DENPASAR, OborDewata.com – Penghujung akhir tahun 2022 Bank BPD Bali menggelar acara Syukuran Dalam Rangka Tutup Tahun 2022 di Bank BPD Bali Kantor Pusat, Renon, Denpasar, Jumat (30/12). Pada kesempatan itu, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH., menyebutkan sederet penghargaan yang diraih Bank BPD Bali bukanlah hal yang mudah bagi bank yang beraset Rp30 triliun, karena juga dinobatkan sebagai bank pendukung TP2DD terbaik seluruh indonesia yang menjadi suatu kebanggaan bagi Bank BPD Bali. “Keberhasilan kita (Bank BPD Bali, red) dalam meraih prestasi di tahun 2022 pasti ada team work, dan ini sudah kita survey juga dan mengalami peningkatan yang signifikan,” jelasnya,
Direksi bank asal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung itu mengakui, perfomance keuangan Bank BPD Bali dari sisi aset Bank BPD Bali sudah tembus di angka Rp31,9 triliun dari target Rp31,3 triliun. Lalu dari neraca Bank BPD Bali terus tumbuh bergerak, ditambah nilai kredit juga tetap tumbuh dari posisi Rp20,060 triliun, atau naik sebesar 1,31%. “Mudah-mudahan di 2023 seluruh tim Bank BPD Bali terus bangkit, serta mengajak keluarga kita untuk menjadi marketing untuk memasarkan produk Bank BPD Bali, sehingga bisa tumbuh di atas rencana bisnis kita yang telah ditatapkan di tahun 2023,” paparnya.
Sudharma mengatakan, pada penghujung tahun 2022 Bank BPD Bali, juga telah berhasil meluncurkan Balipay Card serta membuat terobosan produk baru, berupa KKPD (Kartu Kredit Pemerintah Daerah) yang merupakan satu-satunya BPD di Indonesia yang mendapatkan ijin dari Bank Indonesia. Hal itu, tentunya menjadi kebanggan Bank BPD Bali, sekaligus memberikan kepercayaan kepada para stake holder. Sebab KKPD dikhususkan pada pemerintah daerah yang sesuai dengan Permendagri No.79 Tahun 2022. “Dengan diluncurkan KKPD bisa menguatkan ekosistem keuangan daerah maupun Indonesia dan Presiden RI juga meluncurkan KKPD,” ungkapnya,
Selain itu juga, Sudharma menambahkan transaksi QRIS Bank BPD Bali yang telah mendapatkan ijin serta QRIS Cross Border yang dilaunching pada saat G20 dan diperluas ke negara Asean, serta perluasan tersebut di luar Thailand merambah ke negara Singapura, Malaysia, Filipina yang nantinya di tahun 2023 bisa bertransaksi antar negara. Diakuinya pemacu ekonomi 2022 masih pada pariwisata begitu juga di tahun selanjutnya. Untuk itu, Bank BPD Bali harus bisa memanfaatkan momen tersebut, dan setiap lingkup UMKM di daerah-daerah wisata harus dioptimalisasi untuk merchant yang tujuannya ketika wisatawan Asean yang berbelanja uangnya bisa masuk ke rekening Bank BPD Bali.
“Kita sudah menguasi beberapa daerah tujuan wisata dengan fasilitas e-tiketing, mari kita bersama-sama perkuat jaga merchant QRIS dan sekaligus juga memonitoring, ketika melihat QRIS yang rusak kita bisa saling mengingatkan, dan ini juga bukan tugas DJA dan Kepala Cabang. Artinya siapapun yang melihat merchant kita rusak langsung foto dan laporkan, sehingga pengelolanya bisa memperbaiki,” tegas Sudharma, seraya menghimbau, di tahun 2023 Bank BPD Bali harus bisa meningkatkan pertumbuhan kredit 5 sampai 6%, sebab pertumbuhan dan pendapatan Bank BPD Bali hampir 80% dari kredit, sehingga pertumbuhan kredit di tahun 2023 harus dioptimalisasi.
Di samping itu, Sudharma mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran direksi dan staf maupun karyawan Bank BPD Bali yang sudah melakukan efisiensi anggaran hampir Rp79 miliar. “Anggaran bukan kita potong, tetapi anggaran tetap ada dan anggaran dipertanggungjawabkan dengan kinerja. Saya wanti-wanti setiap cabang setiap RBB yang ada dan butuh cost tapi kita harus lihat berapa venue yang kita dapat,” pungkasnya. sathya



