JAKARTA, BALINEWS.ID – Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta resmi meluncurkan Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Hindu sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan Hindu sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.
Peluncuran program pascasarjana yang digelar pada Jumat (24/7/2026) itu dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si., Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar, MA., Ph.D., jajaran pimpinan STAH Dharma Nusantara Jakarta, akademisi, tokoh agama, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Kehadiran Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu menjadi tonggak baru dalam pengembangan pendidikan tinggi Hindu di Indonesia. Program ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, profesional, serta tetap berlandaskan nilai-nilai dharma di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Peluncuran program studi tersebut dirangkaikan dengan talkshow bertema “Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Pendidikan Hindu untuk Mencetak Generasi Berdaya Saing Global.” Diskusi akademik menghadirkan Prof. Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H. dan I Ketut Budiasa, ST., M.M., yang mengulas pentingnya memadukan pelestarian budaya dengan pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.
Kedua narasumber menilai teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan mutu pembelajaran tanpa mengikis identitas budaya maupun nilai-nilai luhur agama Hindu. Menurut mereka, pendidikan Hindu harus mampu membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, berintegritas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.
Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta mengatakan pembukaan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu merupakan langkah strategis dalam memperkuat eksistensi perguruan tinggi keagamaan Hindu. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi Hindu di Jakarta, STAH Dharma Nusantara berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Peluncuran Program Magister ini menjadi awal yang membanggakan sekaligus amanah besar bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi Hindu,” ujarnya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. I Nengah Duija, mengapresiasi pembukaan program tersebut. Ia berharap Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu dapat berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan Hindu yang inovatif, inklusif, dan memberikan manfaat bagi umat serta pembangunan bangsa.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama RI Gugun Gumilar menilai kehadiran program magister tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, pendidikan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun karakter, spiritualitas, dan semangat kebangsaan di tengah dinamika global.
Ia menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan peradaban bangsa yang maju sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.
Melalui pembukaan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu, STAH Dharma Nusantara Jakarta berharap mampu memperkuat sinergi antara nilai budaya, inovasi teknologi, dan kualitas akademik sehingga menghasilkan lulusan yang profesional, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan umat Hindu, bangsa, serta negara di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan peluncuran ini juga mendapat dukungan dari Indonesia Financial Group (IFG) melalui Head of Corporate Communication, I Gede Suhendra, MM, sebagai sponsor kegiatan. (rls/tim)

