BADUNG, OborDewata.com – Menghadapi disrupsi digital yang kian masif, Kabupaten Badung mulai melirik solusi ekonomi mandiri yang tetap berpijak pada kearifan lokal. Aplikasi Tri Hita Trans hadir sebagai terobosan baru yang mengintegrasikan kecanggihan teknologi dengan nilai luhur budaya Bali.
Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua PHDI Kabupaten Badung, Dr. Drs. I Gede Rudia Adiputra, M.Ag., yang menilai inovasi ini sebagai langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat. Sejatinya Tri Hita Trans memiliki filosofi yang berbeda dari platform ride-hailing lainnya. Alih-alih mengejar kapitalisme semata, operasional aplikasi ini melibatkan entitas lokal secara langsung.
”Tri Hita Trans melibatkan Badan Usaha Dharma (Budha) dan Koperasi. Kita ingin masyarakat Bali tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi menjadi pemain utama yang menentukan arah ekonominya,” ujar I Gede Rudia Adiputra pada Jumat (13/2/2026).
Meskipun layanan awalnya berfokus pada angkutan sewa khusus dan rental kendaraan, Tri Hita Trans telah menyiapkan ekosistem digital yang luas untuk menyentuh berbagai sektor Pemberdayaan UMKM: Fitur pemasaran produk kuliner (konsep cloud kitchen) dan kerajinan lokal. Integrasi Wisata: Layanan paket wisata, tiket pesawat, hingga pemesanan akomodasi (guest house). Layanan Domestik: Solusi kebutuhan harian seperti cleaning service dan shuttle. Edukasi Budaya: Pemanfaatan teknologi barcode di titik strategis (seperti Bandara) untuk memberikan informasi edukatif mengenai nilai-nilai Tri Hita Karana kepada wisatawan.
Salah satu pilar utama Tri Hita Trans adalah tata kelola keuangan yang bersih. Seluruh transaksi diarahkan melalui sistem digital yang terintegrasi langsung dengan rekening koperasi. Langkah ini diambil untuk: Meminimalisir risiko kebocoran dana. Menjamin transparansi bagi anggota yayasan dan koperasi. Memperkuat profesionalisme dalam pengelolaan usaha kerakyatan.
Di tengah isu inflasi global, kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa dan kecamatan. Dengan memastikan perputaran uang tetap berada di lingkup masyarakat lokal, ekonomi Badung diharapkan lebih tangguh menghadapi guncangan eksternal. Dukungan penuh dari PHDI Badung menandai sinergi yang kuat antara sektor agama, budaya, dan teknologi. Melalui Tri Hita Trans, teknologi tidak lagi dianggap sebagai ancaman bagi tradisi, melainkan alat untuk memperkuat kedaulatan ekonomi rakyat.



