• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Berita

Sampah Kayu di Pesisir Pantai di Badung Untungkan Warga, Ini Sejarahnya Kata Giri Prasta

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
Minggu, 5 Januari 2025
in Berita
0
Sampah Kayu di Pesisir Pantai di Badung Untungkan Warga, Ini Sejarahnya Kata Giri Prasta
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BADUNG, OborDewata.com – Tampaknya masalah sampah dari tahun ke tahun di pantai-pantai, khususnya di Badung gak kelar-kelar.

Saat memasuki musim hujan, ada saja kiriman sampah yang datang dan memenuhi bibir pantai. Permasalahan sampah yang menepi di sepanjang pantai di Badung, rutin dan sering terjadi setiap tahun.

Bahkan dalam membersihkan sampah itu, Pemerintah Kabupaten Badung sampai menurunkan ratusan petugas kebersihan termasuk juga alat berat.

Kendati demikian, di luar dari pada itu ternyata sampah angin barat yang terjadi sebelumnya menjadi berkah oleh masyarakat setempat.

Kok Bisa?

Sampah itu pun sebelumnya bermanfaat dengan baik, untuk kelangsungan hidup masyarakat di wilayah Badung Selatan.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengisahkan, jika sampah angin barat yang menepi di pesisir pantai ada sejarahnya. Bahkan dulu masyarakat berterima kasih akan adanya sampah jenis kayu yang menepi.

“Dulu saat sampah itu menepi, terimakasih pada leluhur kami terutama leluhur kami yang berada di bentangan pantai di Badung. Kebetulan saya juga punya orang tua di Nusa Dua,” ujarnya.

Baca Juga :  Gerakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kabupaten Tabanan Berlanjut di Selemadeg Timur dan Selemadeg

Bupati 2 periode itu menceritakan dulu masyarakat di Desa Legian, Seminyak dan yang lain tidak punya kayu bakar, sehingga kayu itu untuk memasak. Pada zaman itu, katanya, belum ada listrik, termasuk juga alat penanak nasi dan kompor gas.

“Dulu sampah kayu itu sampai ada tanda, yang kita kenal di Bali dengan istilah sawen. Jadi kayu itu terkumpul dan untuk memasak. Sehingga sampah-sampah itu menjadi sumber kehidupan,” bebernya.

Pihaknya pun harus berterimakasih, pada zaman itu leluhurnya bisa hidup hingga saat ini ada generasi-generasi di Kabupaten Badung, termasuk dirinya. Kendati demikian, saat ini memang menjadi masalah, namun pihaknya mengaku sudah mencarikan solusi dalam penanganan sampah.

“Sampah ini datang dari muara-muara sungai yang ada di luar Bali. Sehingga menepi di Badung,” ucapnya.

Dalam penanganan sampah kayu-kayu itu dirinya pun sudah mencarikan solusi dengan membeli mesin pencacah kayu di tempat. Hal itu agar pembersihan bisa maksimal dilakukan.

Baca Juga :  BMKG Memperkirakan Potensi Gelombang 2 Meter Dapat Menerjang Perairan Sekitar Laut Bali 

“Armada-armada juga kami sudah punya, kemungkinan nanti kapal untuk menangkap sampah-sampah yang ada di laut. Termasuk penanggulangannya kita akan pikirkan, bagaimana menangani sampah di TPA Suwung itu,” ucapnya.

Sampah kiriman di pesisir Kabupaten Badung saat ini sangat banyak. Bahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) setempat mengangkut sampai 20 Ton sampah per hari. sha/dx

Previous Post

Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali Akan Lakukan Aksi Sampaikan Pembatasan Kendaraan Non DK

Next Post

Lagi Wisatawan Asing Diperkosa Oknum Ojek di Bali, Ini Tanggapan Wamenpar

Next Post
Lagi Wisatawan Asing Diperkosa Oknum Ojek di Bali, Ini Tanggapan Wamenpar

Lagi Wisatawan Asing Diperkosa Oknum Ojek di Bali, Ini Tanggapan Wamenpar

«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
play
28 Agustus 2023
play
Swacam Catat Meter pada aplikasi PLN Mobile dengan fitur OCR jadi lebih cepat dan gampang
play
Persiapan odalan Pura Goa Lawah
play
Paskibra Kabupaten Tabanan, Bali.
play
Rahajeng Galungan Semeton.
play
Rahajeng Galungan Semeton
play
29 Juli 2023
play
Pemkab Karangasem lakukan Studi Banding Penguatan Media dan Komunikasi, Kabupaten Subang.
play
Rapimprov Kadin Bali Berkomitmen majukan industri pertanian di Bali.
play
Kadin Bali Komitmen Majukan Pertanian di Bali
play
Armada - Pergi Pagi Pulang Pagi (Official Karaoke)
play
Efek Cuaca Ekstrim, sebabkan tanah longsor.
play
putih sampai mati (karaoke version) tanpa vokal
play
Karaoke Lagu Wali_Emang Dasar No Vocal
«
Prev
1
/
1
Next
»
loading
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.