• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, September 26, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Makna Kuningan Dalam Hindu

Obor Dewata by Obor Dewata
15/09/2024
in Sosial Budaya
0
Umat Hindu melakukan sembahyang. (foto: ist).

165
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

Lantik KONI Gianyar, Mahayastra Minta Kompetisi Atlet Digelar Berjenjang

BALI, OborDewata.com – Selain hari suci Kuningan, ada beberapa hari penting dalam wuku Kuningan. Tertulis di dalam lontar Sundarigama, hari suci pada wuku Kuningan dimulai pada hari Minggu Wage Kuningan yang disebut Pamaridan Guru.

Umat Hindu meyakini, pada hari itu para dewa kembali ke surga dan meninggalkan anugerah kehidupan (amerta). Serta umur panjang kepada setiap makhluk, terutama kepada manusia oleh para dewa di dunia ini.

Oleh sebab itu, hari Pamaridan Guru juga disebut Ulihan atau pemulangan. Umat Hindu di Bali membuat sesajen berupa tipat kelanan, canang raka, wangi-wangian, patirta gocara (air suci). Sebagai ungkapan rasa bakti dan terimakasih, atas segala rahmat dan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa kepada umat manusia dan isi alam semesta.

Selanjutnya, pada Senin Kliwon Kuningan disebut Pemacekan Agung. Banyak orang percaya hari itu, merupakan hari yang cukup menyeramkan. Sehingga orang tua berpesan pada anaknya tidak main jauh, atau menaiki pohon.

Tatkala Pemacekan Agung, umat menyuguhkan sesajen berupa segehan agung di jalan masuk rumah. Dengan pula memotong ayam sumulung, atau ayam yang masih kecil. Maknanya adalah agar seluruh pasukan bhuta kala dari Sang Bhuta Galungan mundur dan kembali ke alamnya, yaitu bhutaloka.

Sehingga tidak menganggu keseimbangan dan keharmonisan alam semesta ini. Bhuta disomia dengan sesajen suci, agar energi positif kembali ke dunia ini. Perlu diketahui, bahwa Sang Bhuta Galungan adalah bagian dari Sang Hyang Kala Tiga yang turun ke bumi sebelum Galungan.

Sang Hyang Kala Tiga ini, adalah Bhuta Dungulan, Bhuta Amengkurat, dan Bhuta Galungan. Mereka bertujuan menggoda manusia, agar tidak dapat mencapai kemenangan Dharma. Untuk itulah umat Hindu di Bali mengenal yang namanya penampahan Galungan.

Tak hanya Galungan, pada saat Kuningan pun dikenal penampahan Kuningan. Yaitu pada Jumat Wage Kuningan. Pada hari itu, umat Hindu diharapkan dapat mengendalikan batin dan pikirannya. Agar tetap jernih dan suci.

Pada Sabtu Kliwon Kuningan, disebut Tumpek Kuningan atau hari raya Kuningan. Saat itu diperingati sebagai turunnya para dewa dan roh leluhur ke dunia untuk menyucikan diri. Sembari menikmati persembahan umat.

Pada hari suci Kuningan, umat Hindu akan membuat persembahan dan sesajen kepada para roh leluhur dan para dewa. Berupa nasi sulanggi, tebog, raka-raka, pasucian, canang wangi-wangian, segehan agung. Serta membuat gegantungan, tamiang, caniga, yang dipasang di tepi atap bangunan.

Ada pula sesajen untuk manusia, terdiri dari sasayut, prayascita luwih, penek kuning, daging itik putih, panyeneng, tatebus dan lain sebagainya. Hal itu bermakna untuk mengheningkan batin dan pikiran, agar tetap jernih dan suci.

Dalam lontar Sundarigama, koleksi Geria Gede Banjarangkan Klungkung, disebutkan pula bahwa saat Kuningan agar umat Hindu merenung, mengetahui, memahami hakekat diri sendiri. Guna dapat menempatkan diri, serta berperan baik dan benar dalam hidup di dunia ini.

Ada pula yang unik saat Kuningan, yakni etikanya banten harus selesai dipersembahkan sebelum siang hari. Sebab dalam lontar Sundarigama, disebutkan bahwa saat hari suci Kuningan para dewa dan roh leluhur turun ke dunia pada pagi hari. Untuk memberikan anugerah keselamatan dan kesejahteraan kepada umat.

Kemudian roh leluhur dan pada dewa kembali ke surga sebelum tengah hari. Sebab diyakini, apabila umat Hindu melakukan perayaan pada siang atau bahkan sore hari, maka tidak ada para dewa dan para roh leluhur di dunia lagi karena telah kembali ke sorga. Dengan demikian perayaan siang atau sore hari dianggap sia-sia. sha/dx

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
Obor Dewata

Obor Dewata

Related Posts

12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award
Pariwisata

12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

25/09/2026
Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas
Sosial Budaya

Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas

12/09/2026
Nuanu Jadi Panggung Dunia, Art & Bali 2026 Hadirkan 300 Seniman
Sosial Budaya

Nuanu Jadi Panggung Dunia, Art & Bali 2026 Hadirkan 300 Seniman

11/09/2026
Sembahyang Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dengan Alam
Sosial Budaya

Sembahyang Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dengan Alam

05/09/2026
Wujud Solidaritas, Gubernur Bali Lepas 9 Truk Bantuan Logistik untuk Korban Bencana NTT
Sosial Budaya

Wujud Solidaritas, Gubernur Bali Lepas 9 Truk Bantuan Logistik untuk Korban Bencana NTT

31/08/2026
HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana
Sosial Budaya

HUT ke-25 Demokrat: DPC Denpasar Gelar Aksi Tanam Pohon Berkonsepkan Tri Hita Karana

23/08/2026
Next Post
Bangkitkan Seni Budaya Bali, Arma Fest 2024 Ajak Kaula Muda Hargai Warisan Leluhur

Bangkitkan Seni Budaya Bali, Arma Fest 2024 Ajak Kaula Muda Hargai Warisan Leluhur

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

25/09/2026
Lantik KONI Gianyar, Mahayastra Minta Kompetisi Atlet Digelar Berjenjang

Lantik KONI Gianyar, Mahayastra Minta Kompetisi Atlet Digelar Berjenjang

25/09/2026
DJP Bali Sasar Bangku SMP, Kesadaran Pajak Ditanamkan Sejak Dini

Gubernur Koster Apresiasi Bina Vokalia Bali Juara I di Tokyo

25/09/2026
Kinerja Gemilang Tembus Skala Nasional, Bank BPD Bali Sabet Prominent Awards 2026

Kinerja Gemilang Tembus Skala Nasional, Bank BPD Bali Sabet Prominent Awards 2026

24/09/2026
Currently Playing
12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

25/09/2026
Lantik KONI Gianyar, Mahayastra Minta Kompetisi Atlet Digelar Berjenjang

Lantik KONI Gianyar, Mahayastra Minta Kompetisi Atlet Digelar Berjenjang

25/09/2026
DJP Bali Sasar Bangku SMP, Kesadaran Pajak Ditanamkan Sejak Dini

Gubernur Koster Apresiasi Bina Vokalia Bali Juara I di Tokyo

25/09/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d