Daerah

Gubernur Koster Siap Hadiri Puncak Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Ulun Danu Batur

124 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama sekaligus renovasi Pura Ulun Danu Batur. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi panitia karya di Jayasabha, Denpasar, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster juga memastikan kesediaannya menghadiri puncak karya yang dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026.

Iklan

Ketua Panitia Karya, I Gede Darmawa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan yang terus diberikan, baik melalui kebijakan maupun bantuan hibah untuk menunjang pelaksanaan upacara suci dan renovasi sejumlah bangunan di kawasan pura.

Menurut Darmawa, hibah dari Pemprov Bali yang diterima pada 2023 serta bantuan sebesar Rp1,5 miliar pada 2026 dimanfaatkan untuk memperbaiki Bale Panjang dan Bale Gong sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan karya.

Iklan

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Pemerintah Provinsi Bali atas perhatian dan dukungan yang diberikan sehingga persiapan karya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Karya Tawur Agung Manca Wali Krama merupakan yadnya besar yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali di Pura Ulun Danu Batur. Upacara tersebut memiliki makna penting dalam menjaga kesucian pura sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan pelestarian budaya Bali.

Panitia pun secara resmi mengundang Gubernur Koster untuk hadir pada puncak karya sebagai representasi pemerintah, sekaligus memohon doa restu agar seluruh rangkaian upacara berlangsung lancar.

Selain itu, rangkaian karya juga akan diisi dengan pelaksanaan Wana Kerthi dan Danu Kerthi yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, terutama dalam menjaga kelestarian hutan, sumber daya air, dan keseimbangan alam.

Darmawa menambahkan, pelaksanaan karya mendapat dukungan luas dari desa-desa adat dan masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Bali. Partisipasi krama melalui bhakti penganyar menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menyukseskan upacara suci tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur Wayan Koster menegaskan Pemerintah Provinsi Bali akan terus memberikan dukungan terhadap pelestarian adat, agama, seni, dan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Ia menilai Karya Tawur Agung Manca Wali Krama bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga bentuk nyata implementasi nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali.

“Pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama merupakan implementasi nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya Bali yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang,” kata Koster.

Menurutnya, pemerintah akan selalu hadir mendukung pelaksanaan upacara adat dan keagamaan yang memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta sesuai filosofi Sad Kerthi yang menjadi landasan pembangunan Bali Era Baru.

Koster berharap sinergi antara pemerintah, panitia, desa adat, dan seluruh masyarakat Bali dapat menjadikan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama 2026 sebagai momentum memperkuat pelestarian warisan budaya, meningkatkan spiritualitas umat, sekaligus menjaga keseimbangan alam Bali secara berkelanjutan. (rls/Tim)