TABANAN, OborDewata.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bela Negara Angkatan I bagi Pejabat Pimpinan Tinggi, Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Sebanyak 100 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti pelatihan selama enam hari dengan pola asrama di Rindam IX/Udayana.
Pembukaan Diklat Bela Negara berlangsung di Lapangan Dwi Warna Purwa Cendikia Wusana atau Lapangan Hitam Rindam IX/Udayana, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan memperkuat disiplin, integritas, karakter dan jiwa kepemimpinan aparatur.
Diklat tersebut dihadiri Komandan Rindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, para asisten Sekda, kepala perangkat daerah, narasumber, instruktur serta seluruh peserta pelatihan.
Bupati Sanjaya menegaskan, pendidikan dan pelatihan bela negara bukan semata-mata kegiatan pembinaan fisik dan kedisiplinan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi ASN untuk memperkuat kembali pemahaman mengenai jati diri, tugas, tanggung jawab serta makna pengabdian kepada masyarakat dan negara.
“Kita adalah aparatur pemerintah, bukan hanya pemegang jabatan atau pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi bagian dari kekuatan bangsa yang setiap hari hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Sanjaya.
Menurutnya, semangat bela negara bagi seorang ASN dapat diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Disiplin bekerja, kejujuran dalam menjalankan amanah, keberanian mengambil keputusan yang benar, loyalitas kepada negara serta mengutamakan kepentingan masyarakat merupakan bentuk nyata bela negara dalam lingkungan pemerintahan.
Di tengah tantangan pemerintahan yang semakin kompleks, Sanjaya menilai ASN tidak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual. Aparatur juga harus memiliki karakter kuat, integritas, kedisiplinan, ketangguhan serta kemampuan beradaptasi.
Karena itu, ia berharap pelaksanaan Diklat Bela Negara mampu membentuk aparatur yang semakin disiplin, solid dan bertanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan.
“ASN harus memiliki karakter yang kuat, mampu bekerja sama, peduli dan siap menghadapi berbagai tantangan. Semua itu penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Sanjaya mengatakan, pelaksanaan Diklat Bela Negara di Rindam IX/Udayana telah lama direncanakan. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Tabanan membangun kedisiplinan aparatur sebagaimana arahan yang diterima setelah dirinya bersama Wakil Bupati dilantik.
Menurut Sanjaya, kedisiplinan menjadi pondasi utama sebelum aparatur menjalankan berbagai tugas pemerintahan. Melalui pelatihan tersebut, para pejabat diharapkan mampu memperkuat kerja sama, gotong royong dan kebersamaan.
“Sebelum melaksanakan tugas, yang terpenting adalah kedisiplinan. Di sinilah tempat untuk menimba ilmu kedisiplinan, membangun kerja sama, gotong royong dan kebersamaan. Kalau semuanya dilakukan dengan kolaborasi dan disiplin, saya yakin ASN Kabupaten Tabanan akan semakin maju dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sanjaya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Diklat Bela Negara bagi pejabat pemerintah daerah tersebut menjadi yang pertama dilaksanakan di Bali.
Kepada seluruh peserta, Sanjaya meminta agar mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya mampu memberikan instruksi, tetapi juga harus mampu menjadi contoh bagi bawahannya.
“Pemimpin harus hadir di depan sebagai teladan, di tengah sebagai penggerak, dan di belakang sebagai pemberi kekuatan,” pesannya.
Bupati juga menekankan pentingnya membangun karakter ASN yang mampu disiplin tanpa harus diawasi, bekerja tanpa harus diperintah serta bertanggung jawab tanpa harus selalu diminta.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tabanan I Nyoman Sastera Wibawa mengatakan, Diklat Bela Negara bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur terhadap nilai-nilai bela negara sekaligus membentuk ASN yang disiplin, berintegritas, bertanggung jawab dan loyal.
Pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat mental dan karakter, meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama tim serta membangun soliditas dan sinergitas antarpejabat di lingkungan Pemkab Tabanan.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas aparatur serta pelayanan publik di Kabupaten Tabanan,” ujarnya.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan 10 materi pelatihan, mulai dari pembekalan nilai-nilai bela negara, pembinaan mental dan karakter, hingga kegiatan fisik dan ketangkasan.
Melalui Diklat Bela Negara tersebut, Pemkab Tabanan berharap lahir aparatur yang memiliki semangat nasionalisme, kedisiplinan tinggi dan jiwa kepemimpinan yang kuat, sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang semakin profesional dan berkualitas kepada masyarakat. (rls/tim)





















