DENPASAR, OborDewata.com – Pemerintah Kota Denpasar resmi mengumumkan pelaksanaan 10 paket proyek strategis yang bertujuan untuk mendongkrak kualitas tata ruang masyarakat, layanan kesehatan, serta estetika pusat kota. Proyek-proyek tersebut terbagi ke dalam dua instansi utama, yakni Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) dengan 2 paket proyek, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang memegang 8 paket proyek.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, Dr. Ir. I Gede Cipta Sudewa Atmaja, ST., MT., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa proyek-proyek ini merupakan wujud komitmen Wali Kota Denpasar dalam mengimplementasikan visi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Menuju Denpasar Maju, khususnya dalam hal pengurangan kemiskinan dan pembangunan berlandaskan kearifan lokal.
“Pemerintah Kota Denpasar telah merampungkan sejumlah proses tender dan kontrak untuk pengerjaan infrastruktur yang dijadwalkan rampung pada Desember 2026,” ujarnya pada Jumat (10/7/2026).
Cipta Sudewa menjelaskan, terkait mengatasi tumpang tindih 3 Fungsi Kawasan salah satu proyek yang menjadi sorotan utama adalah penataan kawasan pusat kota. Cipta Sudewa menyoroti adanya risiko penurunan kualitas lingkungan akibat bertemunya tiga fungsi kawasan yang saling bertolak belakang di satu titik (kawasan Thamrin, Gajah Mada, dan Jalan Veteran) Sedangkan pusat pemerintahan (Kantor Wali Kota dan sekitarnya). Kawasan perdagangan dan jasa (Gajah Mada, Thamrin). Kawasan Adat dan Kebudayaan.
”Jika tidak dilakukan penataan dengan baik, area ini akan mengalami penurunan kualitas tata kota. Sesuai arahan Bapak Wali Kota, area pedestrian, peroplan, suite furniture, marka penanda usaha, hingga tampilan fasad bangunan akan dipercantik mulai dari Simpang Suci, Hasanuddin, Patung Catur Muka, hingga Jalan Thamrin,” ujar Gede Cipta Sudewa.
Proyek penataan wajah kota ini direncanakan berjalan dalam dua tahun anggaran. Pada tahun 2026, sebagian anggaran juga dialokasikan secara paralel untuk program pengelolaan sampah berbasis bisnis.
Terkait pengerjaan fisik di lapangan, Pemkot Denpasar bergerak cepat mengantisipasi potensi bencana susulan seperti banjir besar yang pernah terjadi pada September 2020 lalu. Pada 10 Juli 2026, Dinas PUPR telah mengumpulkan 39 pemilik ruko di Jalan Sulawesi yang lokasinya berbatasan langsung dengan Tukad Badung.
Gede Cipta Sudewa mengungkapkan bahwa para pemilik ruko menyatakan sepakat dan mendukung penuh pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) yang akan digarap oleh kontraktor pemenang, PT Pandu Jaya Karya. Terkait pembongkaran bagian ruko private yang menjorok, mekanisme akan diserahkan secara mandiri atau swadaya oleh masyarakat pasca-survei dari kontraktor, mengingat pemerintah tidak dapat menggelontorkan dana APBD di atas lahan milik pribadi (private land).
Meski sebagian besar warga sepakat, Cipta Sudewa mengakui masih ada beberapa titik yang membutuhkan penanganan khusus secara persuasive. Toko Kohinoor, dengan pihak manajemen menyatakan siap membongkar bangunan toilet yang menempel dan menjorok demi mendukung penataan jarak aman 1,5 hingga 3 meter dari sempadan sungai.
Hotel Raya, penanganan masih berjalan dinamis dan belum menemui titik temu penuh. Visual di lapangan menunjukkan bangunan hotel menjorok sekitar 1 meter ke sempadan. Pihak ahli waris mengklaim bangunan berdiri di tanah pribadi dengan bukti IMB lama, namun dokumen tersebut tidak menyertakan gambar lampiran yang jelas. “Dinas PUPR kini tengah berkolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar untuk meneliti 3 bidang tanah di lokasi tersebut secara hukum,” ucapnya.
Menutup keterangannya, Gede Cipta Sudewa memaparkan proyeksi Wali Kota Denpasar mengenai pergeseran tren di pusat kota seperti kawasan Gajah Mada, yang kini mulai beralih dari toko bangunan/kain konvensional menjadi pusat kuliner dan coffee shop.
“Melalui konsep tata kota masa depan, pusat kota Denpasar diproyeksikan murni menjadi pusat citra wajah kota, aktivitas ekonomi, dan destinasi pariwisata. Sementara itu, kawasan hunian masyarakat diprediksi akan terus berkembang secara horizontal ke arah wilayah perbatasan kota,” pungkasnya. tra/dx


