• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Wagub Cok Ace, Menerima Kunjungan Resmi Sekneg dan Utusan Khusus Untuk Aksi Iklim Internasional Republik Federal Jerman

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
08/07/2022
in Berita, Daerah
0
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menerima Kunjungan Resmi Sekretaris Negara dan Utusan Khusus untuk Aksi Iklim Internasional Republik Federal Jerman, membahas kerjasama bilateral tentang perlindungan iklim nasional, global, dan transisi energi, Jumat (8/7).

165
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Resort Baru, Atlas dan Finns di Pantai Berawa Disidak Koster dan Adi Arnawa, Perbekel Tibubeneng Apresiasi Pemimpin Turun Lapangan

Kerja Keras dan Bukti Gubernur Koster Urus Sampah Demi Bali Lestari, Ajak Warga Serius Kelola Sampah Berbasis Sumber

SANUR, OborDewata.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima Kunjungan Resmi Sekretaris Negara dan Utusan Khusus untuk Aksi Iklim Internasional Republik Federal Jerman, membahas kerjasama bilateral tentang perlindungan iklim nasional, global, dan transisi energi, Jumat (8/7/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Jerman Ina Lepel secara singkat membuka dialog tersebut dengan membahas bagaimana komitmen Bali terhadap mitigasi perubahan iklim, khususnya terkait transisi energi baru dan terbarukan atau (EBT).

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa perkembangan pembangunan di Bali khususnya di bidang pariwisata membawa dampak yang sangat penting terhadap kelangsungan dan kelestarian lingkungan hidup di Provinsi Bali. Masalah-masalah lingkungan khususnya isu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah, limbah cair, pencemaran sungai, danau, laut, serta pencemaran udara mengakibatkan kualitas lingkungan hidup semakin menurun.

Pemerintah Provinsi Bali memiliki visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang dilaksanakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi, perlu keterlibatan langsung dan peran aktif pemerintah, swasta, dan juga masyarakat serta diharapkan menjadi momentum kita sebagai bentuk kepedulian kita terhadap pelestarian lingkungan.

Sad Kertih merupakan nilai-nilai kearifan lokal Bali dalam mengatur tata cara kehidupan yang mengait dan menyatu dengan alam secara sakala-niskala. Sad Kertih adalah 6 (enam) sumber kesejahteraan/kebahagiaan kehidupan manusia/ Krama Bali yang terdiri dari: Atma Kertih (penyucian jiwa), Segara Kertih (penyucian laut), Danu Kertih (penyucian sumber air), Wana Kertih (penyucian tumbuh-tumbuhan), Jana Kertih (penyucian manusia), dan Jagat Kertih (penyucian alam semesta beserta isinya).

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa perubahan Iklim merupakan isu penting yang harus disadari oleh masyarakat di seluruh dunia. Penyebab utama perubahan iklim berasal dari aktivitas manusia terutama hasil pembakaran bahan bakar fosil serta peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer diantaranya karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O). Berbagai dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim diantaranya: peningkatan suhu bumi yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut, cuaca ekstrem, terjadinya banjir dan bencana alam, kebakaran hutan, meningkatnya wabah penyakit, dan dampak-dampak lingkungan lainnya.

Dalam upaya mitigasi perubahan iklim, perlu dilakukan langkah-langkah strategis pengurangan emisi gas rumah kaca dimana salah satunya adalah meminimalisir dan menghentikan penggunaan bahan bakar fosil. Sudah saatnya kita beralih menggunakan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sebagai bagian dari tindak lanjut Paris Agreement Tahun 2015, Indonesia telah berkomitmen dalam penurunan emisi gas rumah kaca melalui penyampaian dokumen First Nationally Determined Contributions (NDC).

