Politik

Reuni Sesepuh Banteng Bali, Bangkitkan Kandang Banteng “Pro Mega Pro Pancasila”

491 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Untuk tetap memperkuat mesin partai PDIP, maka para Kader Senior yang di gagas oleh I Ketut Sukita menggelar hajatan Reuni Sesepuh Banteng Bali dengan tema “Pro Mega, Pro Pancasila” pada Minggu (12/2/2023) di Kandang Banteng Bersejarah, Jalan Banteng, Patimura Denpasar Utara. Dibuatnya reuni sebagai tonggak mengenang kembali masa perjuangan dengan mempunyai ideologi yang jelas, dan tidak menonjolkan pragmatisme.

Inisiator Reuni Sesepuh Banteng Bali, I Ketut Sutika menjelaskan, dengan adanya reuni dirinya berharap PDIP tetap mempunyai roh ideologi dan tidak berpragmatisme. Sebab dirinya melihat, kondisi politik sekarang ketika seorang kader tidak dipakai di Partai A, pindah ke Partai B efeknya membuat partai tersebut menjadi tidak menarik. Bahkan Sutika mengakui, Banteng (PDIP, red) ini dari dulu berevolusi terus menerus, dari PNI terus menjadi Banteng segi 5, lalu menjadi Partai Banteng bulat dalam lingkaran, dan dirinya bersama Kader Reuni Sesepuh Banteng tetap ada disitu tetap setia pada partai, setia pada Pancasila.

“Saya melihat teman-teman kami banyak dibajak oleh partai lain, dan banyak kader-kader kami yang tidak ngeh akan Banteng, maka dari itu saya berinisiatif mengumpulkan mereka agar tetap setia pada Banteng,” ungkapnya

Sutika menambahkan, dengan adanya Reuni Sesepuh Banteng Bali pihaknya berserta para kader yang hadir meyakini akan tetap setia pada DPP, bahkan diharapkan para peserta reuni bisa menjadi tulang punggung untuk DPP. Pasalnya, didalam garis PDIP Kader bisa disebut sebagai tiga pilar, struktural, pengurus partai yang di legislatif dan di eksekutif.
“Kami ini yang di luar juga merupakan Kader, hanya saja kami tidak ada di struktur, legislatif dan di eksekutif, tetapi kami adalah perekat dan kami pegang grass road. Oleh karena itu kami akan meminta kepada partai supaya tetap memikirkan Kader, dan kami akan membangkitkan kembali kandang Banteng bersejarah,” paparnya.

Dengan sudah bertemunya diacara reuni tersebut, ternyata visi misinya dirinya sama semuanya ingin mengaktifkan Kandang Banteng, hanya saja dirinya dengan kader yang menghadiri reuni belum merumuskan badan hukumnya. “Sekarang ini kan kami belum merumuskan badan hukumnya jadi undangannya sementara ini melalui WA, tetapi ketika kami sudah memiliki badan hukum tentu saja undangannya akan melalui surat, dan setiap kabupaten pasti nanti ada koordinatornya. Dan kami mohon kepada teman-teman jangan kami dicurigai, dan kami perintis, pejuang, dan kami tidak meminta apa-apa,” ucap Sutika.

Sutika mengingatkan, sejatinya yang besar tersebut adalah Bantengnya bukan orangnya, sebab siapapun yang diusung oleh Banteng pasti jadi. Dan teman-teman Banteng yang pindah ke partai lain belum tentu jadi. “Ada banyak kasus tersebut teman-teman Banteng yang pindah ke partai lain belum tentu jadi, begitu hebatnya teman kita di kabupaten begitu pindah ke partai ya habislah sudah, makanya saya bilang yang besar itu adalah Bantengnya, dan orang yang rata-rata ikut di Banteng mereka panjang umur, ini buktinya dengan adanya Reuni Sesepuh Banteng yang awalnya para kader banyak yang sakit, ketika hadir pada acara reuni ini semuanya jadi segar, semangat,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Panitia Reuni Sesepuh Banteng Bali I Made Arimbawa mengatakan, digelarnya reuni ini para kader yang hadir secara spontan tanpa ada undangan resmi, bahkan kelasnya sama rata, tidak ada kelas pejabat maupun kelas lainya. Bahkan yang hadir pada acara reuni ini merupakan kader sepuh lama. “Tujuan kami adalah menyatukan tulang yang berserakan di Kandang Banteng. Artinya, ketika sesepuh partai tidak aktif di partai, dan masih mempunyai darah perjuangan cap jempol, kita ajak reuni sekarang,” jelasnya.

