DENPASAR, OborDewata.com – Tahun 2025, Hari Arak Bali akan kembali digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada Rabu 29 Januari 2025.
Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster sekaligus pencetus Hari Arak Bali dikabarkan akan menghadiri perayaan tersebut.

“Mudah-mudahan beliau (Koster) hadir. Beliau sebagai Dewan Pembina Asosiasi Tresnanin Arak Bali,” ucap, Dewan Penasehat Asosiasi Arak Brem Bali, Prof I Made Agus Gelgel Wirasuta.
Prof Gelgel mengatakan, Hari Arak Balidirayakan mulai dari di petani, industri, dan puncaknya akan dipusatkan di GWK.
Disinggung terkait apakah nanti ada toastarak? Prof Gelgel mengatakan bahwa itu akan direncanakan.
“Nanti kita lihat, pastilah ada. Kalau teman-teman mau liput, saya harapkan hadir,” imbuhnya.
Ditegaskan, perayaan Hari Arak Bali bukan dengan mabuk-mabukan. Arak bukan minuman bhuta kala yang seperti dikatakan orang tentang tabuh.
“Budaya Bali kalau orang mempersembahkan hasil itu suku rambut. Misalnya jika memotong ayam, maka kepalanya, sayapnya, dan cekernya diambil sedikit untuk persembahan,” ungkapnya.
Sedangkan dalam pembuatan arak khususnya tabuh, maka itu diambil dari tetesan destilasi pertama sebagai kepala, kemudian tetasan tengah-tengah sebagai badan, dan tetesan terakhir diambil sebagai kaki untuk disatukan.
“Itulah yang dibuat secara tradisi sebagai arak tabuh. Bukan seperti sekarang arak tabuh dibuat-buat,” jelasnya.
Dikatakan, arak tabuh disimbolkan berwarna putih, sedangkan yang merah tersebut dari brem beras injin.
“Ini adalah budaya kita. Semua yang diberikan maka dipersembahkan sebagai wujud syukur kehadapan Sang Pencipta,” bebernya.
“Tetapi bersyukur, menghaturkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Nah jika dinikmati dengan cara bersyukur, maka cukup nikmati satu sloki. Namun jika wisatawan yang datang ke Bali, maka itu promosi dan kita meminta hotel untuk menyediakan arak Bali,” tutupnya. tim/dx