Komitmen tersebut telah diperbarui melalui penyampaian dokumen Updated NDC (UNDC) yang dibarengi dengan dokumen Long-Term Strategy: Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050). lndonesia menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan upaya sendiri dan hingga 41% dengan dukungan internasional dibandingkan skenario business as usual (BAU) untuk mencapai pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

Dalam rangka transformasi menuju energi yang ramah lingkungan, Pemerintah Provinsi Bali juga telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dalam mewujudkan energi Bali yang ramah lingkungan salah satunya adalah pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Menanggapi hal itu, Dubes Jerman mengapresiasi yang telah dilakukan oleh Bali baik dari segi penguatan aturan maupun implementasinya ke masyarakat. Selain itu, Dubes mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya reforestasi mangrove. Jerman telah berdiskusi secara intens dengan KLHK untuk menyiapkan program untuk mendukung pelestarian mangrove dan beberapa isu lingkungan lainnya yang krusial, yakni tata kelola sampah.

Jerman sebagai ketua G7 akan membawa narasi ini nantinya pada pertemuan G20 sehingga ini bisa menjadi momentum baik bagi Indonesia untuk memiliki program pelestarian lingkungan dan transisi EBT yang berkelanjutan. Selain itu, Jerman juga membangun kemitraan dengan beragam pihak non-negara, seperti pusat penelitian, universitas, dan komunitas. Alasannya, upaya dekarbonisasi haruslah berorientasi pada masyarakat agar menjadi langkah yang efisien.

Selanjutnya Greenpeace Jerman Bapak Martin Kaiser mengungkapkan bahwa kemerdekaan energi adalah hal yang penting. Namun, lebih penting lagi jika kita bisa bebas dari energi fosil. Ini adalah saat yang tepat untuk beralih ke EBT. Belajar dari pengalaman Jerman yang dulunya sangat bergantung pada Rusia untuk pemenuhan energi fosil, kini negara itu sudah beralih ke EBT. Model pengembangan transisi energi EBT di Jerman selalu melibatkan masyarakat, terutama untuk proyek energi surya dan bayu. Kuncinya adalah kerjasama dan keterlibatan masyarakat.

Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti mengungkapkan bahwa perihal transisi EBT menjadi salah satu fokus dalam pertemuan G20 nanti. Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Jerman dan AS untuk transisi EBT dan membangun fasilitas reduksi emisi karbon. Terkait perbandingan biaya antara EBT dan fosil, ia menjelaskan bahwa EBT memang masih lebih mahal dibanding fosil. Namun, seiring waktu harga satuannya semakin rendah seiring perkembangan teknologi. Di sisi lain, Indonesia menyimpan potensi EBT yang luar biasa, terutama energi solar dan hidro.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Arya Wedakarna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, dan undangan terkait lainnya.(DT).

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #Berita#Daerah#Perubahan Iklim Global
spot_img
I Kadek Saputra

I Kadek Saputra

Related Posts

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat
Daerah

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026
Ny. Putri Koster Pacu Wastra Bali Tembus Mode Global
Daerah

Ny. Putri Koster Pacu Wastra Bali Tembus Mode Global

29/08/2026
Lewat Tanah Lot Art and Food Festival #7, Tabanan Diperkuat Jadi Titik Kumpul
Daerah

Lewat Tanah Lot Art and Food Festival #7, Tabanan Diperkuat Jadi Titik Kumpul

28/08/2026
Purnama Sasih Katiga, Pemerintah Kabupaten Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bersama
Daerah

Purnama Sasih Katiga, Pemerintah Kabupaten Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bersama

28/08/2026
HUT ke-25, Demokrat Pilih Bersihkan Goa Lawah Ketimbang Sekadar Seremoni
Daerah

HUT ke-25, Demokrat Pilih Bersihkan Goa Lawah Ketimbang Sekadar Seremoni

28/08/2026
Ditintelkam Polda Bali Rangkul Eks Transmigran Sumberklampok, Dorong Penyelesaian Sengketa Lahan Secara Damai
Daerah

Ditintelkam Polda Bali Rangkul Eks Transmigran Sumberklampok, Dorong Penyelesaian Sengketa Lahan Secara Damai

27/08/2026
Next Post
Serahkan SK PPPK Tahap 2, Bupati Minta Kepada Para Guru Agar Tanamkan Budi Pekerti Kepada Siswa

Serahkan SK PPPK Tahap 2, Bupati Minta Kepada Para Guru Agar Tanamkan Budi Pekerti Kepada Siswa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026
Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

29/08/2026
Currently Playing
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d