DENPASAR, Obordewata.com – Tren kenaikan harga pangan global yang masih berlanjut hingga Mei 2022, diprakirakan akan mendorong kenaikan harga komoditas pangan di Balinusra, termasuk bahan pangan dengan bahan dasar gandum tepung terigu dan kedelai tahu dan tempe.
Demikian disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Rizki Ernadi Wimanda dalam rangka mengkoordinasikan pengendalian inflasi ditingkat Kabupaten/Kota se-Bali menjelang hari raya Galungan dan Kuningan bersama BPS dan Sekda Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Jumat (27/5).

Perlu diketahui, Inflasi di sebagian besar wilayah masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2022 sebesar 3,0% ±1%. Inflasi Bali pada bulan April 2022 mencapai 3,05% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan angka inflasi nasional yang mencapai 3,47% (yoy). Secara historis, inflasi akan terjadi pada periode Hari Raya Galungan dan Kuningan. Beberapa komoditas yang perlu diwaspadai karena sering menjadi penyumbang inflasi pada periode tersebut, antara lain angkutan udara, daging ayam ras, canang sari, air kemasan, cabai merah, dan bawang putih.
“Pada April 2022, secara bulanan Denpasar tercatat inflasi sebesar 1,02% dengan peringkat no. 49 dari 90 kota IHK. Sedangkan di Singaraja tercatat inflasi sebesar 0,89% dengan peringkat no. 62 dari 90 kota IHK. Komoditas penyumbang inflasi di Provinsi Bali, Denpasar, dan Singaraja didominasi oleh minyak goreng,” ujarnya Pada Jumat (28/5/2022).
Lanjut Rizky, komoditas penyumbang inflasi saat periode Galungan dan Kuningan dari kelompok makanan antara lain daging ayam ras, ayam goreng, pisang, serta cabai rawit. Untuk kelompok non makanan, komoditas penyumbang inflasi didominasi oleh emas perhiasan, angkutan udara, serta sewa rumah. Diperkirakan harga minyak goreng masih meningkat seiring dicabutnya peraturan pemerintak terkait HET per tanggal 16 Maret 2022. Harga angkutan udara meningkat menjelang hari raya Idul Fitri arus mudik/balik penumpang angkutan udara. Serta Harga canang sari mulai kembali normal
SPH ditujukan untuk mentracking pergerakan harga 43 dari 401 komoditas di Denpasar (Bobot 26.17%) dan 27 dari 296 komoditas di Singaraja (bobot 1569%) dengan mengadopsi metode pencacahan BPS. SPH tidak ditujukan untuk memproyeksi inflasi Bali. Berdasarkan PIHPS, harga minyak goreng kemasan dan curah terpantau kembali mengalami tekanan kenaikan paska pemberlakuan Permendagri No 11 Tahun 2022 tanggal 16 Maret 2022 yang mengembalikan harga minyak goreng kemasan pada harga keekonomian.
“Sesuai informasi anekdotal & site visit ke sejumlah distributor, pedagang besar & eceran, pasokan minyak goreng curah masih cenderung terbatas, namun sudah menunjukan penambahan di minggu ke-3 April 2022. Pada periode Ramadan & jelang HBKN Idulfitri, permintaan minyak goreng cenderung meningkat sehingga berpotensi mengakibatkan tekanan harga signifikan apabila kelangkaan pasokan berlanjut,” paparnya.
Rizky menghimbau, perlu adanya koordinasi/monitoring intensif untuk memastikan optimalisasi penerapan HET minyak goreng curah di lapangan. Upaya menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga telah dilakukan TPID Provinsi dan Kota/Kab melalui OPM dan Pasar Murah, namun transmisi ke penurunan harga di pedagang eceran masih perlu diperhatikan. Disamping itu, daerah Balinusra ternak yang terkena wabah terdapat di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, NTB dengan persentase 0,6% dari total populasi nasional 18 juta, sedangkan di Pulau Sumbawa sampai saat ini belum ada laporan.
Hal-hal yang telah dilakukan oleh Pemda NTB adalah pembuatan posko, pembatasan lalu lintas, distribusi obat, penyediaan vaksin, pelatihan untuk tenaga inseminator dan penyebaran informasi. Telah diberikan bantuan obat dan vaksin tahap I secara simbolis dari Kementrian Pertanian kepada pemerintah Provinsi NTB untuk mencegah penyebaran wabah PMK yang nantinya akan didistribusikan kepada Dinas terkait. Vaksin selanjutnya akan didistribusikan pada minggu ke- 2 bulan Juni.
“Ke depan, perlu dipikirkan skema jalur lintas pendistribusian sapi terutama untuk pemenuhan Idul Adha dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok karena harus melalui daerah yang terkena wabah yaitu Lombok Timur dan Lombok ternak. Hal tersebut masih didiskusikan dengan instansi terkait,” ujarnya seraya menambahkan sebagai pencegahan NTT mengeluarkan Instruksi Gubernur NTT No. 01/Disnak/2022 yang menekankan pada pelarangan sementara thdp pemasukan ternak maupun produk asal ternak dari daerah yang tertular dan/atau daerah transit yang tertular PM, serta perubahan jalur pengeluaran ternak yang sebelumnya melalui Surabaya menjadi melalui Jakarta.
Rizki pun meminta untuk melaksanakan operasi pasar murah. Melakukan sosialisasi kebijakan TPID (mis. Pasar murah, ajakan belanja sesuai kebutuhan) kepada masyarakat melalui kanal publikasi seperti videotron, iklan layanan masyarakat maupun mensosialisasikan website pemantauan harga. “Jangan saja laporannya produksi surplus tapi harga dipasaran naik. Kalau pada hari raya harganya naik itu masih ditolerir, tapi kalau hari biasa tentu ada masalah,” tegasnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra selaku Ketua Harian TPID Provinsi Bali juga mengingatkan Tim TPID melakukan kerja serius mengawasi perkembangan ketersediaan pangan dan harga di pasaran. Jika memang benar surplus tetapi harga masih tinggi. Mestinya dilakukan pengecekan dan dicari sumber masalahnya.
“Apa itu letaknya pada distribusi atau yang lainnya. Selain itu, komunikasi juga penting melalui media – media yang ada untuk memberikan psikologi positif kepada masyarakat,” ujarnya.
Bahkan, Dewa Indra agar genjot pasar murah jelang hari raya sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Disamping itu, TIPD agar selalu sinergi dengan Satgas Mafia Pangan dalam memastiakan ketersediaan pangan dan harga yang terjangkau masyarakat. Sathya



