BALI, Obordewata.com – Misteri hilangnya I Ketut Sadra (71), lansia asal Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, akhirnya terjawab dengan tragis.
Setelah pencarian ke sana kemari sejak 2 Juni 2026 lalu, Pekak Sadra justru sudah tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan.

Mengapa kakek yang hanya pamit menengok hewan ternak ini bisa berakhir tragis di dekat pura tanpa ada yang tahu selama belasan hari.
Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan warga, yang hendak melakukan aktivitas ngayah (gotong royong) untuk persiapan Piodalan di Pura Dalem Lebah Banjar Batugaing Kaja, Minggu (14/6) pagi sekitar pukul 06.30 WITA.
Saat bersiap-siap, warga mendadak mencium bau busuk yang sangat menyengat. Karena penasaran dan curiga, warga menyisir area sekitar dan langsung syok saat menemukan sumber bau di sebelah utara pura.
Di sanalah tubuh kaku Pekak Sadra terbujur kaku.
Kronologi Singkat Kejadian:
2 Juni 2026: Pekak Sadra pamit ke belakang rumah membawa sabit untuk melihat hewan peliharaan sekitar pukul 13.30 WITA, namun tak kunjung kembali hingga hilang.
14 Juni 2026: Jasad korban dalam kondisi membusuk oleh warga yang hendak ngayah. Lokasi penemuan sebenarnya tidak jauh dari tempat terakhir korban terlihat.
Dievakuasi ke RSUD Singasana
Kalak BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, membenarkan kejadian tersebut. Setelah pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Pekak Sadra.
Tim Pusdalops dan TRC Regu 4 BPBD Tabanan langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Saat ini, jenazah telah telah ke RSUD Singasana untuk proses perawatan lebih lanjut. Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga. (*)

