Daerah

Horor di Tabanan, Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan WNA

917 Views

OborDewata.com– Tabanan dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria yang telah membusuk di sebuah rumah. Insiden ini terjadi di Perumahan Mumbu Residence, Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan. Polisi langsung bertindak cepat setelah menerima laporan dari warga.

“Kami menerima laporan masyarakat terkait bau busuk. Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Gusti Made Berata, Sabtu (26/7/2025).

Kejadian bermula pada Jumat, 25 Juli 2025, sekitar pukul 17.00 WITA. Warga sekitar mencium aroma tak sedap dari rumah kontrakan milik Evi Rospita. Kecurigaan segera muncul di antara mereka.

“Laporan masuk ke Polsek Kerambitan pada sore hari. Tim langsung diturunkan ke lokasi kejadian,” jelas Iptu I Gusti Made Berata.

Kapolsek Kerambitan beserta tim tiba di lokasi sekitar 15 menit kemudian. Mereka mendapati bau busuk berasal dari dalam rumah. Setelah diperiksa, ditemukan sesosok mayat pria dalam kondisi membusuk parah.

“Petugas menemukan jenazah seorang pria di dalam rumah. Kondisinya sudah membusuk,” kata Iptu I Gusti Made Berata.

Menurut keterangan pemilik rumah, Evi Rospita, rumah tersebut dikontrak tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia. Mereka telah tinggal selama dua hingga tiga tahun. Evi mengaku jarang berinteraksi dengan para penyewa dan tidak mengetahui nama mereka.

“Informasi dari pemilik rumah, tempat itu dikontrak tiga WNA. Mereka sudah menyewa cukup lama,” tuturnya.

Irvatus Sholekhah, karyawan Evi Rospita, bertugas menagih uang sewa bulanan sebesar Rp1.500.000. Ia terakhir kali datang pada Minggu, 13 Juli 2025. Irvatus tidak pernah meminta identitas lengkap dari para penyewa WNA tersebut.

“Keterangan saksi menyebutkan dirinya biasa mengambil uang sewa. Terakhir kali pada 13 Juli lalu,” katanya.

Dewa Made Rahmat Andika, pemilik usaha di sebelah rumah, menjadi saksi kunci. Ia pertama kali mencium bau busuk menyengat. Kecurigaannya menguat saat melihat banyak lalat mengerumuni tirai jendela rumah.

“Saksi pertama kali mencium bau tidak sedap. Ia melihat lalat mengerumuni jendela,” ucapnya.

Dewa Made Rahmat Andika kemudian melapor kepada orang tuanya. Informasi ini lalu disampaikan kepada warga sekitar. Ia juga mengecek rekaman CCTV tempat usahanya untuk melacak aktivitas terakhir penghuni.

“Saksi melaporkan kecurigaannya kepada orang tua dan warga sekitar. CCTV juga diperiksa,” jelasnya.

Rekaman CCTV menunjukkan aktivitas terakhir penghuni rumah pada Sabtu, 19 Juli 2025, sekitar pukul 15.56 WITA. Ini mengindikasikan mayat telah berada di dalam rumah setidaknya selama enam hari. Tim kepolisian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Dari rekaman CCTV, aktivitas terakhir penghuni terlihat pada 19 Juli. Jenazah sudah berada di lokasi beberapa hari,” imbuh Berata.

Saksi I Made Wawan, yang memiliki kenalan Alex Kinsibari dari Ukraina, sempat membantu mencarikan tempat tinggal bagi tiga WNA tersebut lima tahun lalu. Awalnya mereka tinggal di Kalang Anyar selama dua tahun. Kemudian, mereka pindah ke Perumahan Mumbu Residence.

“Ada saksi yang membantu mencarikan kontrakan untuk WNA tersebut beberapa tahun lalu,” katanya.

I Made Wawan mengenal “Ilias” dan “Iriana,” orang tua dari rombongan WNA tersebut. Anak mereka tidak diketahui namanya. Ilias sempat rutin mengunjungi warung I Made Wawan di Br. Curah, Ds. Gubug, selama sebulan. Setelah itu, komunikasi terhenti.

“Saksi sempat mengenal beberapa di antara mereka. Namun komunikasi kemudian terputus,” katanya lagi.

Hasil olah TKP menunjukkan mayat ditemukan terlentang di ruang tamu. Posisinya kepala menghadap ke utara. Jenazah berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi sekitar 203 cm.

“Jenazah berjenis kelamin laki-laki. Ditemukan terlentang di ruang tamu,” ujar Made Berata.

Jenazah memakai baju merah merek United Troopers, celana boxer bermotif bunga, dan kaos kaki hitam merek Amigo. Kondisinya menunjukkan tanda-tanda pembusukan parah dan dipenuhi belatung. Enam bagian gigi bawah jenazah juga tidak ada.

“Kondisi jenazah sudah dalam keadaan pembusukan. Belatung juga sudah ada pada tubuh,” jelas Made Berata.

Petugas tidak menemukan identitas di tubuh jenazah. Di sekitar TKP, polisi menemukan koper biru dongker, dua sepeda Polygon, tas selempang merah marun, dan tas ransel abu-abu. Petugas Inafis telah mengambil sidik jari jenazah.

“Tidak ada identitas melekat pada jenazah. Beberapa barang pribadi ditemukan di sekitar lokasi,” kata Iptu I Gusti Made Berata.

Mayat kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Nyitdah. Selanjutnya, jenazah dikirim ke RSUP Prof Ngoerah Sanglah Denpasar. Jenazah akan menjalani Visum Et Revertum (VER) atau otopsi untuk mengetahui penyebab kematian.

“Petugas sudah mengambil sidik jari. Jenazah dievakuasi untuk otopsi di Sanglah,” tambah Iptu I Gusti Made Berata.

Pihak kepolisian akan melanjutkan penyelidikan kasus ini. Mereka juga akan menghubungi Konsulat Ukraina di Denpasar. Koordinasi dengan pihak Imigrasi juga akan dilakukan untuk memastikan identitas korban.

“Kami akan selidiki lebih lanjut. Kami juga akan berkoordinasi dengan Konsulat Ukraina dan Imigrasi,” pungkas Iptu I Gusti Made Berata. ga