LifeStyle

Ketua DPRD Badung Pimpin Rapat Persiapan Pembangunan Museum Perdamaian Bali

866 Views

BADUNG, OborDewata.com — Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti memimpin rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terkait persiapan pembangunan Museum Perdamaian Bali di Jalan Legian, Kuta, Rabu (3/12/2025). Rapat ini menjadi langkah awal untuk menyatukan visi serta memastikan arah perencanaan museum yang ditargetkan menjadi ikon edukasi dan ruang refleksi nilai perdamaian di Bali.

Dalam pernyataannya sehari setelah rapat, Kamis (4/12/2025), Anom Gumanti menekankan bahwa museum tersebut harus mengedepankan kekuatan narasi sejarah dan filosofi, bukan hanya kemegahan bangunan.
“Museum Perdamaian Bali harus memiliki narasi yang kuat, bahwa Bali adalah ruang harmoni, tempat kita belajar dari masa lalu untuk menjaga masa depan,” ujarnya.

Soroti Konsep, Fungsi, dan Nilai Filosofis

Rapat turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada dan anggota DPRD Badung Wayan Puspa Negara. Keduanya menekankan perlunya perencanaan yang matang agar museum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Made Sada menilai desain museum harus mencerminkan semangat perdamaian dan nilai-nilai kearifan lokal. “Jangan hanya bagus secara arsitektur, tapi juga bermakna,” katanya.

Paparan konsep desain disampaikan oleh Tim Konsultan Perencanaan Dinas PUPR Badung, mencakup struktur bangunan, pengaturan ruang, hingga integrasi unsur budaya Bali sebagai roh dari pembangunan museum tersebut.

Komitmen Pemerintah Daerah

Rapat juga dihadiri jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, Dinas Kebudayaan, Dinas PUPR, Bappeda, BPKAD, Bagian Tata Pemerintahan, serta perangkat wilayah Kecamatan dan Kelurahan Kuta.

Plt. Asisten I Setda Badung Wayan Wijana menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal proses pembangunan. “Kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan transparan, terukur, dan saling bersinergi antar-OPD,” ucapnya.

Pemkab Badung menargetkan Museum Perdamaian Bali menjadi destinasi budaya baru di kawasan Kuta, sekaligus menambah nilai kawasan sebagai destinasi wisata kelas dunia. mas/tra