BADUNG, OborDewata.com – Ketua DPRD Kabupaten Badung, Gusti Anom Gumanti, SH, MH, menghadiri rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, serta Upacara Manusa Yadnya Mepandes (Metatah) massal yang diselenggarakan di Desa Adat Kuta pada Kamis (10/9/2026). Kehadiran pimpinan legislatif ini menjadi bukti nyata komitmen dan perhatian penuh pemerintah daerah terhadap penguatan adat, budaya, dan keagamaan masyarakat Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Gusti Anom Gumanti menegaskan bahwa kehadiran jajaran legislatif di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan moral dan apresiasi atas semangat gotong royong warga dalam menjaga kelestarian tradisi leluhur.
“Kehadiran legislatif ini sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan adat yang digelar masyarakat,” ujar politisi PDI Perjuangan asal Kuta tersebut saat meninjau pelaksanaan ritual di Bale Peyadnyan Desa Adat Kuta.
Gusti Anom Gumanti juga menambahkan bahwa upacara massal ini bukan sekadar rutinitas adat, melainkan wujud bakti dan penghormatan yang mendalam kepada leluhur. Nilai-nilai spiritual inilah yang menjadi pilar utama dalam pelaksanaan ajaran agama Hindu dan adat Bali yang harus terus dijaga lintas generasi.
Kehadiran Gusti Anom Gumanti didampingi oleh sejumlah anggota DPRD Badung lainnya, antara lain Ketua Komisi IV I Nyoman Graha Wicaksana, I Wayan Puspa Negara, dan I Nyoman Sudana.
Sementara itu, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung serta Provinsi Bali. Ia melaporkan bahwa upacara massal yang memuncak pada 11 September ini mencakup prosesi Ngaben (12 sawa), Nyekah (91 sawa), Warak Keruron (60 sawa), Ngelangkir (20 sawa), dan Mepandes (68 orang), yang seluruh sarana upacaranya (banten) dikerjakan secara gotong royong oleh srati banten dari 13 banjar di Desa Adat Kuta. tra/dx





















