• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 8, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Painting Exhibition Silang Sengkarut Bukti Seniman Tak Harus Kuliah Seni

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
11/05/2022
in Sosial Budaya
0
Press conference Painting Exhibition

186
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Pelaga Eco Park Tegaskan Miliki Ijin IMB

Pakar Dunia Bahas Masa Depan AI dan Robotika, Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Genius Future Summit 2026

DENPASAR, OborDewata.com – Outsider Art Project menggelar Painting Exhibition Silang Sengkarut memamerkan karya seni rupa Wayan Jengki Sunarta, Mediana Ayuning dan Bonk Ava dengan Kurator Putu Bonuz Sudiana. Ketiganya tidak lahir dari kampus dengan jurusan seni rupa. Hal itu disampaikan ketika press conference kepada awak media di Rumah Art Station, Denpasar, Jumat (6/5/2022).

Kurator Putu Bonuz Sudiana memberikan apresiasi secara khusus kepada Jengki dikenal sebagai penyair, cerpenis, novelis, dan esais. “Banyak karya-karya tidak bisa diungkapkan dalam tulisan, maka kini tunjukkan karyanya dalam bentuk lukisan,” ujarnya.

Karya-karyanya memang mencerminkan sosok karakter Jengki sendiri. Jengki merupakan alumnus Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana (1994-2000). Meski sempat mencicipi bangku kuliah Seni Lukis ISI Denpasar (2002-2003), ia lebih dikenal sebagai penyair, cerpenis, novelis, dan esais.

Sedangkan Mediana Ayuning Putri Pradnyasasmitha kini menempuh pendidikan S-1 di Fakultas Biologi Universitas Udayana. Dunia anime dan hobi melukis sejak kanak-kanak serta pertemuan dengan mereka yang melukis sesuka hati memberi jalan lapang bagi Medi. Bonk Ava pun demikian. Lahir dari pergulatan di Jatijagat Kehidupan Puisi (JKP), pria bernama asli Putu Sumadana ini pantang membatasi diri mengeksplorasi media dalam melukis. Kertas kado, bungkus rokok, kotak korek api, dan segala yang berbau kertas disikatnya.

“Silang Sengkarut ini digarap dengan serius dan sungguh-sungguh oleh tim kerja yang tekun dan telaten serta saling bersinergi. Saya salut dengan tim kerja yang digerakkan oleh Ari Antoni yang sekaligus sebagai promotor pameran ini,” ucap Jengki.

Ungkapnya Silang Sengkarut merupakan tajuk pameran yang mengacu pada karya-karya tiga pelukis yang berpameran. Gaya dan tematik yang diangkat masing-masing pelukis berbeda-beda, namun saling bersentuhan satu sama lain. Seolah seperti silang sengkarut atau jalin- menjalin. Masing-masing pelukis berupaya mengeksplorasi kecenderungan tematik yang disukai. Berusaha menemukan karakter dan jati diri dalam pergumulan dengan seni lukis.

“Tematik yang saya angkat dalam pameran ini lebih mengacu kepada persoalan banalitas seksualitas. Saya mengekspresikan banalitas itu lewat karya-karya yang relatif nakal, satir, sinis. Sebenarnya saya sedang menyampaikan kritik lewat karya-karya saya. Misalnya lewat simbol penis menjulur-julur. Itu kritik saya terhadap orang-orang yang lebih membanggakan penis ketimbang otak. Misalnya kita bisa lihat dalam keseharian produk-produk terkait penis dan seksualitas yang banyak diminati,” rinci Jengki sembari menyebut kurator Putu Sudiana Bonuz meloloskan 12 karyanya.

Menyoal kehadirannya sebagai pelukis Jengki curhat. Ia mengaku senang melukis sejak kanak-kanak. Namun mimpinya sekolah di SMSR (SMK Negeri 3 Sukawati, red) dan ISI Denpasar kandas karena keterbatasan biaya. “Ya saya sekolah dan kuliah di SMA dan kampus Unud. Baru setelah tamat dari Faksas Unud saya kuliah di ISI Denpasar (tidak tamat, red),” kenangnya.

Melukis bagi peraih penghargaan buku puisi terbaik Hari Puisi Indonesia 2021 itu merupakan sarana melepaskan ekspresi. Saat jenuh menulis atau stres, Jengki melukis.

“Menulis kan perlu konsentrasi penuh. Sementara dengan melukis saya bisa sambil ngobrol; suatu hal yang tak bisa dilakukan dalam menulis. Saya menemukan kanal pembebasan dan kebebasan dalam melukis,” tandas pria lajang kelahiran 22 Juni 1975 itu.

Jengki tak menampik Silang Sengkarut merupakan wadah sekaligus motivasi agar ia bisa terus berkarya dan meningkatkan kualitas goresan tangannya. Ia pun berharap pameran ini bisa diapresiasi oleh para penikmat seni rupa, khususnya di Pulau Dewata.

“Setiap orang berpameran seni lukis tentu juga berharap agar karyanya laku. Ya semoga ada pihak-pihak yang berminat mengapresiasi dan membeli karya-karya kami. Agar kami bisa beli cat dan kanvas lagi. Hehe,” kelakar pria yang didapuk sebagai pembicara seminar “Membangun Dinamika Seni Rupa Indonesia” di Galeri Nasional Jakarta tahun 2007 silam.

Sementara Penikmat Seni Rupa Geg Ary Suharsani menambahkan, dalam menjalani proses, tiap seniman menempuh langkahnya masing-masing, bertemankan obsesi masing-masing.

