BALI, OborDewata.com – Pasca penangkapan terduga Teroris M.A.S alias Mu alias Am di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA.
Membuka tabir bahwa sel-sel kecil terorisme masih hidup di bawah akar rumput. Tidak mau kecolongan, Kapolres Buleleng segera perintahkan seluruh personilnya ambil tindakan terukur.
“Saat ini kita berhadapan dengan berbagai permasalahan yang mengganggu keamanan dan berpotensi merusak tatanan negara, kita sudah merasakan pengaruh negatif narkoba, premanisme & terorisme terhadap ekonomi, investasi dan lapangan pekerjaan.
Kuncinya ada di keamanan,” Ungkap Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, S.I.K., M.H. Senin kemarin.
Penangkapan ini menimbulkan ketakutan, sekaligus prihatin mengingat terduga pelaku masih duduk di bangku SMA.
Terungkap pelaku aktif dalam sebuah kanal komunikasi digital, yang menyebarkan konten-konten berkaitan dengan ideologi ISIS berupa gambar, video, rekaman suara, dan tulisan yang berisi propaganda Daulah Islamiyah (ISIS), termasuk ajakan melakukan aksi pengeboman terhadap tempat ibadah.
Meski belum terdeteksi adanya kelompok ini di Buleleng, Kapolres Widwan Sutadi meminta seluruh personil agar tetap awas dan berupaya untuk meniadakan segala bentuk tindakan gangguan keamanan sebelum terjadi dengan mengedepankan tindakan pencegahan (preemtif).
“Sebagai anggota Polri, kita tidak boleh abai saat terjadi gangguan keamanan di tengah masyarakat. Kita harus mampu hadir dan bertindak tegas dan terukur, khususnya dalam meniadakan segala bentuk gangguan keamanan,” tegasnya.
Secara khusus Kapolres Buleleng memberi perintah, kepada personilnya untuk menggencarkan sosialisasi terorisme ke sekolah-sekolah dan meningkatkan pengawasan terhadap media sosial dan kanal komunikasi berbasis online lainnya yang terduga menyebarkan paham radikal.
“Tantangan Negara saat ini banyak, dan kita berfokus di keamanan dan penindakan hukum. Seluruh personil harus selalu siap siaga dalam situasi apapun demi masyarakat,” ujar Kapolres Widwan Sutadi sembari melakukan pengecekan kesiapsiagaan personil serta keterampilan dalam menggunakan tongkat dan borgol. (SHA)



