TABANAN, OborDewata.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memperkuat upaya percepatan penanggulangan kemiskinan melalui sinergi lintas sektor dan pemanfaatan data yang akurat. Program penanganan kemiskinan tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dilaksanakan secara terpadu, tepat sasaran dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tabanan di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Senin (7/9/2026).
Rakor tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, LSM, pelaku usaha, pelaku pariwisata hingga para donatur program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).
Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Bupati Sanjaya mengatakan persoalan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan tingkat pendapatan masyarakat. Lebih dari itu, kemiskinan merupakan persoalan multidimensional yang berhubungan dengan akses pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial hingga kesempatan memperoleh pekerjaan dan meningkatkan ekonomi keluarga.
Karena itu, penanganan kemiskinan harus menjadi bagian dari pembangunan secara menyeluruh dengan memperkuat berbagai sektor yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Tabanan.
“Kemiskinan bukan semata-mata persoalan rendahnya pendapatan. Ini adalah persoalan multidimensional. Kalau lima program prioritas kita dapat dijalankan dengan baik dan fokus, saya yakin angka kemiskinan di Tabanan akan terus menurun,” tegas Sanjaya.
Menurutnya, arah pembangunan Tabanan dalam lima tahun ke depan bertumpu pada upaya mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat dan sejahtera. Ketiga indikator tersebut diyakini memiliki hubungan erat dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus menekan angka kemiskinan.
Peningkatan kualitas pendidikan, kata Sanjaya, akan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, pemerintah juga terus mendorong terciptanya lapangan pekerjaan di berbagai sektor.
“Mari kita ciptakan lapangan pekerjaan sebaik dan sebanyak mungkin di Tabanan. Dengan demikian, masyarakat kita semakin cerdas, sehat, dan sejahtera, sehingga angka kemiskinan dari tahun ke tahun semakin menurun,” ujarnya.
Dalam upaya memastikan program penanggulangan kemiskinan berjalan tepat sasaran, Pemkab Tabanan menjadikan data sebagai salah satu fondasi utama perencanaan pembangunan. Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Tabanan Tahun 2025-2029 menjadi pedoman untuk mengarahkan berbagai program agar lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemkab Tabanan juga terus mengembangkan Program Desa Presisi sebagai basis penyediaan data yang akurat hingga tingkat desa.
Bupati Sanjaya menilai pembangunan yang dinamis membutuhkan data yang selalu diperbarui agar kebijakan dan program pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.
“Pembangunan selalu bergerak. Karena itu, setiap desa harus memiliki data yang presisi. Dengan data yang akurat, Bappeda dapat menyusun perencanaan pembangunan yang tepat guna dan tepat sasaran,” katanya.
Berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional yang digunakan dalam penyusunan profil kemiskinan, tercatat sebanyak 6.943 keluarga atau 22.415 individu di Kabupaten Tabanan berada pada kelompok desil 1.
Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.
Sanjaya menegaskan, capaian penurunan angka kemiskinan tidak boleh hanya dilihat dari statistik. Di balik angka tersebut terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah, mulai dari anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, petani, pekerja, nelayan hingga kelompok masyarakat lainnya.
Untuk itu, Pemkab Tabanan menetapkan tiga arah utama dalam penanggulangan kemiskinan. Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin. Kedua, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin dan kelompok kurang mampu. Ketiga, mengurangi sekaligus menangani kantong-kantong kemiskinan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha dan berbagai pihak melalui program TJSP.
Ia memberikan apresiasi kepada para donatur dan pelaku usaha yang selama ini telah ikut berkontribusi dalam berbagai program sosial di Tabanan. Namun, ia berharap program TJSP ke depan tidak hanya berhenti pada kegiatan amal atau bantuan sesaat.
Program tersebut diharapkan berkembang menjadi investasi sosial yang produktif dan berkelanjutan serta mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap program pemerintah dan TJSP tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi. Rakor ini jangan hanya menjadi forum penyampaian laporan, melainkan harus menghasilkan kesepakatan dan tindak lanjut yang nyata,” tegasnya.
Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah untuk menghindari pelaksanaan program secara sektoral. Kolaborasi antarinstansi dinilai menjadi kunci agar berbagai program dapat saling mendukung dan tidak terjadi tumpang tindih.
Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Tabanan, Ida Ayu Agung Windayani Kusumaharani, menyampaikan rakor tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai unsur.
Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tabanan.
Selain memperkuat koordinasi, rakor juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai hambatan, menyelaraskan dukungan TJSP serta memperkuat program yang berbasis pada data dan kebutuhan masyarakat.
“RPKD menjadi dokumen strategis yang memuat profil kemiskinan, prioritas program, serta lokasi sasaran penanggulangan kemiskinan. Melalui rakor ini diharapkan terbentuk komitmen bersama dan rencana tindak lanjut yang konkret sesuai peran dan kapasitas masing-masing pihak,” ujarnya.
Upaya kolaboratif yang terus diperkuat Pemkab Tabanan juga telah menghasilkan sejumlah capaian. Kabupaten Tabanan sebelumnya berhasil meraih peringkat III kategori penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.
Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat kerja sama seluruh pihak dalam menghadirkan program pembangunan yang benar-benar menyentuh masyarakat dan mampu menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan. (rls/tim)




















