BADUNG, OborDewata.com – Dalam upaya menata sistem transportasi lokal sekaligus memberdayakan ekonomi berbasis komunitas, PT Sentrik Persada Nusantara bersiap meluncurkan aplikasi Tri Hita. Aplikasi ini dirancang khusus untuk mengintegrasikan potensi desa adat, koperasi, dan pengurus komunitas driver dalam satu ekosistem digital yang transparan.
Owner PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, mengungkapkan bahwa langkah awal akan difokuskan pada koordinasi delapan Desa Adat, dengan pusat pertemuan di Desa Adat Canggu pada pertengahan April 2026 mendatang.
I Made Sudiana menjelaskan bahwa operasional Trita melibatkan empat komponen utama di tingkat desa: Pemerintah Desa/Desa Adat, Bupda, Pecalang, dan Komunitas Driver. “Kami ingin desa adat benar-benar yakin dengan aplikasi ini. Kami akan memperjelas nilai (value) dan teknisnya. Ini adalah kerja tim yang besar, sehingga setiap komponen harus paham fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya masing-masing melalui SOP yang jelas,” ujar Sudiana pada Selasa (31/3/2026).
Salah satu keunggulan utama Aplikasi Tri Hita dibandingkan aplikasi transportasi global lainnya adalah persentase bagi hasil yang sangat menguntungkan pihak lokal. Sudiana merinci alokasi pendapatan dari setiap transaksi sebagai berikut, 70% untuk Driver (Sopir dan Mobil). 20% untuk Desa Adat melalui Bupda (termasuk alokasi 2% untuk Pecalang dan 3% untuk pengurus komunitas). 10% sisanya dialokasikan untuk Koperasi Tri Hita (3%) dan Aplikator/Sentral (7%) guna biaya pemeliharaan sistem.
”Aplikasi lain mungkin tidak ada yang memberikan hingga 70% untuk driver dan kontribusi langsung sebesar ini untuk pengamanan (Pecalang) serta kas desa,” tambahnya.
Menjawab kekhawatiran terkait oknum atau penyalahgunaan identitas driver, Sudiana menegaskan bahwa aplikasi Tri Hita telah dilengkapi teknologi terkini. Sistem Barcode & Scan Wajah setiap driver wajib melakukan pemindaian wajah dan memiliki barcode di kendaraan serta atributnya untuk memastikan orang yang beroperasi sesuai dengan data terdaftar. Bahkan Driver dari luar wilayah (bukan warga lokal) wajib mendapatkan rekomendasi dari Bendesa Adat setempat sebelum bisa beroperasi di kawasan tersebut. Ditambah lagi dengan peran Pecalang akan berfungsi sebagai pengawas lapangan untuk memastikan keamanan transportasi dan menindak pelanggaran di kawasan desa.
Diakui Sudiana saat ini, sudah ada sekitar 200 driver yang mendaftar. PT Sentrik Persada Nusantara menargetkan tahap persiapan matang pada bulan April dan diharapkan dapat melakukan running atau peluncuran resmi pada awal Mei 2026.
”Kami akan menyurati dan mengundang para investor, pemilik hotel, restoran, dan vila di kawasan ini agar mereka tahu dan turut memanfaatkan aplikasi Trita. Tujuannya agar situasi transportasi di kawasan seperti Canggu menjadi lebih rapi, aman, dan tamu merasa nyaman karena tidak ada lagi rebutan penumpang yang tidak teratur,” tutupnya.
Rencananya, peluncuran ini juga diharapkan dapat dihadiri oleh pihak Pemerintah Provinsi Bali sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi transportasi berbasis kearifan lokal. tra/dx



