• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Kamis, September 24, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Painting Exhibition Silang Sengkarut Bukti Seniman Tak Harus Kuliah Seni

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
11/05/2022
in Sosial Budaya
0
Press conference Painting Exhibition

186
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Bunda Rai Laksanakan Sosialisasi Posyandu 6 SPM dan Peninjauan Persiapan Lomba Telajakan dan PSBS di Kecamatan Selemadeg dan SMK N 1 Tabanan

DJP Bali Sasar Bangku SMP, Kesadaran Pajak Ditanamkan Sejak Dini

DENPASAR, OborDewata.com – Outsider Art Project menggelar Painting Exhibition Silang Sengkarut memamerkan karya seni rupa Wayan Jengki Sunarta, Mediana Ayuning dan Bonk Ava dengan Kurator Putu Bonuz Sudiana. Ketiganya tidak lahir dari kampus dengan jurusan seni rupa. Hal itu disampaikan ketika press conference kepada awak media di Rumah Art Station, Denpasar, Jumat (6/5/2022).

Kurator Putu Bonuz Sudiana memberikan apresiasi secara khusus kepada Jengki dikenal sebagai penyair, cerpenis, novelis, dan esais. “Banyak karya-karya tidak bisa diungkapkan dalam tulisan, maka kini tunjukkan karyanya dalam bentuk lukisan,” ujarnya.

Karya-karyanya memang mencerminkan sosok karakter Jengki sendiri. Jengki merupakan alumnus Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana (1994-2000). Meski sempat mencicipi bangku kuliah Seni Lukis ISI Denpasar (2002-2003), ia lebih dikenal sebagai penyair, cerpenis, novelis, dan esais.

Sedangkan Mediana Ayuning Putri Pradnyasasmitha kini menempuh pendidikan S-1 di Fakultas Biologi Universitas Udayana. Dunia anime dan hobi melukis sejak kanak-kanak serta pertemuan dengan mereka yang melukis sesuka hati memberi jalan lapang bagi Medi. Bonk Ava pun demikian. Lahir dari pergulatan di Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP), pria bernama asli Putu Sumadana ini pantang membatasi diri mengeksplorasi media dalam melukis. Kertas kado, bungkus rokok, kotak korek api, dan segala yang berbau kertas disikatnya.

“Silang Sengkarut ini digarap dengan serius dan sungguh-sungguh oleh tim kerja yang tekun dan telaten serta saling bersinergi. Saya salut dengan tim kerja yang digerakkan oleh Ari Antoni yang sekaligus sebagai promotor pameran ini,” ucap Jengki.

Ungkapnya Silang Sengkarut merupakan tajuk pameran yang mengacu pada karya-karya tiga pelukis yang berpameran. Gaya dan tematik yang diangkat masing-masing pelukis berbeda-beda, namun saling bersentuhan satu sama lain. Seolah seperti silang sengkarut atau jalin- menjalin. Masing-masing pelukis berupaya mengeksplorasi kecenderungan tematik yang disukai. Berusaha menemukan karakter dan jati diri dalam pergumulan dengan seni lukis.

“Tematik yang saya angkat dalam pameran ini lebih mengacu kepada persoalan banalitas seksualitas. Saya mengekspresikan banalitas itu lewat karya-karya yang relatif nakal, satir, sinis. Sebenarnya saya sedang menyampaikan kritik lewat karya-karya saya. Misalnya lewat simbol penis menjulur-julur. Itu kritik saya terhadap orang-orang yang lebih membanggakan penis ketimbang otak. Misalnya kita bisa lihat dalam keseharian produk-produk terkait penis dan seksualitas yang banyak diminati,” rinci Jengki sembari menyebut kurator Putu Sudiana Bonuz meloloskan 12 karyanya.

Menyoal kehadirannya sebagai pelukis Jengki curhat. Ia mengaku senang melukis sejak kanak-kanak. Namun mimpinya sekolah di SMSR (SMK Negeri 3 Sukawati, red) dan ISI Denpasar kandas karena keterbatasan biaya. “Ya saya sekolah dan kuliah di SMA dan kampus Unud. Baru setelah tamat dari Faksas Unud saya kuliah di ISI Denpasar (tidak tamat, red),” kenangnya.

