DENPASAR, OborDewata.com – Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid mengatakan akan ikuti aturan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2025 terkait pelarangan produksi air minum dalam kemasan (AMDK) dibawah 1 liter, untuk event IFSC Climbing World Cup Bali 2025. Nantinya para atlet ini akan disiapkan tumblr untuk minum air saat berada di venue.
“Itu bagus sekali bahwa masyarakat menyesuaikan plastik. Kami pun menyesuaikan. Jadi di venue kami siapkan tumbler. Galon kami siapkan. Menuju agar suasana pertandingan lebih environment friendly lebih ramah lingkungan,” ucap, Yenny.
Ia pun tak menampik soal kebijakan tersebut pasti ada pihak yang protes itu. Ia meminta agar ditanggapi dengan bijak sebab kebijakan tersebut menurutnya bagus. Untuk pedagang kecil tidak setuju dapat diberikan alternatif diberikan pelatihan bahan baku berbeda misalnya. Atau kalau menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan ada insentif pajak sedikit untuk pedagang juga bisa.
“Sehingga orang mau beralih. Soalnya kalau tidak dipaksa kita tidak mau beralih. Kita lebih enak untuk memakai plastik sekali pakai. Karena plastik sekali pakai berbahaya untuk lingkungan hidup,” bebernya.
Sebelumnya, Sambut pelaksanaan IFSC Climbing World Cup Bali 2025 yang akan digelar pada 2–4 Mei 2025 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, Pemprov Bali beserta jajaran hadiri Welcoming Lunch IFSC World Cup Bali 2025 di Jayasabha, Denpasar pada, Kamis 1 Mei 2025.
Pada acara tersebut, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid mengatakan terimakasih karena segenap masyarakat, pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan dukungan untuk menyelenggarakan AFSC Climbing World Cup di Bali tahun 2025.
“Tanpa dukungan dari pemerintah daerah Tentunya acara tidak akan berjalan sebaik ini. Acara tidak akan berjalan selancar ini. Kita harapkan 2-3 hari ke depan akan berjalan dengan lancar,” ucap, Yenny Wahid. mas/sathya



