanggan di musim kemarau maupun akibat kurangnya pasokan air yang dimiliki oleh Perumda Air Minum Tirta Mangutama.

“Perumda juga diharapkan membangun embung di titik-titik banjir sebagai cadangan air, jika memasuki musim kemarau, bahkan embung tersebut dapat berfungsi mengurangi limpahan air hujan yang berakibat banjir di daerah tersebut,” kata Ponda Wirawan.

Sementara itu, rencana pengolahan air laut melalui proses destilasi menjadi air tawar (air baku), lanjutnya Perumda Air Minum Tirta Mangutama masih menunggu kelengkapan proses surat perizinan, sehingga nanti pipa laut timur dan pipa laut barat dapat disatukan, yang dapat memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Badung.

“Bagaimana distribusi air, khususnya di wilayah Kuta Utara, Kuta hingga Kuta Selatan, yang tadi dipaparkan terkait  permasalahan air, bahwa  PDAM Badung sudah berbuat semaksimal mungkin,” kata Ponda Wirawan.

Menurutnya, distribusi air sudah dilakukan melalui bawah laut atau di bawah jalan tol, sehingga perizinan  yang harus dipenuhi berjumlah hampir 24 perizinan.

Untuk itu, pihaknya berharap agar distribusi air bisa terkoneksi ke pipa yang ada, sehingga bisa memberikan kenyamanan pelayanan air, khususnya di wilayah Kuta Selatan.

“Karena kita paham, bahwa PDAM Badung sudah semaksimal mungkin, karena banyak regulasi atau aturan yang harus dilalui dan harus dipenuhi, karena itu merupakan kewajiban sebuah administrasi, sehingga niat baik daripada PDAM untuk memberikan pelayanan, agar tidak ada permasalahan administrasi kedepannya,” kata Ponda Wirawan.

Lebih lanjut, Ponda Wirawan juga menambahkan, bahwa perizinan sudah berjalan selama hampir setahun sesuai yang disampaikan Dirut PDAM Badung, sehingga masih ada satu perizinan lagi, yang diharapkan bisa terealisasi tahun 2026 ini.

“Sehingga apa yang menjadi target PDAM beserta permasalahan yang ada di Kuta Selatan,  khususnya di daerah atas bisa kita diselesaikan secara bertahap,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap PDAM Badung bisa menambah reservoar di daerah-daerah atas sebanyak-banyaknya beserta penanganan pelayanan kepada masyarakat Badung.

“Makanya, tadi kami sampaikan agar PDAM Badung  berdiskusi dengan Dinas Perkim, karena aset Fasum selama ini yang ada di masing-masing perumahan itu dipastikan sudah diserahkan kepada Pemda. Disitu mungkin kedepannya memang harus dibuat reservoar sebanyak-banyaknya, khususnya yang ada di daerah-daerah atas ataupun daerah padat penduduknya,” tutupnya. da/sathya