• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Sang Hyang Pasupati & Pusat Leluhur Umat Hindu Kaitan Hari Tumpek Landep

Astra by Astra
22/02/2025
in Sosial Budaya
0
Sembahyang Tumpek Landep.

172
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Kecelakaan Tunggal di Tol Bali Mandara, WNA Ausie Dibawa ke RS

Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh Positif Hingga Akhir 2026

BALI, OborDewata.com – Banyak warga Hindu, khususnya di Bali berpikir bahwa Tumpek Landep adalah odalan senjata tajam dan besi.

Namun filosofi Tumpek Landep jauh dari itu, dan tentunya berujung pada makna pemujaan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Bahwa pula, Tumpek Landep adalah pemujaan kepada leluhur umat Hindu di Bali, bhatara-bhatari putra dari Sang Hyang Pasupati.

Lalu siapa Sang Hyang Pasupati?

Sang Hyang Pasupati adalah salah satu manifestasi Dewa Siwa dalam Agama Hindu. Nama “Pasupati” berasal dari Bahasa Sanskerta, yang terdiri dari dua kata: “Pasu” yang berarti “hewan” atau “makhluk”, dan “Patii” yang berarti “tuan” atau “penguasa”.

Dalam Agama Hindu, Sang Hyang Pasupati sebagai perwujudan dewa, yang memiliki kekuatan untuk melindungi dan menyelamatkan semua makhluk hidup.

Ia juga sebagai dewa yang memiliki kekuatan, untuk menghancurkan kejahatan dan memelihara keseimbangan alam semesta.

Dalam tradisi Hindu di Bali, Sang Hyang Pasupati sebagai dewa yang sangat penting. Ia sebagai pelindung dan penjaga keamanan, serta sebagai dewa yang memiliki kekuatan untuk memberikan kebijaksanaan dan kesadaran.

Kemudian Sang Hyang Pasupati pemujaannya saat Tumpek Landep, setiap enam bulan sekali. Dalam Lontar Sundarigama, makna upacara Tumpek Landep, adalah memohon ke hadapan Sang Hyang Pasupati agar berkenan menganugerahkan ketajaman pikiran.

Serta ketangguhan dalam menghadapi perjuangan hidup. Tumpek dalam Hindu, khususnya di Bali adalah sebagai hari untuk mengingatkan agar umat manusia tidak melupakan dan tidak menjauh dari Hyang Maha Wisesa atau Tuhan. Sebab segala yang ada di dunia ini, adalah ciptaan Tuhan.

Kemudian dalam banyak literatur, Sang Hyang Pasupati adalah seorang maha suci yang dahulu menurunkan sapta dewata-dewati. Ini berkaitan dengan silsilah bhagawanta, sebagai penuntun umat untuk dapat kembali meyakini Dharma. Atau leluhur bagi orang Hindu, khususnya di Bali.

Dalam Purana Dewa Tattwa, bahwa setelah Hyang Pasupati melakukan yoga di Gunung Semeru. Kemudian dalam Babad Dalem dan babad lainnya, Ida Bhatara Hyang Pasupati di Semeru mengadakan putra dari yoganya. Kemudian beliau menitahkan putra putri itu ke Bali.

Beberapa putra beliau adalah Ida Bhatara Putra Jaya di Pura Besakih. Ida Bhatara Gnijaya di Pura Lempuyang Luhur.

Ida Bhatari Danu di Pura Ulun Danu Batur. Ida Bhatara Hyang Tugu di Pura Gunung Andakasa, Karangasem. Ida Bhatara Hyang Manik Gumawang, di Gunung Beratan. Ida Bhatara Hyang Manik Gelang di Pejeng. Serta Ida Bhatara Hyang Tumuwuh di Gunung Batukaru.

Sehingga bahwa Sang Hyang Pasupati, adalah sumber dari semua leluhur khususnya di Bali. Untuk itu pula dalam Tumpek Landep ini, agar umat manusia tidak melupakan leluhurnya.

Hari suci pada wuku Landep, adalah Tumpek Landep setiap hari Sabtu Kliwon Landep, atau besok tanggal 22 Februari 2024.

