DENPASAR, OborDewata.com – Ribuan krama Bali memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Sabtu (3/1/2026), dalam konser perayaan Rahina Tumpek Krulut yang digelar Pemerintah Provinsi Bali. Perayaan hari kasih sayang khas Bali tersebut berlangsung semarak dan penuh nuansa kebersamaan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan Tumpek Krulut kali ini dimeriahkan penampilan sejumlah penyanyi lokal Bali lintas generasi. Di antaranya Putri Bulan, Lebri Partami, Agus Veron, Bayu KW, Yong Sagita, Jun Bintang, Lolot, hingga Bagus Wirata, yang sukses menghibur masyarakat sejak sore hari.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan penuhnya area panggung terbuka Ardha Candra. Sejak sore, krama Bali telah berdatangan dan memenuhi seluruh tempat duduk yang tersedia, bahkan hingga area sekitar panggung.
Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir bersama sang istri, Ny. Putri Koster, menyampaikan ucapan selamat merayakan Rahina Tumpek Krulut kepada seluruh masyarakat Bali. Ia menegaskan bahwa Tumpek Krulut merupakan warisan budaya luhur yang diturunkan oleh leluhur Bali sebagai momentum untuk menumbuhkan kasih sayang dan keharmonisan antarsesama.
“Tumpek Krulut adalah ajaran adiluhung leluhur Bali yang mengajarkan kita untuk saling menyayangi, saling mengasihi, dan saling menghormati. Nilai-nilai ini harus terus kita laksanakan agar Bali tetap ajeg dengan karakter dan identitas budayanya yang unik dan unggul,” ujar Gubernur Koster.
Senada dengan itu, Ny. Putri Koster juga mengajak masyarakat Bali menjadikan Tumpek Krulut sebagai momentum memperkuat rasa cinta dan persaudaraan sebagai sesama krama Bali. Ia berharap semangat Tresna Asih dapat terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat.
“Rahajeng Tumpek Krulut untuk semeton sami. Mari kita tumbuhkan kasih sayang sebagai Nak Bali, saling mengasihi dan saling mencintai demi Bali yang harmonis,” tuturnya.
Ia menambahkan, Tumpek Krulut hendaknya dimaknai sebagai pengingat untuk mempererat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Bali ke arah yang lebih baik.
Sebelumnya, pada Sabtu pagi, Gubernur Koster juga tampak merayakan Tumpek Krulut bersama generasi muda Bali dengan mengunjungi sejumlah stan kuliner dan UMKM di beberapa lokasi. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diajak merayakan hari kasih sayang Dresta Bali sambil menikmati sajian kuliner secara gratis.
Sebagai informasi, Tumpek Krulut diperingati setiap Sabtu Kliwon pada Wuku Krulut. Kata “Krulut” berasal dari kata “Lulut” yang bermakna kasih sayang, cinta, dan ketertarikan yang tulus. Kerap disebut sebagai “Valentine versi Bali”, Tumpek Krulut kini dimaknai sebagai momen untuk mempererat hubungan persaudaraan dan menumbuhkan nilai Tresna Asih dalam kehidupan masyarakat Bali. tim/dx



