Berita

Pencarian Remaja Prancis Hilang di Gunung Batukaru Memasuki Pekan Kedua, Hasil Masih Nihil

983 Views

TABANAN, OborDewata.com – Pencarian Txibo (14), seorang remaja asal Prancis yang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Batukaru sejak Minggu (25/8/2024), hingga kini masih belum membuahkan hasil meskipun telah memasuki pekan kedua.

Kapolsek Pupuan, AKP I Wayan Sudiarba, menyatakan pada Minggu (1/9) bahwa upaya pencarian yang melibatkan berbagai elemen, termasuk Basarnas, anggota Polda Bali, relawan, dan Pecalang Pura Batukaru, masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Hingga hari ketujuh ini, hasil pencarian masih nihil. Kami belum menemukan petunjuk terkait keberadaan korban, meskipun pencarian terus dilakukan hingga sore hari,” ujar AKP Sudiarba.

Selama sepekan terakhir, tim gabungan telah menjelajahi hampir seluruh jalur pendakian di wilayah Pupuan, seperti Desa Pujungan, Sanda, Batungsel, dan Karyasari. Pencarian juga difokuskan di lokasi terakhir korban terlihat bersama kakaknya, Lucas, pada ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut (MDPL). Lucas sendiri telah ditemukan lebih dulu pada hari Minggu (25/8/2024) di Desa Karyasari.

“Pencarian intensif telah dilakukan di sekitar lokasi terpisahnya korban dengan kakaknya, namun sayangnya hasilnya masih nihil,” tambah AKP Sudiarba.

Insiden ini bermula pada Minggu (25/8/2024) sekitar pukul 10.00 WITA, ketika sebuah keluarga asal Prancis, yang terdiri dari ibu bernama Mrs. Sooman (45) dan ketiga anaknya Lucas (17), Txibo (14), dan Rafael (12), mendaki Gunung Batukaru melalui jalur Pura Malen di Banjar Dinas Margasari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan. Mereka ditemani oleh seorang sopir, I Gusti Ngurah Kusuma Putra (32).

Setelah beberapa saat mendaki, Lucas dan Txibo melanjutkan perjalanan berdua, sementara ibu mereka dan Rafael memutuskan untuk turun dan menunggu di titik penjemputan yang telah disepakati di jalur pendakian Penebel pada Minggu sore pukul 18.00 WITA. Namun, hingga malam hari, kedua remaja tersebut belum tiba di titik pertemuan.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Penebel, yang kemudian diarahkan ke Polsek Pupuan. Tim dari Polsek Pupuan segera meneruskan laporan ini kepada Basarnas, dan upaya pencarian langsung dilakukan. ay/dx