Lanjutnya Arimbawa, Reuni Sesepuh Banteng Bali dengan mengambil tema Pro Mega Pro Pancasila, merupakan tidak melupakan para kader sepuh, dan tetap berada di garis Pancasila. Dan pihaknya berharap yang namanya sesepuh merupakan orang tua yang bisa mengayomi para kader. Dan Reuni Sesepuh Banteng Bali ini sangat terbuka untuk seluruh kader PDIP maupun simpatisan. “Tetapi kalau ada kader yang ada di partai lain dan masuk menjadi struktur, kami tidak akan mengundang untuk ikut bergabung kembali di Kandang Banteng,” tegasnya.

Selain itu juga Arimbawa mengakui, setelah berjalannya prosesi Reuni Sesepuh Banteng Bali pihaknya akan segera membentuk Paguyuban Sesepuh Banteng Bali, dimana dirinya yang akan menjadi ketua, Sekertaris Gus Dek Maripa, Bendahara I Ketut Sukita, dan para Korwil di setiap kabupaten/kota. “Di Korwil Negara nanti ada Mawa, Ngurah Dirga Atmaja di Tabanan, Pak Darma di Badung, Kablet di Kodya Denpasar, Sudara di Gianyar, Brata Wiradana di Klungkung, Sukada di Karangasem, Yarmada Bangli, dan Ardika di Kabupaten Buleleng. Itu rencana Korwilnya yang nanti juga akan disempurnakan lagi di setiap kabupaten/kota, dan pastinya kita bergerak sesuai tema kita Pro Mega Pro Pancasiala apapun nanti garis Mega maka itulah kita,” ungkapnya.

Dikatakan Arimbawa, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada tubuh Banteng pihaknya akan menselaraskan, dengan tetap menghormati perbedaan dan pastinya tetap berada di jalur Pancasila. “Jadi apapun keputusan Mega, kami akan tetap ada disana. Dan ketika ada kader yang dipecat dan kader tersebut tidak masuk ke partai lain, nanti kita akan ajak. Saya tidak mengukiri pasti ada pertikian di Banteng atas dasar kepentingan politik, intinya sepanjang dia masih di PDIP pasti saya rekrut, dan sementara ini kader yang terdata di Paguyuban Sesepuh Banteng Bali ada 200 orang diseluruh Bali dan kami akan terus melakukan pendataan,” bebernya.

Sementara peserta Reuni yang hadir I Ketut Kariasa Adnyana yang juga Anggota DPR RI dari Komisi IX, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Pasalnya, dirinya sangat bersyukur bisa berkumpul dengan para kader senior, dimana mereka mempunyai hati yang tetap tidak melupakan jas merahnya, tetap setia pada ajaran Bung Karno, Pancasila dan tetap setia pada Bu Mega. “Kegiatan ini sangat luar biasa, walaupun pada politik pasti tetap ada riak-riak para kader senior tetap berpegang teguh pada PDIP,” ucapnya.

Kariasa menjelaskan, reuni yang bertempat di kantor PDIP lama di Jalan Banteng, merupakan suatu tempat yang penuh sejarah banyak cerita yang bisa diceritakan ke generasi selanjutnya, seiring berjalannya waktu Kandang Banteng pun kurang perhatian, kurang perawatan. Sehingga dengan adanya reuni ini bisa kembali membangkitkan sejarah kandang banteng. “Dengan reuni yang mengambil tema Pro Mega Pro Pancasila, menitikberatkan tidak ada perhelatan politik, apapun yang sudah digariskan oleh partai harus tetap setia pada garis tersebut berjuang bersama-sama,” ujarnya.

Dalam Reuni Sesepuh Banteng Bali, juga banyak dihadiri oleh tokoh senior seperti, Cok Rat, Kariasa (DPR RI Komisi IX), JMW, I Ketut Sukita (Mantan Ketua DPRD Denpasar), Nyoman Parta (DPR RI) serta banyak lagi para tokoh senior PDIP yang mendatangi Kandang Banten. sathya