Berita

Anggota DPRD Tabanan Desak Tindakan Tegas Terhadap Guru yang Diduga Eksploitasi Siswi di Media Sosial

919 Views

TABANAN, OborDewata.com – Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDIP, I Gusti Komang Wastana, menyerukan agar Dinas Pendidikan Tabanan segera mengambil tindakan tegas terhadap seorang oknum guru yang diduga mengeksploitasi siswinya melalui konten sensual di media sosial. Wastana mengungkapkan hal ini pada Jumat (23/8/2024), setelah upayanya untuk menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Tabanan tidak berhasil.

“Saya sudah mencoba menghubungi Kadisdik kemarin, namun hanya berhasil terhubung dengan Kabid SMP. Saya sudah sampaikan agar oknum guru ini segera ditindak tegas,” kata Wastana.

Menurut Wastana, meskipun oknum guru tersebut mengklaim bahwa pembuatan konten dilakukan atas permintaan siswa, hal itu tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa tugas guru adalah mendidik, membimbing, dan melindungi siswanya, bukan untuk mempublikasikan konten yang tidak pantas di media sosial. “Kalau prestasi atau hal-hal positif diviralkan, itu bagus, tetapi konten seperti ini tidak bisa diterima,” tambahnya.

Wastana, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, menekankan pentingnya memberikan shock terapi kepada guru tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan, baik di Tabanan maupun di Bali secara umum. “Tidak ada alasan yang masuk akal bagi seorang guru untuk memviralkan siswanya dengan konten seperti itu. Ini harus ditindak tegas,” tegasnya.

Ia juga menyadari bahwa instansi terkait mungkin kecolongan dalam menangani kasus ini. “Dinas Pendidikan baru menyadari masalah ini sekarang. Oleh karena itu, saya langsung menghubungi Kabid untuk segera mengambil tindakan dan mencegah masalah ini berkembang lebih jauh,” jelasnya.

Wastana menyatakan bahwa dirinya sebenarnya ingin memanggil Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan oknum guru yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Namun, karena Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Tabanan belum terbentuk, ia tidak memiliki kewenangan formal untuk melakukan hal tersebut saat ini. “Karena itu, kami memilih pendekatan langsung,” ujarnya.

Sebagai penutup, Wastana memberikan peringatan kepada Dinas Pendidikan agar meningkatkan pengawasan ke depan sehingga kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan bahwa viralnya kasus ini tidak hanya mencoreng citra pendidikan di Tabanan, tetapi juga berdampak di tingkat nasional. ay/dx