HukumLifeStyle

Budayawan Pande Made Suardana: Aplikasi Tri Hita Trans Mampu Redam Kekisruhan Antar Sopir

926 Views

BULELENG, OborDewata.com – Kehadiran aplikasi transportasi berbasis lokal, Tri Hita Trans, milik PT Sentrik Persada Nusantara mendapat sambutan positif dari kalangan budayawan dan tokoh adat di Bali. Aplikasi ini dinilai bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan solusi konkret untuk meredam konflik horizontal antar pengemudi (sopir) yang selama ini kerap terjadi akibat perebutan penumpang yang tidak terorganisir.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pande Made Suardana S.BA., S.Pd., M.Si., seorang budayawan Asal Pancasari Buleleng menjelaskan sistem transportasi yang terintegrasi dengan penguatan nilai-nilai lokal dan sistem koperasi akan membawa ketertiban baru di jalanan Bali.

Pande Made Suardana, yang juga menjabat di Departemen Seni, Adat, Budaya, Agama, dan Pariwisata pada Forum Bela Negara (di bawah naungan Kementerian Pertahanan), menyoroti bahwa kekisruhan antar sopir sering dipicu oleh sistem yang tidak teratur.

“Dulu kalau ada kendaraan lain masuk ke wilayah tertentu, pasti jadi rebutan dan memicu amarah. Kalau uang diminta mungkin dikasih, tapi kalau penumpang yang diminta, sopir bisa marah besar karena tidak terorganisir,” ujar Pande, mengenang pengalamannya yang juga pernah menjadi sopir angkutan.

Dengan hadirnya aplikasi Tri Hita Trans, Pande meyakini potensi gesekan tersebut dapat diredam karena sistemnya sudah terblokir secara organisasi yang baik dan benar. “Karena sudah sistematis, tidak akan ada lagi saling menjelekkan atau berebut secara tidak sehat,” tambahnya Pande yang pernah menjabat Kepala SMK Negeri 1 Sukasada, Buleleng.

Salah satu poin krusial yang membuat Tri Hita Trans unggul adalah konsepnya yang memperkokoh Desa Adat dan memberdayakan masyarakat lokal. Pande menjelaskan bahwa aplikasi ini memiliki ekosistem yang melibatkan, manusia (Sopir Lokal, red), dimana sangat memberdayakan warga asli Bali agar tidak tersisih oleh pemain luar.

Mekanismenya pun bisa bersitem koperasi dimana keuntungan dikelola kembali melalui sistem koperasi yang memberikan nilai ekonomi bagi anggota dan adat.

Dalam Aplikasi Tri Hita Trans yang ramah lingkungan, dengan menggunakan prioritas pada kendaraa listrik yang sejatinya penggunaan kendaraan tersebut mampu mengurangi polusi mendukung keberlanjutan alam Bali, dengan bertujuan menjadikan Bali menuju pariwisata hijau. Dan hal ini sangat sejalan dengan visi misi Gubernur Bali.

Pande yang merupakan tokoh yang aktif memimpin berbagai institusi pendidikan seni sejak tahun 1985, Pande Made Suardana menyatakan kesiapannya untuk membawa misi Tri Hita Trans ke tingkat yang lebih luas.

“Saya sangat mendukung, ini hal yang luar biasa dan sulit dicari. Saya siap mensosialisasikan ini ke masing-masing desa adat di Bali,” tegasnya. Ia berharap akan ada proyek percontohan (pilot project) yang sukses sehingga desa adat lainnya dapat melihat bukti nyata keberhasilan sistem ini dan mengikutinya.

Dengan sinergi antara teknologi, nilai ekonomi koperasi, dan semangat bela negara melalui pelestarian adat, Tri Hita Trans diharapkan menjadi wajah baru transportasi Bali yang lebih harmonis dan bermartabat. tra/dx