Daerah

DTW Tanah Lot Tetap Jadi Primadona Wisata Bali di Tengah Tekanan Ekonomi

1224 Views
Kunjungan ke DTW Tanah Lot.

TABANAN, OborDewata.com – Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kawasan wisata Tanah Lot tetap menunjukkan pesonanya sebagai salah satu destinasi unggulan di Bali. Panorama laut dengan latar pura ikonik serta suguhan matahari terbenam masih mampu menarik ribuan wisatawan setiap hari, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kondisi ekonomi global dan nasional yang belakangan diwarnai pelemahan nilai tukar rupiah memang turut memengaruhi sektor pariwisata. Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat sebagian masyarakat lebih selektif dalam mengatur pengeluaran, termasuk untuk perjalanan wisata. Meski demikian, minat wisatawan untuk berkunjung ke Tanah Lot dinilai masih cukup tinggi dan stabil.

Iklan

Berdasarkan data kunjungan, rata-rata wisatawan yang datang ke kawasan tersebut pada Mei 2025 mencapai sekitar 4.500 orang per hari. Sementara pada Mei tahun ini, angka kunjungan tercatat berada di kisaran 3.400 pengunjung per hari. Penurunan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak mengurangi daya tarik Tanah Lot sebagai destinasi favorit wisatawan.

Manajemen DTW Tanah Lot pun terus melakukan berbagai langkah antisipasi menjelang musim liburan sekolah. Pengelola menyiagakan petugas di sejumlah titik strategis guna memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan selama berada di kawasan objek wisata.

Iklan

Personel yang disiapkan meliputi petugas tiket, keamanan, hingga kebersihan kawasan. Langkah tersebut dilakukan agar para pengunjung, khususnya keluarga yang memanfaatkan masa liburan sekolah, dapat menikmati suasana wisata dengan aman dan nyaman.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan pihaknya berharap kondisi ekonomi segera membaik sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat dan sektor pariwisata semakin bergairah.

“Tanah Lot selalu siap menyambut wisatawan dengan pelayanan terbaik. Kami berharap minat masyarakat untuk berwisata kembali meningkat sehingga momentum liburan sekolah dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya. (rls/tim)