Mengangkat tema “Solid Berkontribusi, Tangguh Berkapabilitas, Serikat Pekerja Berdaya, Pegadaian Jaya, Karyawan Sejahtera”, Rakornas tersebut diikuti perwakilan anggota Serikat Pekerja dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kegiatan secara resmi dibuka Wakil Direktur Utama PT Pegadaian, Budi Wahju Soesilo. Sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan, di antaranya penguatan hubungan industrial, peningkatan kompetensi dan produktivitas pekerja, serta upaya mendorong kesejahteraan karyawan seiring dengan perkembangan dan transformasi perusahaan.
Ketua Umum SP Pegadaian, Mufri Yandi, menegaskan bahwa keberadaan Serikat Pekerja tidak hanya berfungsi sebagai wadah penyampaian dan perjuangan aspirasi anggota, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan dan kemajuan perusahaan.
Menurutnya, soliditas organisasi harus diwujudkan melalui kolaborasi nyata, sedangkan peningkatan kapabilitas pekerja menjadi modal penting untuk memperkuat profesionalisme, produktivitas, dan daya saing perusahaan.
Ia berpandangan, kesejahteraan karyawan dan pertumbuhan perusahaan merupakan dua kepentingan yang tidak dapat dipisahkan. Perusahaan yang sehat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan sejahtera. Sebaliknya, kesejahteraan pekerja yang berkelanjutan juga ditopang oleh perusahaan yang mampu tumbuh dan bersaing.
Mufri juga mengingatkan pentingnya konsistensi seluruh pihak dalam melaksanakan kesepakatan hubungan industrial, khususnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Menurutnya, keberhasilan merumuskan PKB harus diikuti dengan komitmen untuk menjalankan setiap ketentuan secara konsisten. Dengan demikian, hubungan antara pekerja dan manajemen tidak hanya terbangun melalui kesepakatan formal, tetapi juga diperkuat oleh integritas dan tanggung jawab bersama.
Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa hubungan harmonis antara manajemen dan Serikat Pekerja menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong kemajuan perusahaan.
Ia menilai komunikasi terbuka, kolaborasi konstruktif, dan peningkatan kompetensi harus terus diperkuat agar seluruh insan Pegadaian mampu menghadapi perubahan serta bergerak dalam arah yang sama.
Dengan sinergi yang terjaga, Pegadaian diharapkan semakin adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan.
Sementara itu, Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, menekankan pentingnya kesamaan komitmen antara manajemen dan Serikat Pekerja dalam menghadapi transformasi perusahaan, termasuk dinamika perubahan ekosistem BUMN di bawah Danantara.
Melalui semangat “One Commitment, Shared Future”, seluruh insan Pegadaian diharapkan memiliki kesamaan visi dan tujuan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, mengembangkan talenta, serta meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Tribuana juga menegaskan bahwa kesiapan pekerja menghadapi perubahan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan transformasi perusahaan. Karena itu, kolaborasi antara manajemen dan Serikat Pekerja perlu terus dipelihara sebagai kekuatan bersama.
Pada kesempatan tersebut, Tribuana Tunggadewi sekaligus secara resmi menutup rangkaian Rakornas SP Pegadaian 2026. Penutupan kegiatan menjadi penegasan kembali komitmen bersama untuk menjaga hubungan industrial yang kondusif, meningkatkan kapabilitas pekerja, serta memperkuat kesejahteraan karyawan.
Melalui Rakornas ini, Pegadaian berharap tercipta keselarasan langkah seluruh jajaran perusahaan dan Serikat Pekerja dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan menuju 2030.
Soliditas organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan sinergi berkelanjutan diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Pegadaian yang semakin maju dan berdaya saing, sejalan dengan peningkatan kesejahteraan seluruh karyawannya. (rls/tim)




















