Opini

Pesona Candi Gedong Songo Melangkah di Antara Awan, Sinergi Wisata dan Doa

881 Views

Oleh : I Kadek Saputra

Dalam dunia perbankan yang terbiasa dengan bergelut angka, target, dan wajib berpenampilan menarik senyum ramah yang selalu diumbar sambil hati kecil berbisik “Target Bulan Ini Harus Tercapai” hal seperti inilah otak harus di restrat dengan alam.

Hindari kepenatan pun dilakukan Bank BPD Bali berserta rombongan wartawan mengunjungi Candi Gedong Songo, Bandungan, Semarang, beberapa waktu lalu. Sejatinya perjalanan yang dipimpin Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BPD Bali, Sanjaya Cesar, S.H., M.H., ini bukan sekadar agenda wisata biasa. Di bawah terik matahari siang, yang kalah oleh hawa sejuk Desa Krajan, langkah kaki para bankir dan wartawan menapaki lereng Gunung Ungaran, menjadi sebuah simbolisasi strategi human to human connection. Sinergi di jalur pendakian, menggandeng awak media dalam sebuah perjalanan fisik mendaki kompleks candi adalah cara unik untuk mempererat kemitraan.

Di jalur pendakian menuju sembilan kompleks candi, sekat-sekat formalitas mencair. Komunikasi yang biasanya terjadi di balik meja atau melalui rilis resmi, kini berubah menjadi obrolan hangat di sela-sela napas yang menderu saat menanjak. Inilah rekatan sinergi yang sesungguhnya, membangun kepercayaan di atas pijakan yang sama. Filosofi wisata dan doa Candi Gedong Songo, menawarkan lebih dari sekadar pemandangan. Ada aturan main yang sakral kewajiban memakai selendang, larangan membuang sampah, hingga imbauan menjaga lisan sebagai penjaga energi alam agar tidak hilang oleh peradaban modern.

Dalam sebuah perjalan di Candi Gedong Songo, Sanjaya Cesar pun melaraskan prinsip dasar tata kelola (Good Corporate Governance). Ada etika yang harus dijaga, dan ada harmoni yang harus dihormati. Filosofi “sembilan” pada Gedong Songo juga seolah menjadi cermin bagi perjalanan bisnis. Untuk mencapai puncak tertinggi (Candi kesembilan), dibutuhkan stamina, kesabaran, dan doa. Begitu pula dalam dunia perbankan, pencapaian target dan pengabdian kepada masyarakat adalah sebuah perjalanan berkelanjutan, yang harus dibalut dengan integritas serta harapan yang tulus.

Keinginan demi keinginan pun ingin diraihnya demi penguatan institusi yang tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang rapat yang dingin. Terkadang, kita perlu keluar untuk menghirup hawa pegunungan, menghormati sejarah, dan memanjatkan doa di puncak bukit.

Melalui wisata religi ini, Bank BPD Bali tidak hanya membawa pulang foto-foto indah di pelataran candi, tetapi juga membawa semangat baru bahwa kerja keras yang dibalut dengan doa, dan sinergi yang tulus adalah kunci utama untuk terus tumbuh dan melayani. (*)