• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, September 12, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Opini

Dilemanya Petani Bali, Antara Tanam Padi atau Tanam Beton

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
25/07/2026
in Opini
0
Ket foto: I Kadek Saputra

188
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Gubernur Koster Pimpin Pembongkaran Vila di Hutan Desa Pejarakan

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Terkait Raperda APBD Perubahan 2026

Pariwisata Bali memang menggiurkan, apalagi kalau sudah melihat hamparan terasering sawah, sepoinya angin persawahan sambil menikmati secangkir kopi sudah pasti mendapatkan sensasi yang luar biasa. Dibalik keindahan persawahan di Bali, sudah tentu hasil karya tangan legam dan keringat para petani yang terabaikan, raungan suara mesin traktor sawah pun menandakan kegigihan para petani yang mempertahankan lahan mereka, tapi di balik itu ada juga pertanyaan besar para petani sampai kapan bertahan mempertahankan lahan mereka? Bagaimana dengan generasi selanjutnya, apakah bisa masih menanam padi? Atau apa sudah menanam beton?

Disinilah kegundahan para petani, ujian keteguhan mempertahankan lahan mereka sangat besar, kalau petani bernasib baik mempunyai taraf hidup baik sudah pasti lahan persawahan mereka sudah dipastikan aman untuk anak cucunya, tetapi ketika kehidupan petani itu pas-pasan ditambah lagi harus membiayai anaknya yang sedang sekolah dengan impiannya sampai menempuh bangku kuliah, jelas ini merupakan ujian berat para petani, belum lagi dengan biaya urusan adat yang harus dikeluarkannya, jelas hal tersebut membutuhkan isi dompet yang ekstra. Sedangkan panen padi disawah hanya setahun hanya dua kali, dan itu juga tergantung cuaca yang menentukan jumlah hasil panen mereka.

Adanya fenomena ini yang membuat para petani merelakan lahan mereka ditanami beton, kalau seperti ini siapa yang disalahkan? Apakah salah petani menjual lahan mereka, dengan hidup yang pas-pasan harus membekali anak mereka sekolah, mengeluarkan biaya kebutuhan sekolah, seragam, sepatu, buku, tas, dan embel-embel lainya, belum lagi haru bayar uang komite sekolah, tapi pemerintah koar-koar sekolah gratis.

Itu baru permasalahan petani terhadap anaknya yang butuh hanya pada tahap wajib sekolah 9 tahun, belum lagi adanya biaya perawatan lahan, beli bibit padi, biaya traktor, biaya pupuk yang lumayan semakin dalam petani merogoh kantongnya, ditambah lagi biaya iuran subak.

Sungguh naas nasib petani, sudah sawah dinikmati wisatawan tapi yang menerima hasilnya jelas bukan petani, dan ini sangat ironi jerih payah yang tak dihargai dalam pariwisata di Bali. Coba bayangkan, ketika para investor yang mendirikan usahanya berada di persawahan, dan para petani melarang lahan sawahnya untuk dinikmati sebagai pemandangan, sudah dijamin hotel atau villa tersebut pasti akan sepi.

Saking polos para petani di Bali yang tidak banyak tuntutan, mereka pun diiming-imingi janji manis politik, berbagai janji terucap dari mulut politikus dari janji mendapatkan subsidi pupuk dan harga gabah yang stabil ketika panen raya, hal tersebut hanya bualan belaka dan terbukti kesejahteraan nasib petani pun sama sekali tidak ada yang diperjuangkan, terlihat dari legamnya kulit hitam kemerahan yang menandakan keras dan pahitnya para petani yang tidak juga mendapatkan layanan fasilitas elite.

Bayangkan ketika Bali tidak ada lagi para petani, apakah luasnya hamparan hijau persawahan masih bisa di nikmati? Apakah Bali masih menarik lagi untuk wisatawan? Jadi wajar saja ketika para petani memilih menjual lahannya, toh pemerintah juga dalam membina petani juga tidak serius, sedangkan operasional dalam bertani pun lumayan tinggi, mengajukan KUR juga belum tentu diterima, salah-salah manajemen lahan pertanian bisa disita.

Disinilah ketegasan pemerintah daerah harus konsisten bila ingin pertanian Bali dipertahankan, lahan-lahan persawahan seluruh Bali harus dibebas pajakan 100 persen, guna mempertahankan persawahan. Selain itu juga pemerintah harus mampu memberikan dana biaya perawatan rutin untuk subak di Bali, subsidi pupuk yang merata serta menggratiskan benih padi bagi para petani.

Bila perlu pemerintah memberikan program pendidikan gratis untuk anak petani sampai sarjana, sehingga petani tidak dilema lagi antara menanam padi atau menanam beton.

Sedangkan bagi para pelaku pariwisata yang menjual view persawahan harus bisa memberikan kompensasi untuk para petani, kalau perlu berikan mereka pelatihan berkomunikasi dengan tamu untuk menambah income mereka, untuk dijadikan guide dalam bidang bercocok tanam, tur edukasi bertani, pengolahan produk lokal. (*)

Oleh: I Kadek Saputra

 

 

 

 

 

 

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
I Kadek Saputra

I Kadek Saputra

Related Posts

Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam
Opini

Denpasar, Buleleng, dan Tabanan Lampaui Batas Atas Inflasi: Saatnya TPID Bergerak Bersama hingga Akhir 2026

05/09/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal
Opini

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?
Opini

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal
Opini

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam
Opini

Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam

12/08/2026
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih
Opini

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Next Post
Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa di Baturiti, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku Penganiayaan

Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa di Baturiti, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku Penganiayaan

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Gubernur Koster Pimpin Pembongkaran Vila di Hutan Desa Pejarakan

Gubernur Koster Pimpin Pembongkaran Vila di Hutan Desa Pejarakan

12/09/2026
DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Terkait Raperda APBD Perubahan 2026

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Terkait Raperda APBD Perubahan 2026

12/09/2026
Ketika Flores Berduka, Keluarga Besar PLN UID Bali Bergerak

Ketika Flores Berduka, Keluarga Besar PLN UID Bali Bergerak

12/09/2026
Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas

Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas

12/09/2026
Currently Playing
Gubernur Koster Pimpin Pembongkaran Vila di Hutan Desa Pejarakan

Gubernur Koster Pimpin Pembongkaran Vila di Hutan Desa Pejarakan

12/09/2026
DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Terkait Raperda APBD Perubahan 2026

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Terkait Raperda APBD Perubahan 2026

12/09/2026
Ketika Flores Berduka, Keluarga Besar PLN UID Bali Bergerak

Ketika Flores Berduka, Keluarga Besar PLN UID Bali Bergerak

12/09/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d