DENPASAR, OborDewata.com — Pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bali terus diperkuat. Sebanyak tujuh Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini tersedia di enam lokasi Krisna Nusantara Group. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mendukung mobilitas ramah lingkungan sekaligus memperkuat konsep green tourism di Pulau Dewata.
Tujuh SPKLU tersebut merupakan hasil kolaborasi PLN, Krisna Nusantara Group, dan PT Energi Anugerah Divina (EAD). Fasilitas itu tersebar di Krisna Bypass, Krisna Tuban, Krisna Wisata Kuliner (KWK) Tuban, Krisna Sunset, Krisna Nusa Kambangan, serta Nexx Showroom.
Peresmian SPKLU Signature Krisna Nusantara Group berlangsung di Nexx Showroom & Café, Denpasar, Selasa (6/10). Dari tujuh mesin yang tersedia, kapasitas pengisian mencapai 180 kilowatt (kW) dan 120 kW dengan total kemampuan melayani hingga 14 kendaraan secara bersamaan.
Salah satu fasilitas di Nexx Showroom & Café bahkan menggunakan teknologi Ultra Fast Charging berkapasitas 180 kW. Kehadiran fasilitas tersebut memberikan alternatif bagi pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya dalam waktu lebih singkat.
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, mengatakan penambahan SPKLU tidak dapat hanya mengandalkan pembangunan oleh PLN. Keterlibatan pelaku usaha dan investor dinilai penting untuk mempercepat pemerataan infrastruktur kendaraan listrik di Bali.
“PLN memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, publik, dan para investor untuk terus mendukung program mobil listrik, khususnya untuk investasi di SPKLU,” ujar Ajrun.
Menurut dia, sektor swasta dapat mengambil peran dengan membangun SPKLU di lokasi yang memiliki potensi kebutuhan tinggi. Sementara PLN akan tetap berupaya menyediakan fasilitas pengisian daya di wilayah yang belum menjadi sasaran investasi.
Penempatan SPKLU di sejumlah lokasi Krisna dinilai strategis karena berada di kawasan yang ramai dengan aktivitas masyarakat dan wisatawan. Fasilitas tersebut sekaligus terintegrasi dengan pusat belanja, kuliner, dan ruang rekreasi.
“Ini menjadi langkah yang realistis dan strategis karena terletak di jantung kota dan banyak tempat,” katanya.
Konsep yang ditawarkan tidak sekadar menyediakan tempat mengisi daya kendaraan. Pengguna dapat memanfaatkan waktu pengisian dengan berbelanja produk UMKM lokal, menikmati kuliner, maupun beristirahat di fasilitas yang tersedia.
General Manager Krisna Nusantara Group, Ida Ayu Komang Firna Erawati, mengatakan konsep tersebut sengaja dikembangkan dengan memadukan teknologi kendaraan listrik, kenyamanan, dan pengalaman wisata.
“Di SPKLU Signature, waktu tunggu ini kami ubah menjadi waktu santai yang berkualitas. Sambil menunggu kendaraannya diisi daya, para tamu dan wisatawan bisa menikmati fasilitas premium kami, berbelanja produk UMKM lokal, menikmati kuliner, atau sekadar ngopi dan beristirahat,” ujarnya.
Menurut dia, SPKLU di lingkungan Krisna diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung mobilitas kendaraan listrik. Lebih jauh, fasilitas tersebut ditargetkan menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Kami berharap SPKLU Signature Krisna ini tidak hanya menjadi fasilitas lengkap, tetapi menjadi magnet baru bagi pariwisata hijau di Bali dan Indonesia,” katanya.
Founder PT Energi Anugerah Divina, Cyrillus Harinowo, menilai pembangunan infrastruktur kendaraan listrik membutuhkan sinergi berbagai pihak. PLN, pengelola lokasi, dan investor memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperluas jaringan pengisian daya.
Jaringan SPKLU yang dibangun di enam lokasi Krisna tersebut terdiri atas tujuh mesin dengan 14 konektor. Infrastruktur itu diharapkan membuat masyarakat maupun wisatawan semakin mudah menggunakan kendaraan listrik untuk beraktivitas di Bali.
“Ini adalah simbol dari kolaborasi, simbol dari kepercayaan, simbol dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Cyrillus.
Dukungan juga disampaikan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Menurut dia, pengembangan kendaraan listrik sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transportasi berkelanjutan dan kawasan rendah emisi.
Pemanfaatan kendaraan listrik, lanjutnya, menjadi bagian dari kebijakan transportasi yang tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.
Dengan tambahan tujuh SPKLU di enam titik, pilihan lokasi pengisian kendaraan listrik di Bali semakin beragam. Kolaborasi PLN, dunia usaha, dan pemerintah tersebut diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat transformasi transportasi sekaligus mendukung arah pariwisata Bali yang lebih ramah lingkungan. (rls/tim)



