Melukis bagi peraih penghargaan buku puisi terbaik Hari Puisi Indonesia 2021 itu merupakan sarana melepaskan ekspresi. Saat jenuh menulis atau stres, Jengki melukis.

“Menulis kan perlu konsentrasi penuh. Sementara dengan melukis saya bisa sambil ngobrol; suatu hal yang tak bisa dilakukan dalam menulis. Saya menemukan kanal pembebasan dan kebebasan dalam melukis,” tandas pria lajang kelahiran 22 Juni 1975 itu.

Jengki tak menampik Silang Sengkarut merupakan wadah sekaligus motivasi agar ia bisa terus berkarya dan meningkatkan kualitas goresan tangannya. Ia pun berharap pameran ini bisa diapresiasi oleh para penikmat seni rupa, khususnya di Pulau Dewata.

“Setiap orang berpameran seni lukis tentu juga berharap agar karyanya laku. Ya semoga ada pihak-pihak yang berminat mengapresiasi dan membeli karya-karya kami. Agar kami bisa beli cat dan kanvas lagi. Hehe,” kelakar pria yang didapuk sebagai pembicara seminar “Membangun Dinamika Seni Rupa Indonesia” di Galeri Nasional Jakarta tahun 2007 silam.

Sementara Penikmat Seni Rupa Geg Ary Suharsani menambahkan, dalam menjalani proses, tiap seniman menempuh langkahnya masing-masing, bertemankan obsesi masing-masing.

Tak jarang sebagian dari mereka justru menitikberatkan pada pencarian- pencarian dan menuangkan kegelisahan hingga terwujudlah sebuah karya, tanpa terpaku pada pakem-pakem normal melukis, hingga memunculkan karya yang unik dan tak biasa serta justru menjadi identitas sang pelukis. Sebagian menyebutnya sebagai outsider art.

Maclagan mendefinisikan Outsider Art sebagai seni yang diciptakan oleh orang-orang yang tidak mengikuti ekspektasi sosial dalam hal nilai-nilai dan definisi kenormalan hingga para penciptanya sendiri tidak merasa atau mengklaim dirinya adalah seniman.

Hal itulah yang mencetuskan pameran kali ini, yang kami berikan nama Silang Sengkarut: berusaha menampilkan karya-karya pelukis yang sedang gigih berproses, memberikan jiwa dan “menghidupkan” karya-karya mereka dengan menempuh langkah dan pakem yang mereka yakini dan miliki.

Dikatakan pula, Jengki Sunarta adalah seorang penyair yang telah menemukan dirinya dalam puisi, dia telah melebur dalam deretan kata-kata, hingga puisi adalah Jengki dan Jengki adalah puisi. Belakangan ini dia seolah sedang membiarkan dirinya dimabuk oleh goresan garis serta perpaduan warna.

Dalam lukisan-lukisannya Jengki seolah sedang menjalani sebuah tingkatan lebih lanjut sesudah puisi, tanpa meninggalkan kenakalan jiwa mudanya.

Tanpa sungkan dia menampilkan isi hatinya di atas media, tanpa maksud menyembunyikan. Menyaksikan karya Jengki adalah melihat bagaimana romantisme berbaur dengan penemuan jati diri tanpa melepaskan “kenakalan” yang selalu hidup dalam jiwanya hingga kini.

Sedangkan pada lukisan karya Bonk Ava, pihaknya akan menikmati ekpresi kegelisahan pada suatu keadaan, eksplorasi kreatifitas serta perbauran “kepolosan”. Jika Jengki nakal dan jahil, maka Bonk polos apa adanya, lurus, naif.

Eksplorasi kreatifitas Bonk, terlihat pada jelinya ia memanfaat media: kertas kado, bungkus rokok, dan kotak korek api kayu pun disikat olehnya. Semua itu kemudian berpadu pada permainan warna yang cenderung cerah sehingga ekspresi kegelisahan yang ingin ditampilkan “seolah” seperti hal ringan yang bisa kita tertawakan bersama, kemudian akan sirna seiring dengan berakhirnya tawa.

Sedangkan Mediana kemudian akan mengajak berwisata jauh ke dalam diri. Ia menawarkan sajian yang sungguh berbeda. Kesukaannya pada anime dan latar belakang study jurusan Biologi membuatnya lihai membuat kita terkejut dan mungkin sebagian akan bergidik.

