Daerah

Akses Jalan Sepanjang 16 Meter Terputus Akibat Abrasi Pantai Pebuahan Jembrana

902 Views

JEMBRANA, OborDewata.com – Bencana abrasi yang terjadi di kawasan Pantai Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, semakin mengkhawatirkan. Akibatnya, akses jalan sepanjang kurang lebih 16 meter dilaporkan terputus total.

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana langsung melakukan peninjauan lapangan dan asesmen kerusakan pada Selasa, 13 Mei 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa abrasi mulai terjadi sejak 1 Mei 2025. Menurut laporan warga, proses pengikisan perlahan menggerus tembok tanah di sekitar jalan, hingga pada puncaknya, Senin 12 Mei 2025, gelombang besar memperparah kerusakan hingga memutus akses jalan sepanjang 16 meter.

“Selain memutus akses jalan, abrasi juga mengikis garis pantai sejauh 61 meter dari arah timur ke barat, menyebabkan air laut masuk ke wilayah permukiman,” jelasnya pada Rabu (14/5/2025).

Hasil asesmen BPBD mencatat tujuh rumah warga terdampak langsung akibat abrasi tersebut. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, pihaknya merekomendasikan pembangunan tanggul permanen sebagai solusi jangka panjang.

Di sisi lain, Kepala Desa Banyubiru, I Komang Yuhartono, mengungkapkan bahwa warga telah melakukan langkah darurat secara swadaya, di antaranya dengan memasang karung pasir dan menggunakan batu bekas abrasi sebagai pemecah ombak.

“Langkah ini diambil untuk menahan laju air laut agar tidak semakin masuk ke area pemukiman. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujar Yuhartono. ga/sathya