DENPASAR, OborDewata.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. mengunjungi jajaran pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (22/10/2026). Kunjungan silaturahmi ini dilakukan guna memperkuat sinergi dan komunikasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Pulau Dewata.
Acara yang mengusung tema “Mempererat Sinergitas dan Sewanam dalam Menjaga Kerukunan serta Keharmonisan Masyarakat Bali” tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, S.H., dan Anggota Komisi III DPR RI, Dr. I Wayan Sudirta, S.H., M.H. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi strategis yang membahas sejumlah isu mendesak, mulai dari keamanan pariwisata, pengamanan kegiatan adat, penegakan hukum, pelayanan publik, hingga penanganan kasus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan perlindungan aset tanah desa adat.
Sebagai pejabat baru, Irjen Pol. Pasma Royce menegaskan bahwa safari ke berbagai elemen masyarakat dan tempat ibadah lintas agama merupakan kewajibannya. Sebelum mendatangi PHDI, Kapolda telah melakukan rangkaian Sambang Kamtibmas ke Masjid At-Taqwa, Masjid Agung Ibnu Batutah, GKPB Kristus Kasih, dan Pura Agung Jagatnatha.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah konsolidasi internal sekaligus melakukan mapping potensi gangguan keamanan yang ada selama ini. Dengan skala prioritas, kita akan melakukan percepatan pengerahan personel melalui kegiatan kepolisian. Berbagai masukan dari tokoh agama hari ini tentu menjadi bahan evaluasi kami,” ujar Irjen Pol. Pasma Royce.
Selain fokus pada kamtibmas, Kapolda juga membeberkan agenda kerja sama ke depan bersama pihak imigrasi untuk menangani pelanggaran hukum oleh warga asing serta penguatan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan ini menjadi awal dari hubungan komunikasi yang lebih solid dan berkelanjutan. Kenak juga memaparkan program kerja PHDI, termasuk koordinasi isu sosial seperti BBM dan komitmen melanjutkan pembinaan warga binaan di Lapas Perempuan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.
Di tempat yang sama, Anggota Komisi III DPR RI, Dr. I Wayan Sudirta, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan humanis Kapolda Bali di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Sudirta menilai aksi turun langsung ke masyarakat ini merupakan wujud nyata implementasi slogan “Polisi Bersama Masyarakat” yang layak menjadi percontohan nasional.
“Hari ini saya memperoleh keyakinan bahwa Polda Bali tidak akan mengecewakan kita. Saya berharap Polda-Polda lain meniru cara Polda Bali dalam menyerap aspirasi warga secara seksama,” kata Sudirta.
Dalam kesempatan tersebut, Sudirta memberikan sejumlah catatan penting kepada Kapolda Bali. Ia meminta kepolisian memberikan perhatian serius pada penanganan kasus LPD tanpa membekukan aset-asetnya, serta menindak tegas oknum yang mengubah kepemilikan tanah desa adat menjadi milik pribadi. Terlebih, momentum pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru per 2 Januari 2026 dinilai harus dioptimalkan untuk menjaga kelestarian hukum adat di Bali. tra/tim/dx




