Dalam lontar Sundarigama, bahwa pada hari suci ini sebagai hari suci bagi Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati. Sebab beliau melakukan yoga semadi.

Untuk itu, umat Hindu membuat sesajen persembahan di merajan kepada Bhatara Siwa. Sesajen tersebut, adalah tumpeng putih kuning adanan dengan lauk ayam putih, ikan teri, terasi merah, dan sedah woh.

Untuk sesajen kepada Sang Hyang Pasupati adalah sasayut pasupati, sasayut jayeng perang, sasayut kusuma yudha, suci, daksina, pras, ajuman, canang wangi, tadah pawitra, reresik.

Biasanya dalam prosesi upacara umat Hindu, pada Tumpek Landep ini akan ada upacara untuk semua benda tajam khususnya senjata.

Filosofinya memohonkan ketajaman kepada Sang Hyang Pasupati, dengan merapalkan mantra Dhanurdhara atau ajian ilmu panah.

Tujuannya, untuk mengasah ketajaman batin dan pikiran umat manusia. Layaknya setajam senjata perang pada zaman dahulu seperti keris dan pedang.

Perayaan Tumpek Landep, berkaitan dengan berbagai hari suci sebelumnya. Seperti pada wuku Sinta, adanya perayaan hari suci Soma Ribek, Sabuh Mas, Pagerwesi. Bahkan sebelumnya lagi, pada wuku Watugunung adalah perayaan Saraswati.

Dalam Alih Aksara Alih Bahasa dan Kajian Lontar Sundarigama, bahwa kemungkinan segala hasil yang telah tercapai pada perayaan Soma Ribek, Sabuh Mas, dan Pagerwesi sebelumnya yang kembali bersih. Kemudian suci dan terasah lagi agar tetap tajam, serta kuat seperti gunung atau wukir.

Bahwa pada Tumpek Landep ini manusia harus menyadari adanya hakekat kematian. Sebagai teman dekat dari semua makhluk hidup. Untuk itulah, seharusnya semua berbuat baik sebelum ajal menjemput.

Hal ini tersirat dalam kutipan ‘rumaketa sanak tuhu ring sanjata tkeng pati’. Atau mendekatkan sanak saudara pada hakekat senjata dan kematian yang sejati. (SHA)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: baliDewa SiwahinduSang Hyang PasupatiTumpek Landep
spot_img
Astra

Astra

Related Posts

HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana
Sosial Budaya

HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana

23/08/2026
HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Program Magang Hub Kemanaker
Sosial Budaya

HUT ke-25 Partai Demokrat di Bali Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Program Magang Hub Kemanaker

23/08/2026
Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali
Sosial Budaya

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

22/08/2026
Menjaga Taksu Bali, DPRD Badung Godok Regulasi untuk Lindungi Seniman dan Kesakralan Budaya
Sosial Budaya

Menjaga Taksu Bali, DPRD Badung Godok Regulasi untuk Lindungi Seniman dan Kesakralan Budaya

20/08/2026
Semarak 17 Desa Adat Gesing Bergetar
Pendidikan

Semarak 17 Desa Adat Gesing Bergetar

17/08/2026
Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya
Sosial Budaya

Hadiri Karya Agung, Wagub Giri Prasta Apresiasi Pelestarian Adat, Seni Budaya Bali di Desa Adat Ekasari, Melaya

15/08/2026
Next Post
Megawati Beri Perintah, 9 Kepala Daerah di Bali Pilih Tunda Ikut Retret

Megawati Beri Perintah, 9 Kepala Daerah di Bali Pilih Tunda Ikut Retret

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026
Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

Anniversary ke-35, Bali Volkswagen Division Gelar “Lost in Paradise” Getarkan Tanah Lot

29/08/2026
Currently Playing
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini Soroti Kesenjangan Akses Modal UMKM Ekraf di Bali

29/08/2026
Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas Volkswagen, Pariwisata dan Ekonomi Lokal Ikut Bergeliat

29/08/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d