BADUNG, OborDewata.Com — Mengapa orang memilih bunuh diri dengan melompat di Kereteg (Jembatan) Tukad Bangkung di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, KabupTen Badung, Bali? Padahal di lokasi lain tidak kurang-kurang jembatan tinggi dan di bwahnya tukad (sungai) dalam. Masih jadi misteri orang -otang yang bunuh diri di Jembatan Jangkung itu.
Pemasangan kawat berduri di Jembatan Tukad Bangkung oleh pemerintah mampu mencegah orang melakukan tindakan nekat untuk mengakhiri hidup. Sebelumnya silih berganti orang terjun bebas di lokasi itu. Mereka dari berbagai usia, tetapi kebanyakan masih usia muda. Tidak ada yang tahu persis mengapa mereka memilih lokasi itu untuk mengakhiri hidupnya. Apakah kalau melompat disana sudah pasti mati? Hanya latah (ikut-ikutan), atau ada daya tarik tersendiri. Maksudnya ada kekuatan superkuat menarik untuk datang ke situ melakukan bnuh diri. Hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Bagaimana tidak, masak warga dari Buleleng jauh -jauh datang untuk bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Bangkung Pelaga.
Ketika wartawan OborDewata.Com Selasa,24 Juli 2026 sekira pukul 10.00 WITA tiba di Jembatan Bangkung, kondisi pengunjung masih lengang. Kata Ibu penjual jagung rebus, pada hari minggu dan hari – hari raya keagamaan, tahun baru pengunjung ramai. Tetapi pada hari -hari biasa saja yang berkunjung. Atau mereka yang lewat berhenti sejenak, sekedar melihat -lihat dan membeli makanan minuman.
Panorama alam di seputar Jembatan Bangkung sangat elok. Maka belakangan lokasi itu sudah berkembang jadi tujuan wisata ikon wilayah Badung Utara. Toko -toko, rumah makan, warung dan usaha lain sudah menjamur di situ. Mata pengunjung juga dimanjakan dengan pemandangan wisata agro. Berbagai komoditas pertanian seperti jeruk, bunga, sayur mayur dan lainnya.(Ast)



















