Berita

Sungai Disebut Masih Menjadi Tempat Pembuangan Sampah

890 Views

DENPASAR, OborDewata.com — Pemandangan indah aliran sungai dari Ubud hingga Kuta menyimpan fakta mencengangkan, masih banyak warga memperlakukan sungai layaknya tebe tempat buang sampah belakang rumah.

 

Kesadaran lingkungan masih jadi persoalan serius, terutama di wilayah pemukiman yang berdiri di sepanjang bantaran sungai.

 

Kebiasaan membuang sampah langsung ke sungai, mulai dari plastik dapur hingga limbah rumah tangga, dirasa masih terjadi.

 

“Kadang-kadang sampah dibungkus kresek, langsung dilempar ke sungai. Padahal sungai itu bagian dari kehidupan, bukan tempat buangan,” jelas, Ni Made Armadi, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DKLH Provinsi Bali, kemarin sore, (Sabtu (26/7/2025) di Kota Denpasar.

 

Armadi menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber dimulai dari rumah, hotel, hingga pasar.

 

Ia juga memperingatkan efek musim hujan, di mana ribuan ton sampah dari hulu hanyut ke hilir, mencemari pesisir dan laut.

 

“Di Dreamland, Kuta, saat hujan deras, sungai seperti banjir sampah plastik. Laut kita bisa jadi tempat sampah raksasa jika ini dibiarkan,” katanya prihatin.

 

Hal senada diungkapkan I Komang Rudita Hartawan, Ketua TPS3R Desa Adat Seminyak.

 

Ia menyebut saat bendungan (dam) dibuka, aliran sampah di sungai meningkat drastis.

 

“Itu bukan kiriman, tapi ulah kita sendiri. Sampah anorganik terus menumpuk karena masyarakat belum sadar pentingnya menjaga sungai,” ujarnya.

 

Kini, berbagai komunitas seperti Sungai Watch, Yayasan Windu, hingga para relawan terus berjibaku membersihkan sungai. Namun Armadi mengingatkan, aksi mereka tak cukup tanpa perubahan perilaku kolektif masyarakat.

 

“Sudah waktunya kita hidup diet sampah, ramah lingkungan, dan menganggap sungai sebagai warisan masa depan, bukan tong sampah berjalan,” tutupnya. mas/pril