BALI, Obordewata.com – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Airlangga Andrianto (13), dan Noval Aditya Saputra (8).
Tujuh hari pasca-kejadian dua bocah tersebut hilang terseret arus di Pantai Kuta, Badung pada Minggu (7/6) lalu, keberadaan mereka masih misterius.

Sesuai dengan prosedur dan hasil evaluasi menyeluruh, Tim SAR Gabungan akhirnya resmi menghentikan operasi pencarian terhitung sejak Minggu (14/6).
Selama sepekan penuh, Tim SAR Gabungan tidak main-main dalam melakukan penyisiran. Segala daya dan upaya telah terkerahkan demi menemukan kedua korban, bahkan hingga memperluas radius pencarian di hari terakhir.
Pada operasi hari ketujuh, petugas bahkan menerjunkan armada penuh untuk menyisir perairan Kuta dan sekitarnya:
Jalur Laut: Menggunakan rubber boat (mencakup area 3,31 mil laut persegi) dan jetski Balawista (menyisir area 3,16 mil laut persegi).
Jalur Udara: Mengerahkan satu unit Helikopter Bell 412 milik SGi dengan cakupan area yang jauh lebih luas mencapai 8,21 mil laut persegi.
Sayangnya, meski helikopter sudah memantau dari langit dan armada laut telah memecah ombak di sejumlah titik krusial, hasilnya tetap nihil. Kedua korban belum juga berhasil ketemu.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, Juni Antara, menjelaskan bahwa meskipun operasi pencarian secara mandiri oleh tim gabungan telah masuk fase penghentian, koordinasi dan pemantauan berkala akan terus berjalan.
Operasi SAR bisa terbuka dan aktif kembali sewaktu-waktu jika di kemudian hari ada informasi yang valid, bukti baru, atau petunjuk jelas mengenai keberadaan korban.
Saat ini, pihak Basarnas sangat berharap bantuan dari para nelayan, pelaku wisata, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar pesisir Pantai Kuta dan sekitarnya.
Jika melihat tanda-tanda atau petunjuk sekecil apa pun terkait korban, agar segera melapor ke pihak berwajib agar evakuasi bisa langsung. (*)

