GIANYAR, OborDewata.com – Menjelang puncak karya Piodalan Pura Santi Kawitan I Ratu Ngurah Agung Pasek Bendesa Sapta Sanak Sapta Murti, Banjar Tibekauh, Payangan, Melinggih Kelod, Gianyar melaksanakan melasti ke Pantai Masceti, Gianyar pada Jumat (4/10/2022). Hal tersebut dilakukan, sebagai bentuk penyucian dan pembersihan benda sakral milik pura (pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya – red), sekaligus juga memohon nunas tirta segara.
Jero Bandesa Gede Pura Santi Kawitan I Ratu Ngurah Agung Pasek Bendesa Sapta Sanak Sapta Murti, I Wayan Suwita mengatakan, Melasti yang diikuti oleh ratusan pemedek pihaknya sangat mengapresiasinya. Pasalnya, dengan begitu banyaknya deretan kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengikuti acara tersebut, pada pelaksanaanya sangat tertib sehingga prosesi upacara melasti bisa berjalan lancar.

“Tadi Upacara Melasti ke Pantai Masceti diikuti oleh ratusan pemedek, dan saya sangat berterimakasih kepada para pemedek yang sudah tertib mengikuti acara tersebut,” ujarnya.
Ditambahkanya, dalam Upacara Melasti tersebit dilakukan penyucian sekaligus juga memohon nunas tirta amerta segara, untuk diberikan kepada pesemetonan dan seluruh masyarakat Bali. Dalam melasti tersebut, dipuput oleh Ida Peranda Siwagata, Ring Griya Batu Bulan. Dimana tujuan melasti adalah ngamet sarining amertha kamandalu ring telenging segara, mengambil sari-sari kehidupan yang disebut tirtha kamandalu (air sumber kehidupan) di tengah samudera. Selain itu juga, dalam melasti sebagai bentuk wujud bakti Pasemetonan Pura Santi Kawitan I Ratu Ngurah Agung Pasek Bendesa Sapta Sanak Sapta Murti terhadap Tuhan (Ida Sang Hyang Widi). Sehingga para semeton dan umat diharapkan, pada Rahinan Tumpek Landep sekaligus puncak pujawali mampu menguatkan daya spiritual untuk menajamkan kecerdasan intelektual.
“Upacara melasti dimaksudkan untuk menghilangkan kotoran segala diri dan jagat raya. Disimbolisasikan dengan labuhan sesaji ke laut serta menyucikan arca, pratima, nyasa, pralingga. Sehingga disaat puncak pujawali mangkin di Tumpek Landep, bisa menajamkan pikiran seluruh umat dan pasemetonan, serta segala yang kotor dihanyutkan ke segara,” pungkasnya. sathya