Tak jarang sebagian dari mereka justru menitikberatkan pada pencarian- pencarian dan menuangkan kegelisahan hingga terwujudlah sebuah karya, tanpa terpaku pada pakem-pakem normal melukis, hingga memunculkan karya yang unik dan tak biasa serta justru menjadi identitas sang pelukis. Sebagian menyebutnya sebagai outsider art.

Maclagan mendefinisikan Outsider Art sebagai seni yang diciptakan oleh orang-orang yang tidak mengikuti ekspektasi sosial dalam hal nilai-nilai dan definisi kenormalan hingga para penciptanya sendiri tidak merasa atau mengklaim dirinya adalah seniman.

Hal itulah yang mencetuskan pameran kali ini, yang kami berikan nama Silang Sengkarut: berusaha menampilkan karya-karya pelukis yang sedang gigih berproses, memberikan jiwa dan “menghidupkan” karya-karya mereka dengan menempuh langkah dan pakem yang mereka yakini dan miliki.

Dikatakan pula, Jengki Sunarta adalah seorang penyair yang telah menemukan dirinya dalam puisi, dia telah melebur dalam deretan kata-kata, hingga puisi adalah Jengki dan Jengki adalah puisi. Belakangan ini dia seolah sedang membiarkan dirinya dimabuk oleh goresan garis serta perpaduan warna.

Dalam lukisan-lukisannya Jengki seolah sedang menjalani sebuah tingkatan lebih lanjut sesudah puisi, tanpa meninggalkan kenakalan jiwa mudanya.

Tanpa sungkan dia menampilkan isi hatinya di atas media, tanpa maksud menyembunyikan. Menyaksikan karya Jengki adalah melihat bagaimana romantisme berbaur dengan penemuan jati diri tanpa melepaskan “kenakalan” yang selalu hidup dalam jiwanya hingga kini.

Sedangkan pada lukisan karya Bonk Ava, pihaknya akan menikmati ekpresi kegelisahan pada suatu keadaan, eksplorasi kreatifitas serta perbauran “kepolosan”. Jika Jengki nakal dan jahil, maka Bonk polos apa adanya, lurus, naif.

Eksplorasi kreatifitas Bonk, terlihat pada jelinya ia memanfaat media: kertas kado, bungkus rokok, dan kotak korek api kayu pun disikat olehnya. Semua itu kemudian berpadu pada permainan warna yang cenderung cerah sehingga ekspresi kegelisahan yang ingin ditampilkan “seolah” seperti hal ringan yang bisa kita tertawakan bersama, kemudian akan sirna seiring dengan berakhirnya tawa.

Sedangkan Mediana kemudian akan mengajak berwisata jauh ke dalam diri. Ia menawarkan sajian yang sungguh berbeda. Kesukaannya pada anime dan latar belakang study jurusan Biologi membuatnya lihai membuat kita terkejut dan mungkin sebagian akan bergidik.

Pada karya-karyanya yang begitu eksplosif dan cenderung dark, Mediana seolah berteriak begitu lantang. Melalui pisau, darah, tengkorak, telinga, dia membebaskan diri untuk menyuarakan kegelisahannya, tanpa harus bertutur lantang.

“Jika Jengki dan Bonk membuat kita terkejut karena kenakalan dan kepolosan masing-masing, maka Mediana membuat kita terkejut karena karyanya menghentak dan membuat kita tersentak tanpa basa-basi,” ungkapnya.

Begitu beragamnya masing-masing pelukis menyajikan teknik masing-masing, satu hal yang tersirat pada tiap karya yang ditampilkan adalah betapa kenangan, keinginan dan pengalaman hidup yang mereka alami telah menjejak di sana. aya/sathya

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
I Kadek Saputra

I Kadek Saputra

Related Posts

TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu
Sosial Budaya

TP PKK Kabupaten Tabanan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Kelembagaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu

23/10/2026
Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Sosial Budaya

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk
Sosial Budaya

Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk

11/10/2026
Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali
Sosial Budaya

Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali

11/10/2026
Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi  Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan
Nasional

Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

10/10/2026
Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia
Sosial Budaya

Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia

09/10/2026
Next Post
Polres Bandara Himbau Pengguna Jasa Bandara Taati Aturan Prokes

Polres Bandara Himbau Pengguna Jasa Bandara Taati Aturan Prokes

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

04/06/2025
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Pelaga Eco Park Tegaskan Miliki Ijin IMB

Pelaga Eco Park Tegaskan Miliki Ijin IMB

08/11/2026
Pakar Dunia Bahas Masa Depan AI dan Robotika, Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Genius Future Summit 2026

Pakar Dunia Bahas Masa Depan AI dan Robotika, Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Genius Future Summit 2026

06/11/2026
Bagikan 2.000 Es Krim, YILI dan Joyday Meriahkan AMRun 5K 2026 di Sanur

Bagikan 2.000 Es Krim, YILI dan Joyday Meriahkan AMRun 5K 2026 di Sanur

06/11/2026
OJK Perkuat Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun, Bidik Industri Lebih Tangguh dan Inklusif

OJK Perkuat Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun, Bidik Industri Lebih Tangguh dan Inklusif

06/11/2026
Currently Playing
Pelaga Eco Park Tegaskan Miliki Ijin IMB

Pelaga Eco Park Tegaskan Miliki Ijin IMB

08/11/2026
Pakar Dunia Bahas Masa Depan AI dan Robotika, Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Genius Future Summit 2026

Pakar Dunia Bahas Masa Depan AI dan Robotika, Nuanu Creative City Jadi Tuan Rumah Genius Future Summit 2026

06/11/2026
Bagikan 2.000 Es Krim, YILI dan Joyday Meriahkan AMRun 5K 2026 di Sanur

Bagikan 2.000 Es Krim, YILI dan Joyday Meriahkan AMRun 5K 2026 di Sanur

06/11/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d