DENPASAR, OborDewata.com – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali mengingatkan masyarakat, khususnya para nasabah, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang belakangan semakin marak. Pelaku kejahatan siber kerap mengatasnamakan Bank BPD Bali maupun instansi resmi lainnya untuk mengelabui korban.
Sejumlah modus yang sering ditemukan antara lain penawaran undian berhadiah palsu yang mengatasnamakan Bank BPD Bali, pesan atau panggilan terkait klaim dana Taspen, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Dukcapil, hingga undangan pernikahan digital yang disertai tautan berbahaya.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Minggu (3/1/2026), mengungkapkan bahwa saat ini juga muncul modus baru berupa video berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Video tersebut menampilkan wajah dan suara pejabat seolah-olah memberikan pernyataan resmi.
“Perlu kami tegaskan bahwa seluruh informasi tersebut adalah penipuan. Bank BPD Bali tidak pernah menyelenggarakan undian berhadiah melalui pesan pribadi, tidak pernah meminta nasabah mengklik tautan tertentu, dan tidak pernah meminta data pribadi dalam bentuk apa pun,” tegas Sudharma.
Ia menjelaskan, pelaku penipuan biasanya memanfaatkan media sosial, pesan singkat, aplikasi percakapan, hingga sambungan telepon. Modus yang digunakan dibuat menyerupai komunikasi resmi, lengkap dengan logo, nama pejabat, bahkan narasi yang terkesan meyakinkan agar korban lengah.
Bank BPD Bali menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data sensitif nasabah, seperti PIN, OTP, password, username, nomor kartu ATM, masa berlaku kartu, maupun kode CVV, baik melalui telepon, pesan singkat, maupun media digital lainnya.
Sebagai langkah pencegahan, Bank BPD Bali mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam bertransaksi digital. Beberapa langkah yang disarankan antara lain tidak membagikan data pribadi kepada siapa pun, tidak mengklik tautan mencurigakan, serta selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi Bank BPD Bali.
Nasabah juga disarankan mengaktifkan fitur keamanan tambahan pada layanan perbankan digital dan segera melaporkan kepada pihak bank apabila menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan.
Bank BPD Bali mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap setiap informasi digital, khususnya yang menjanjikan hadiah, meminta data pribadi, atau menggunakan tekanan waktu agar korban segera merespons. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi Bank BPD Bali, seperti situs web, media sosial terverifikasi, serta layanan BPD Bali Call.
Dengan meningkatkan literasi dan kewaspadaan digital, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari berbagai bentuk penipuan dan kejahatan siber yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi. tim/dx