Pada karya-karyanya yang begitu eksplosif dan cenderung dark, Mediana seolah berteriak begitu lantang. Melalui pisau, darah, tengkorak, telinga, dia membebaskan diri untuk menyuarakan kegelisahannya, tanpa harus bertutur lantang.

“Jika Jengki dan Bonk membuat kita terkejut karena kenakalan dan kepolosan masing-masing, maka Mediana membuat kita terkejut karena karyanya menghentak dan membuat kita tersentak tanpa basa-basi,” ungkapnya.

Begitu beragamnya masing-masing pelukis menyajikan teknik masing-masing, satu hal yang tersirat pada tiap karya yang ditampilkan adalah betapa kenangan, keinginan dan pengalaman hidup yang mereka alami telah menjejak di sana. aya/sathya

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
I Kadek Saputra

I Kadek Saputra

Related Posts

Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas
Sosial Budaya

Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas

12/09/2026
Nuanu Jadi Panggung Dunia, Art & Bali 2026 Hadirkan 300 Seniman
Sosial Budaya

Nuanu Jadi Panggung Dunia, Art & Bali 2026 Hadirkan 300 Seniman

11/09/2026
Sembahyang Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dengan Alam
Sosial Budaya

Sembahyang Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dengan Alam

05/09/2026
Wujud Solidaritas, Gubernur Bali Lepas 9 Truk Bantuan Logistik untuk Korban Bencana NTT
Sosial Budaya

Wujud Solidaritas, Gubernur Bali Lepas 9 Truk Bantuan Logistik untuk Korban Bencana NTT

31/08/2026
HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana
Sosial Budaya

HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana

23/08/2026
HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Program Magang Hub Kemanaker
Sosial Budaya

HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Program Magang Hub Kemanaker

23/08/2026
Next Post
Polres Bandara Himbau Pengguna Jasa Bandara Taati Aturan Prokes

Polres Bandara Himbau Pengguna Jasa Bandara Taati Aturan Prokes

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Bunda Rai Laksanakan Sosialisasi Posyandu 6 SPM dan Peninjauan Persiapan Lomba Telajakan dan PSBS di Kecamatan Selemadeg dan SMK N 1 Tabanan

Bunda Rai Laksanakan Sosialisasi Posyandu 6 SPM dan Peninjauan Persiapan Lomba Telajakan dan PSBS di Kecamatan Selemadeg dan SMK N 1 Tabanan

24/09/2026
DJP Bali Sasar Bangku SMP, Kesadaran Pajak Ditanamkan Sejak Dini

DJP Bali Sasar Bangku SMP, Kesadaran Pajak Ditanamkan Sejak Dini

24/09/2026
PLN Tambah Daya Gedung USDI Unud, Kapasitas Listrik Naik Jadi 555 kVA

PLN Tambah Daya Gedung USDI Unud, Kapasitas Listrik Naik Jadi 555 kVA

23/09/2026
Bawa Nama Bali ke Piala Soeratin Nasional, Bali United U-13 Dapat Dukungan Rp45 Juta

Bawa Nama Bali ke Piala Soeratin Nasional, Bali United U-13 Dapat Dukungan Rp45 Juta

23/09/2026
Currently Playing
Bunda Rai Laksanakan Sosialisasi Posyandu 6 SPM dan Peninjauan Persiapan Lomba Telajakan dan PSBS di Kecamatan Selemadeg dan SMK N 1 Tabanan

Bunda Rai Laksanakan Sosialisasi Posyandu 6 SPM dan Peninjauan Persiapan Lomba Telajakan dan PSBS di Kecamatan Selemadeg dan SMK N 1 Tabanan

24/09/2026
DJP Bali Sasar Bangku SMP, Kesadaran Pajak Ditanamkan Sejak Dini

DJP Bali Sasar Bangku SMP, Kesadaran Pajak Ditanamkan Sejak Dini

24/09/2026
PLN Tambah Daya Gedung USDI Unud, Kapasitas Listrik Naik Jadi 555 kVA

PLN Tambah Daya Gedung USDI Unud, Kapasitas Listrik Naik Jadi 555 kVA

23/09/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d